Inikah Diri Kita ?

Rabu, 29 September 2010 12:58 Taufiq Nurhayadi E-mail Cetak PDF
Betapa besarnya nilai uang senilai Rp.100.000 jika dibawa ke masjid untuk diinfakkan, tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan
Betapa lamanya menemui Allah selama 15 menit, namun betapa singkatnya kalau kita melihat film box office.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa, namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman
Betapa asyiknya jika pertandingan bola diperpanjang waktunya, ekstra time, namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al Qur’an, tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel best seller.
Betapa getolnya orang untuk duduk di barisan depan menonton pertandingan atau konser, namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid
Betapa mudahnya membuat dosa bertahun-tahun demi memuaskan nafsu, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu, namun betapa mudahnya menyisihkan waktu, meng-cansel acara, merubah agenda dalam sekejap untuk have fun dengan teman dan keluarga.
Betapa sulitnya untuk mengingat yang terkandung di dalam Al Qur’an, namun betapa mudahnya untuk mengingat kutipan ucapan tokoh idola.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci Al Qur’an.
Betapa Takutnya kita jika dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya, namun betapa kita berani dan tidak bersegera untuk menghadap-Nya saat kumandang azan menggema.

……….

Mengapa orang ingin masuk surga, tetapi tidak ingin untuk percaya dan berbuat apapun ?
Mungkinkah mendapat upah jika tidak bekerja ?

 

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 01 Januari 2011 02:36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *