K.H. Muhammad Yusuf Chudlori atau lebih dikenal dengan sebutan Gus Yusuf . Beliau lahir di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada 9 Juli 1973. Dia merupakan pengasuh Asrama Perguruan Islam (API) Pondok Pesantren Salafi Tegalrejo, Magelang yang didirikan oleh K.H. Chudlori pada tahun 1944.
Intensitas Gus Yusuf sebagai pangasuh API Tegalrejo semakin tinggi semenjak kakaknya, K.H Abdurahman Chudlori (Mbah Dur), meninggal pada 2011. Setelah itu beliau ditunjuk sebagai Pengasuh API yang bertugas di bagian urusan antarlembaga.
Pesantren ini pernah jadi tempat menempa ilmu Presiden keempat Republik Indonesia, Abdurrachman Wahid. Waktu itu anak tertuanya, Mbah Dur, meneruskannya mulai 1977 hingga 2011. Semenjak KH Chudlori meninggal, Gus Yusuf diasuh oleh Mbah Dur. Lulus sekolah dasar pada 1985, Gus Yusuf menuntut ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri hingga tahun 1994. Kemudian ia memperdalam ilmu agama ke Pesantren Salafiyah Kedung Banteng Purwokerto, Pesantren Salafiyah Bulus Kebumen. Memasuki era pergolakan reformasi 1998, Gus Yusuf bergabung dengan beberapa elemen organisasi kemasyarakatan dan mahasiswa untuk ikut berdemonstrasi.
Pada 1998, Mbah Dur mengajak Gus Yusuf mengawal reformasi melalui partai politik yang didirikannya bersama Gus Dur yakni Partai Kebangkitan Bangsa. Pada 1999 sampai 2007 dia memimpin Dewan Pimpinan Cabang PKB Kabupaten Magelang. 2007 ketika terjadi konflik partai antara kubu Gus Dur dengan Muhaimin Iskandar, beliau dipercaya menjabat sebagai pejabat sementara Ketua DPW PKB Jawa Tengah. Ia sempat tak menduduki jabatan struktural di PKB dan tampil lagi pada 2013 menjadi Ketua DPW PKB Jawa Tengah.
Selain di bidang keagamaan, Yusuf Chudlori juga berkiprah di bidang seni dan budaya dengan menggelar perhelatan seni budaya bertajuk Suran Tegalrejo setiap tahun. Selain itu belaiu juga mengelola stasiun radio Fast FM yang siarannya menjangkau segmen anak muda. Bersama Sutanto Mendut, dia berpartisipasi dalam acara Komunitas Lima Gunung. ***
( YANI )








