Hati-Hati Menyebut Nama Hari

Selasa, 21 Desember 2010 11:42 Taufiq Nurhayadi E-mail Cetak PDF

Penyebutan hari ternyata sangat terkait dengan perkara AQIDAH. Penyebutan hari-hari dalam Bahasa Inggris ternyata berkaitan dengan pemujaan pada dewa-dewi kuno. Penyebutan Hari Minggu ternyata berarti menganggab hari itu sebagai hari beribadah.Tidak percaya? Mari kita telusuri sejarah penamaan hari untuk memahaminya.

Penamaan hari dalam Bahasa Inggris
Berbicara sejarah, kita akan menengok ke belakang di mana saat itu masih beredar keyakinan lama yang menganggap Bumi sebagai pusat semesta. Manusia jaman dahulu membuat urutan benda langit berdasarkan jarak yang ditetapkan berdasarkan kecepatan bergerak dari benda langit. Semakin cepat bergerak maka dianggab semakin dekat jaraknya dan ditempatkan pada urutan yang lebih kecil. Dalam kerangka berfikir mereka, urutan susunan benda langit tersebut mencerminkan lapisan dari langit. Di langit pertama adalah Bulan, sebagai benda langit yang bergerak paling cepat sehingga di anggap paling dekat. Langit yang kedua ditempati Merkurius (bintang Utarid), Venus (bintang kejora) di tempat ketiga, kemudian Matahari di posisi keempat. Di langit kelima adalah Mars (bintang Marikh), langit keenam adalah Jupiter (bintang musytari) dan yang ketujuh adalah saturnus (bintang Ziarah).
Orang-orang dahulu (khususnya Romawi dan Yunani) percaya bahwa ketujuh benda langit itu adalah manifestasi dari dewa-dewa yang mempengaruhi kehidupan di Bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam, dengan urutan mulai dari yang terjauh (menurut pengetahuan mereka) yaitu Saturnus, sampai yang terdekat (Bulan). Pada jam 00.00, Saturnus dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Karena itu, hari pertama disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris, atau Sabtu dalam bahasa Indonesia. Ternyata, jika kita menghitung hari sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1, memang jatuh pada hari Sabtu.
Bila diurut selama 24 jam, jam 00.00 berikut-nya jatuh pada Matahari. Jadi-lah hari itu sebagai hari Matahari (Sunday). Setelah Sun’s day adalah Moon’s day (Monday). Hari berikut-nya adalah Tiw’s day (Tuesday). Tiw adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Mars (dewa perang Romawi kuno). Berikut-nya adalah Woden’s day (Wednesday). Woden adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Merkurius (dewa perdagangan Romawi kuno). Berikut-nya lagi Thor’s day (Thursday). Thor adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Jupiter (dewa Petir, raja para dewa Romawi). Terakhir adalah Freyja’s day (Friday). Freyja adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewi Venus (dewi kecantikan Rowawi kuno).
Maka dilihat dari aspek sejarahnya, penamaan hari dalam Bahasa Inggris sangat berkaitan dengan pemujaan terhadap dewa-dewi kuno yang banyak. Musyrik, menyekutukan Allah-kah kita? Maka berhati-hatilah, niatkan bahwa kita tidak lagi mengikuti orang kuno yang memuja dewa-dewi mereka dalam menyebut hari, hanya semata-mata karena bentuk identifikasi yang mudah yang sudah disepakati semua orang saja. Jika demikian InsyaAllah tidak ada masalah.

Penamaan hari dalam Bahasa Indonesia
Penamaan hari dalam Bahasa Indonesia mengikuti penamaan hari dalam bahasa Arab. Dalam bahasa Arab, hari dinamai berdasarkan urutan hari. Jumlah hari yang tujuh itu, dalam bahasa Arab, nama-nama hari-nya disebut berdasarkan urutan : satu, dua, tiga, sampai tujuh. Yaitu ahad, itsnain, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah. Dalam Bahasa Indonesia mengikuti hari ini menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Khusus hari keenam disebut secara khusus yaitu : Jum’at, merupakan nama yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an, yang menunjukkan adanya kewajiban Shalat Jum’at berjamaah.
Sementara dalam bahasa Indonesia ada sebagian orang yang menyebut Ahad menjadi Minggu. Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Berarti orang yang mengatakan Hari Minggu dari segi etimologi mengatakan hari itu adalah hari Tuhannya, hari ibadah. Bukankah ini juga berkaitan dengan perkara AQIDAH. Maka semestinya umat Islam yang mempunyai keyakinan yang sama sekali berbeda jangan lagi menggunakan kata Minggu, tetapi AHAD.
Hati-hatilah, pelajarilah baik-baik. Sesuatu yang kita anggab biasa-biasa saja ternyata ada perkara terbesar dalam kehidupan manusia, perkara AQIDAH. Bukankah inti dari Islam adalah mengesakan Allah?

 

Terakhir Diperbaharui pada Sabtu, 01 Januari 2011 02:33

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *