Tidak ada udzur bagi seorang yang telah di tetapkan dalam syariat untuk tidak menunaikan kewajibannya di bulan Ramadhan. Jika engkau tidak bisa memperbanyak ibadah bangun malam, maka hendaknya engkau memperbanyak sedekah.
Jika engkau tidak mampu bersedekah, maka hendaklah engkau perbanyak membaca Al-Qur’an. Jika engkau tidak mampu memperbanyak membaca Al-Qur’an, maka hendaklah engkau perbanyak zikir.
Jika engkau tidak mampu memperbanyak berzikir, maka minimal engkau menjaga lisan mu, serta anggota badan mu dari sesuatu yang merusak dan medzalimi kemuliaan bulan ini.
Demi Allah, sungguh merugi orang yang menyia-nyiakan bulan ini. Sungguh merugi orang yang tidak memanfaatkannya. Abu Malik Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا فَقَامَ أَعْرَابِيٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلَامَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ”
Artinya: “Sesungguhnya di dalam Surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang sahabat berdiri sambil berkata: “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Untuk orang yang berkata baik, yang memberi makan (fakir miskin), yang selalu berpuasa dan shalat pada malam hari ketika manusia sedang tidur.” [HR. Ibnu Majah no.3251, Turmudzi no.1984, Ahmad no.6578, Hakim no.247 dan lain-lain]
Maka janganlah kalian sia-siakan keutamaan bulan yang penuh berkahan ini berlalu begitu saja tanpa amal shalih.
Janganlah kalian dilalaikan oleh dunia dan mengabaikan berlomba-lomba untuk mendapat kemuliaan disisi Allah Ta’ala. Sebab bisa jadi ini adalah Ramadham terakhir mu.***
(Yuni)













