Hukum Puasa untuk Wanita Haid dan Nifas

Apabila seorang wanita sedang haid atau nifas maka dilarang baginya untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, wajib baginya untuk mengganti puasa yang ditinggalkannya pada hari lain di luar bulan Ramadhan, berdasarkan hadits dari ‘Aisyah r.a:

“Kami mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha’ puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha’ sholat.” (shahih jami’ no.3514).

Bila seorang wanita suci dari haid sebelum fahar namun baru mandi setelah terbit fajar, maka sah puasanya. Sah juga apabila wanita mendapatkan haid setelah tenggelamnya matahari meskipun ia belum sempat buka puasa.

Apabila wanita suci di tengah hari bulan Ramadhan, maka diperbolehkan baginya untuk makan dan minum. Namun, untuk menghormati orang lain yang sedang berpuasa hendaknya tidak makan dan minum secara terang-terangan.

Terkadang wanita mengeluarkan darah, namun bukan darah haid. Keadaan tersebut dinamakan dengan darah istihadhoh. Pada keadaan seperti ini, wanita tetap bisa melakukan ibadah puasa dan sholat seperti biasa. ***

( Nisa )