Tak hanya menahan lapar dan dahaga, puasa juga mengajarkan untuk bersabar akan segala hal. Beberapa orang mungkin sering mengatakan “jangan marah, nanti puasanya batal”. Perkataan itu pun terus menggema dan membentuk stigma bahwa marah bisa membatalkan puasa. Namun, sebenarnya apakah benar marah atau emosi dapat membatalkan puasa?
Tetap sah.
Dinyatakan bahwa, “Orang puasa ketika dia marah atau bertengkar dengan orang lain, puasanya tetap sah dan tidak wajib dia ulangi. Baik dia sebagai orang menzalimi maupun yang dizalimi.”
Meski demikian, ketika berpuasa, haruslah menjadi seorang yang berwibawa, menjaga kehormatan dengan menghindari maksiat serta berusaha bersabar dalam setiap keadaan seperti yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Puasa adalah membentengi diri, maka bila salah seorang kamu di hari ia berpuasa janganlah berkata kotor dan jangan teriak-teriak, dan jika seseorang memakinya atau mengajaknya bertengkar hendaklah ia mengatakan ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa,”’ HR. Bukhari 1904 & Muslim 1151.
Marah atau bertengkar hanya akan menodai ibadah puasamu, pahala pun semakin berkurang, oleh karena itu dianjurkan untuk tetap bersabar dan tidak gampang marah atau emosi. Hal ini juga berlaku untuk orang-orang yang memicu amarah seseorang. Membuat orang lain kesal saat bulan puasa akan mengurangi kesempurnaan pahala.
Meski tetap sah dan tak batal, sebaiknya jangan dilakukan, karena hal itu bisa menodai puasamu dan mengurangi kesempurnaan pahalamu. Selamat menjalankan ibadah puasa. (Eva)











