Ingin menyelesaikan semua perkara?

Jumat, 23 April 2010 10:00 M.Ihsaan

Selama kita hidup sejak lahir hingga saat ini, berbagai macam hal telah kita lalui mulai kebahagiaan, kesusahan, kesenangan, kesempitan, pujian, cemo’oh, fitnah dan berbagai macam perkara lainnya yang kita temui setiap hari. Berbagai macam manusia menyikapi dengan berbagai macam sikap, ada yang menjadi efforia, ada yang menjadi frustasi ada yang berlalu saja tanpa berpikir banyak.
Yang frustasi, merasa hidupnya telah habis, sempit, tidak ada tempat mengadu, tidak ada masa depan, ingin segera menyelesaikan masalahnya, dan yang lebih ekstrim lagi ingin bunuh diri.

Yang berbahagia, merasa hidupnya diatas awan, merayakannya, seakan tidak ada hari esok, kalau perlu dinikmati detik demi detik. Sampai lupa dengan apa yang terjadi disekelilingnya

Kita pasti semua pernah mengalami hal tersebut, kita semua ingin selalu berbahagia, tidak ingin sekalipun mengalami kegagalan yang menyebabkan frustasi, baik dalam berbisnis, berusaha, berkeluarga, berteman, bekerja, dan segala macam aspek kehidupan lainnya.

Apakah mungkin kita selalu berada diantara dua sifat tersebut?, selalu berada didalam titik tenang, tidak berfrustasi berkepanjangan, tidak bersenang senang sampai lewat batas. Di keseharian kita, banyak pelatihan pelatihan motivasi, pelatihan melawan kegagalan, pelatihan yoga dan berbagai macam pelatihan lainnya.

Apakah sampai seperti itu kan kita mencari cara penyelesaian untuk mencari ketenangan? Apakah kita tidak mengetahui/ lupa bahwa Allah SWT telah mengajarkan melalui Rasullullah SAW, kepada kita bagaimana menghadapi hal tersebut dengan hanya dua kata? Ya hanya dua kata pendek, yang jika kita memaknai kata tersebut, semua masalah didunia ini akan selesai.

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q,S. Al Baqoroh:153) (sholat sebagai bentuk kesyukuran kita kepada Allah akan karunia Nya)
“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (Q,S. Al Baqoroh:243)

Sabar dan Syukur, dua kata itulah yang akan menyelesaikan segala macam bentuk permasalah yang kita hadapi di dunia ini, tidak ada lainnya.

“Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur” (QS. Luqman:31)

Sabar dan syukur adalah dua sikap yang harus kita miliki jika kita mencari ketenangan didunia.

Dengan Sabar kita dapat menghadapi segala macam bentuk kesukaran yang kita hadapi dan kita dapat mencari pelajaran dari semua kesukaran yang kita hadapi, berusaha untuk tidak mengulanginya lagi dan terus melanjuti jalan hidup kita ke tahap berikutnya.

Dengan Syukur kita dapat menyikapi segala macam bentuk kemudahan yang kita hadapi, kita menjadi tenang, kita mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang telah memberikan kemudahan kepada kita, membagi kemudahan yang kita dapat kepada yang lain dan kita dapat menyiapkan diri kita untuk menghadapi kesukaran yang akan ada setelah mendapatkan kemudahan itu.

“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar”. (Q. S. Hud:11)

“….dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali Imron: 144)

Sungguh banyak ayat Allah SWT yang telah menerangkan tentang Sabar dan Syukur didalam Al Quran, tetapi akibat kita terlalu tenggelam sibuk menyikapi dunia, sehingga kita lupa untuk mempelajari isi dan hikmah dari Al Quran.

Dunia ini hanyalah membutuhkan sabar dan syukur dalam menghadapinya, tidak perlu kita mehabiskan banyak energy kita dengan memberikan sikap sikap lainnya, seberapa mampu kita menjaga sikap sabar dan syukur tergantung seberapa dalam keimanan kita terhadap Allah SWT di hati kita. Dan sesungguhnya kita memiliki tugas untuk mencari hal yang jauh lebih besar dan membutuhkan jauh lebih banyak energy selama kita hidup ini, yaitu mencari rahmat, ridho dan barokah Allah SWT – itu lah yang harus kita cari – itu lah yang tidak dijanjikan oleh Allah. Dan selamat mencari saudaraku. karena aku juga mencarinya.

Ya Allah, ampunilah hambamu ini.

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 23 April 2010 13:14

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *