Sabilulhuda, Yogyakarta: Hal Yang Harus Dilakukan Orang Tua Saat Anak Jadi Korban Bullying – Di zaman sekarang ini permasalahan tentang Bullying sudah sering kali kita lihat di banyak media sosial. Padahal perkara ini bukanlah hal yang sepele. Saat anak menjadi korban, luka yang terasa bukan hanya di fisiknys saja, tapi juga di hati dan pikirannya.
Anak bisa merasa takut, tidak berdaya, bahkan mereka dapat kehilangan rasa kepercayaan diri. Karena itu, orang tua memegang peran penting untuk menjadi tempat perlindungan pertama yang aman bagi anak tersebut.
Beberapa Hal Yang Harus Orang Tua Lakukan Ketika Anaknya Menjadi Korban Bullying
Berikut beberapa hal yang perlu di lakukan orang tua ketika buah hati menjadi korban bullying.
1. Dengarkan Dengan Hati Bukan Dengan Bukan Emosi
Langkah pertama bagi orang tua adalah dengan mendengarkan anaknya dengan tenang dan juga penuh dengan rasa empati. Jangan sampai orang tua itu memaksa anaknya untuk langsung bercerita jika ia belum siap.
Terkadang anak itu membutuhkan waktu untuk merasa dirinya aman sebelum bisa terbuka. Saat ia menangis, biarkan saja dulu. Peluk dan beri rasa nyaman pada anak tersebut. Ingat, bagi anak, keberanian untuk bercerita saja itu sudah sangat luar biasa.
Baca Juga:

3 Bentuk Orang Tua Durhaka Kepada Anaknya Dalam Pandangan Islam https://sabilulhuda.org/3-bentuk-orang-tua-durhaka-kepada-anaknya-dalam-pandangan-islam/
Orang tua juga perlu mengelola emosinya terlebih dahulu. Bila perlu, tarik napas dalam-dalam, istigfar, atau menenangkan diri sebelum berbicara dengan anaknya. Ketika orang tua bisa lembut, di situlah rahmat dan ketenangan akan terasa di rumah.
2. Yakinkan Anaknya Bahwa Ia Tidak Bersalah
Banyak anak korban bullying itu merasa dirinya sebagai penyebab masalah tersebut. Maka katakanlah dengan jelas bahwa bullying itu bukan salahnya. Tugas orang tua adalah untuk meyakinkan anaknya bahwa ia berhak mendapatkan perlakuan yang baik, dan orang tua selalu ada untuk mendukungnya. Hal ini sangat penting agar anak tersebut tidak merasa sendiri dalam menghadapi situasi yang berat.
3. Ciptakan Lingkungan Rumah Yang Aman
Anak hanya mau bercerita jika ia merasa bahwa rumah adalah tempat yang paling aman. Maka orang tua harus memastikan suasana di rumah itu tenang, tidak mudah marah, dan penuh rasa kasih sayang. Anak yang introvert atau mereka yang sensitif sering kali menutup diri karena mereka takut orang tua itu menjadi kecewa.
Maka, bagi orang tua tunjukkanlah bahwa rumah adalah tempat yang aman untuk kembali dan mendapatkan rasa ketenangan dan kasih sayang.
Baca Juga:

5 Cara Pola Asuh Yang Menyenangkan Bagi Orang Tua Dan Anak https://sabilulhuda.org/5-cara-pola-asuh-yang-menyenangkan-bagi-orang-tua-dan-anak/
4. Ambil Langkah Yang Bijak Dengan Pihak Sekolah
Jika bullying tersebut masih terjadi di sekolah dan sudah terbukti secara fisik atau bahkan seksual, maka orang tua jangan diam saja. Segera kumpulkan bukti, lakukan visum bila perlu, dan komunikasikan dengan pihak sekolah secara terbuka.
Dalam Islam, kita diajarkan untuk tabayyun, memastikan kebenaran itu sebelum kita menilai. Jadi, klarifikasi dengan cara yang bijak tanpa emosi, namun orang tua tetap tegas untuk melindungi anaknya.
5. Bangun Kembali Kepercayaan Diri Pada Anak
Setelah peristiwa bullying ini selesai, anak mungkin masih merasa bahwa mereka tidak berharga atau bahkan sampai takut bersosialisasi. Tugas orang tua adalah membantu anaknya tersebut untuk menemukan kembali rasa percaya dirinya.
Ajaklah anak tersebut melakukan kegiatan yang mereka sukai, temani dengan sabar, dan berikan apresiasi atas setiap keberaniannya, sekecil apa pun itu.
Ajari pula anak itu untuk menghadapi ejekan dengan cara yang bijak, bukan dengan membalasnya, tapi menunjukkan keberanian. Jika perlu, libatkan tenaga profesional seperti psikolog anak agar proses pemulihan tersebut bisa berjalan lebih baik.
Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK













