Istiqomah Laksanakan Puasa Sunnah Senin dan Kamis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Amal perbuatan diangkat pada hari Senin dan Kamis, sehingga aku senang jika amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa. ” (Shahih: Takhrij Al Misykah (2056), Ta’liq Ar-Raghib (84/2), dan Irwa Al Ghalil (949))

Dari budak Usamah bin Zaid: “Ia bersama Usamah ke Wadi Al Qura untuk mencari uang miliknya. Saat itu Usamah sering berpuasa Senin dan Kamis, maka budaknya berkata kepadanya, “Kenapa kamu berpuasa hari Senin dan Kamis, padahal kamu sudah tua?” Dia menjawab, “Sesungguhnya Nabi Muhammad berpuasa hari Senin dan Kamis, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang itu, beliau pun menjawab, ‘Sesungguhnya semua amal perbuatan manusia akan dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis’.” (Shahih) Sunan Abu Daud

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا613-

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tidaklah seorang berpuasa selama sehari karena Allah, melainkan dengan puasanya satu hari itu, Allah menjauhkannya dari neraka sejauh 70 musim gugur.'” (Muslim 3/159}.1426-1767).

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu puasa hari Senin dan Kamis, lalu ditanyakan: wahai Rasulullah sesungguhnya engkau selalu berpuasa Senin dan Kamis!. Beliau menjawab, ‘Sesungguhnya hari Senin dan Kamis adalah dua hari dimana Allah mengampuni setiap muslim, kecuali dua orang yang saling bertengkar, Allah berfirman, ‘Tinggalkan keduanya hingga keduanya berdamai’.” Shahih: At-Ta’liq Ar-Raghib (2/84-85).***

(Yuni)

Artikel yang Direkomendasikan