Hukum Cemburu atau Curiga dalam Islam

Dari Anas bin Malik r.a, beliau menceritakan bahwa Rasulullah pernah berada disisi salah satu istrinya, kemudian seorang dari mereka mengirim satu mangkuk makanan. Lalu istri Rasulullah yang berada dirumahnya memukul tangan Rasulullah sehingga piring tersebut jatuh dan pecah. Maka Rasulullah pun mengambil dan mengumpulkan makanan dari piring yang pecah itu, lalu beliau berkata kepada anaknya, “Ibumu cemburu, makanlah.”

Dan dalam sebuah kisah pernah diriwayatkan bahwa Aisyah r.a pernah cemburu kepada seorang wanita yang bernama Juwairiyah karena kecantikannya dan keluhuran budinya yang akhirnya wanita itu dipersunting oleh Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW pun pernah bertanya kepada istrinya, Aisyah r.a, : ”Apakah engkau pernah merasa cemburu?” Aisyah menjawab, “Bagaimana mungkin orang seperti diriku ini tidak merasa cemburu jika memiliki seorang suami seperti dirimu”.

Dari kisah diatas menjelaskan bahwa istri-istri Nabi Muhammad SAW pun pernah merasa cemburu. Dapat disimpulkan bahwa cemburu dan curiga diperbolehkan dalam Islam. Namun ada curiga yang tidak diperbolehkan yaitu curiga yang berlebihan karena cemburu buta. Curiga yang seperti itu hanya menyebabkan kerugian, kerusakan dan bahkan bisa menyebabkan pertengkaran dan perpisahan antara pasangan suami istri. Ali bin Abi Thalib pernah berkata : “Janganlah kalian terlalu sering cemburu terhadap pasanganmu karena justru keburukan akan mendatangimu.”

( Yani )

Artikel yang Direkomendasikan