Ikhlas

         Keadaan mulai bergemuruh, saat Nia sedang cemas karena uang yang ada di alemarinya hilang. Padahal uang itu akan digunakan untuk membayar spp selama semester pertama kuliahnya. Ia sangat panik karena takut di marahi oleh kedua orang tuanya.

          Nia bergegas menunju kamar adeknya yang bernama Nisa. Ia pun langsung menanyakan perihal uang yang hilang pada Nisa. Akan tetapi, Nisa pun tidak mengetahuinya karena ia jarang masuk ke kamar Nia. Tak menunggu lama, mereka berdua langsung mencari di area sekitar rumah mereka. Barangkali Nia lupa menaruh uangnya bukan di kamar atau terjatuh secara tidak sadar ketika ia hendak menaruhnya di almari.

          Ibu Nia dan Nisa kebingungan karna melihat dua anaknya itu sibuk mondar-mandir kesana kemari. Lalu beliau bertanya kepada mereka berdua alasan kenapa mereka terlihat cemas dan seolah tengah mencari sesuatu. Nisa ingin memberi tahu kepada ibunya namun ia berfikir bahwa yang harus menjelaskan ialah kak Nia sendiri.

          Nia langsung mendekati ibunya, lalu menjelaskan bahwa uang untuk membayar kuliahnya itu hilang. Ibunya pun terkejut, kok bisa uangnya sampai hilang, padahal jarang-jarang Nia teledor dengan uang apalagi uang itu untuk membayar kuliahnya. Ibunya sedikit kecewa karna uang itu hanya satu-satunya jalan untuk membayar kuliahnya. Karena akhir-akhir ini, ekonomi keluarga mereka sedikit terhambat oleh beberapa faktor. Biarpun begitu, ibu Nia tidak serta-mertamenyalahkan Nia dan justru meyakinkan Nia bahwa barang yang hilang pasti akan diganti lebih oleh Allah. Setelahnya,ibu Nia pun langsung pergi ke dapur untuk lanjut menyelesaikan masakanya.

         Beberapa saatsetelahibu berlalu, Nia masuk ke kamarnya. Ia sangat sedih karena tidak bisa menemukan uang itu, tetapi di sisi lain Nia langsung merenungi nasehat ibunya itu bahwa sesuatu yang hilang akan di gantikan yang lebih oleh Allah. Nia langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat isya, ia pun meminta kepada Allah agar di lapangan hatinya dan dapat menerima kejadian hari itu dengan ikhlas. Setelah selesai, Nia beranjak tidur karena besok harus pergi untuk kuliah.

          Nia menyambut paginya dengan senang karena hari ini ia akan berangkat kuliah. Tidak lupa, ia terlebih dahulu sarapan sebelum berangkat. Namun ada hal yang mengejutkan manakala ia membuka notifikasi dari ponselnya bahwa ia memenangkan give away dari akun yang ada di Instagram. Suatu kebetulan dan sebuah keuntungan baginya. Sebelum kejadian ini, Nia memang iseng-iseng mengikuti give away dengan hadiah total uang yang jumlahnya lebih dari uang yang hilang itu. Nia sungguh merasa senang dan bersyukur atas keberuntungan yang ia peroleh, kemudian Ia cepat-cepat memberi tahu kepada ibunya. Ibunya pun turut senang mendengar penuturan Nia.

         Ternyata benar ketika kita mengikhlaskan sesuatu yang hilang pasti akan digantikan yang lebih oleh Allah.***

(Putri)