Nama aslinya adalah Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad Ath-Thusy Al-Ghazali. Singkatnya sering dipanggil Al-Ghazali atau Abu Hamid Al-Ghazali. Beliau lahir di Thus, khurasan pada tahun 450 H dan wafat pada tahun 505 H. Di masa hidupnya, beliau dikenal sebagai ahli teologi atau kalam yang juga merupakan seorang filosof besar. Selain itu, beliau juga terkenal sebagai seorang ulama’ fikih dan tasawuf pada zamannya dan mendapatkan gelar hujjatul islam ( pembela islam), zainuddin ( hiasan islam ), bahrun mugriq ( samudera yang menghanyutkan ) dan lain sebagainya.
Imam Al-Ghazali telah banyak menghasilkan karya yang diperkirakan mencapai 300 judul buku atau lebih, sedikit diantaranya:
1. Mi’yar Al-Ilm ( kriteria ilmu-ilmu )
2. Ihya’ Ulumuddin ( menghidupkan ilmu-ilmu agama )
3. Al-Ma’arif Al-Aqilah ( pengetahuan yang rasional )
4. Ayyuha Al-Walad
5. Al-Mustahfa
6. Mizan Al-Amal
Dan masih banyak lainnya.
Perjalanan beliau dalam mencari ilmu sungguh luar biasa dengan dukungan sang ayah tercinta. Ayah beliau adalah seorang yang buta huruf dan miskin. Meskipun begitu kondisi hidup mereka, tetapi tidak menyurutkan langkah sang ayah untuk membuat anak-anaknya memperoleh ilmu yang banyak. Maka dari itu, Imam Al-Ghazali pun juga berusaha keras dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk belajar. Bahkan kemudian beliau menuliskan pandangannya dan membuat kitab berisi tentang berbagai macam ilmu. Hingga saat ini, buku-buku karya beliau menjadi pembelajaran yang tak pernah lekang oleh perkembangan zaman. Begitulah salah satu cara beliau mengamalkan ilmunya kepada umat islam melalui tulisannya.***
Sumber :
– https://kajianpemikiranislam.com
– https://www.kompasiana.com
(Isnawati)








