Hidup Itu Pilihan! Sudahkah Kita Memilih Jalan Yang Benar?

Seorang muslim duduk berdoa di bawah sinar bulan purnama, menggambarkan renungan dan kedekatan dengan Allah di malam yang tenang.
Ilustrasi seorang muslim berdoa di malam hari dalam suasana damai, sebagai simbol renungan bahwa hidup adalah pilihan menuju ridha Allah.

Hidup Itu Pilihan! Sudahkah Kita Memilih Jalan Yang Benar? – Setiap manusia pastinya mereka sudah diberi anugerah yang sama oleh Allah ﷻ yaitu pendengaran, penglihatan, dan akal. Tiga hal inilah yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Namun, seiring dengan bertambahnya usia kita.

Tak sedikit dari kita yang lupa bahwa semua itu adalah jalan untuk mengenal Sang Pencipta. Padahal, Allah sudah begitu banyak menunjukkan tanda-tanda keagungan-Nya. Dari azan yang setiap hari kita dengar, alam semesta yang terhampar, hingga nikmat sehat yang sering kali kita abaikan.

Seorang muslim duduk berdoa di bawah sinar bulan purnama, menggambarkan renungan dan kedekatan dengan Allah di malam yang tenang.
Ilustrasi seorang muslim berdoa di malam hari dalam suasana damai, sebagai simbol renungan bahwa hidup adalah pilihan menuju ridha Allah.

Ketika Tanda-Tanda Allah Diabaikan

Renungkan sejenak. Sudah berapa tahun telinga kita mendengar nasihat kebaikan, ceramah, atau lantunan Al-Qur’an. Tetapi hati kita masih saja jauh dari mengenal Allah? Sudah berapa lama mata ini melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.

Namun pandangan kita masih lebih tajam pada urusan dunia? Kita bisa membedakan uang seratus ribu dari lima puluh ribu hanya dengan warna. Tetapi kita sulit membedakan mana yang halal dan mana yang haram dalam kehidupan sehari-hari.

Pendengaran, Penglihatan, Dan Akal Akan Dihisab

Di situlah letak pilihan hidup manusia: apakah ia ingin melihat dengan mata hatinya atau hanya dengan mata duniawinya. Allah mengingatkan dalam Surah Al-Isra ayat 36:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Artinya: “Janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui, karena pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”

Baca Juga:

Ilustrasi pesawat terbang di langit dengan siluet seorang pria berdoa, menggambarkan filosofi iman dan takwa.

Filosofi Pesawat Dalam Iman Dan Taqwa Agar Hidup Berkah https://sabilulhuda.org/filosofi-pesawat-dalam-iman-dan-taqwa-agar-hidup-berkah/

Hidup Adalah Serangkaian Pilihan

Hidup di dunia ini tidak hanya sebatas kita berjalan mengikuti arus, tapi setiap langkahnya adalah subuah keputusan. Kita bisa memilih untuk hanya sekedar hidup, atau hidup karena Allah. Orang yang mengenal Tuhannya akan menimbang segala perbuatannya dengan hati-hati.

Ia makan bukan hanya untuk kenyang, tapi karena Allah mengizinkannya. Ia bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi untuk mencari ridha-Nya.

Keberkahan Dalam Setiap Makanan Dan Minuman

Betapa indahnya jika setiap dari tegukan air itu kita sertai dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim.” Sekilas memang sederhana, tapi di situlah letak rahasia dari keberkahan.

Energi yang masuk ke tubuh pun menjadi energi kebaikan. Sebaliknya, ketika kita makan dan minum tanpa ingat kepada Allah bisa saja memberi tenaga untuk hal yang salah seperti menipu, berbuat zalim, atau melupakan ibadah.

Hidup itu memang pilihan. Allah tidak memaksa siapa pun, tapi memberikan tanda-tanda bagi yang mau berpikir. Kita bisa memilih menjadi orang yang sibuk mengejar dunia, atau menjadi hamba yang menjadikan dunia sebagai jalan menuju akhirat.

Kita bisa memilih untuk tidur dengan lalai, atau tidur dengan doa dan dzikir. Sebab, seperti kata Imam Al-Ghazali, keadaan sebelum tidur akan terbawa dalam mimpi. Begitu pula keadaan hidup di dunia akan terbawa ke akhirat.

Sebelum Mata Terpejam Selamanya

Maka sebelum mata ini terpejam untuk selamanya, mari kita gunakan sisa waktu yang ada untuk mengenal Allah lebih dekat. Jadikan pendengaran, penglihatan, dan akal sebagai alat untuk menjemput ridha-Nya.

Karena hidup bukan hanya sebatas berjalan, tetapi sebuah perjalanan untuk memilih. Apakah kita ingin dekat dengan Allah atau justru menjauh dari-Nya.

Pada akhirnya, setiap pilihan yang kita ambil akan kembali kepada kita sendiri. Dunia hanyalah persinggahan, sementara akhirat adalah tujuan. Pilihlah jalan yang membawa kedamaian, jalan yang dapat mengenal Allah, karena di sanalah letak kebahagiaan yang sejati.

Baca Juga: Integritas: Fondasi Kinerja di Kementerian Keuangan