
Gunung Merapi Siaga: 13 Guguran dan 30 Gempa Hybrid Terjadi dalam 6 Jam Terakhir – Gunung Merapi yang berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten tercatat mengalami peningkatan aktivitas pada periode pengamatan Rabu dini hari pukul 00:00 hingga 06:00 WIB. Berdasarkan laporan BPPTKG, Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.
Dalam periode tersebut, cuaca di sekitar gunung cenderung mendung, dengan suhu udara mencapai 19,2°C, kelembapan 100%, dan tekanan udara 917,6 mmHg. Gunung tampak berkabut dengan intensitas kabut 0 hingga III, dan tidak teramati adanya asap kawah.
Aktivitas Kegempaan Meningkat
Tercatat 13 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–13 mm dan durasi 42 hingga 151 detik. Selain itu, terjadi 30 kali gempa hybrid atau fase banyak, dengan amplitudo 2–18 mm dan durasi antara 9 hingga 15 detik. Waktu jeda antara gelombang primer dan sekunder (S-P) berkisar 0,3–0,7 detik, menunjukkan aktivitas magma yang masih berlangsung di dalam perut gunung.
Rekomendasi dan Imbauan
BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya utama saat ini berupa guguran lava dan awanpanas guguran (APG) yang dapat menjangkau:
Sektor selatan–barat daya: Sungai Boyong (maksimal 5 km), Bedog, Krasak, dan Bebeng (hingga 7 km).
Sektor tenggara: Sungai Woro (hingga 3 km) dan Gendol (hingga 5 km).
Masyarakat di larang beraktivitas di zona potensi bahaya tersebut. Selain itu, warga juga di minta:
Mewaspadai bahaya APG dan lahar hujan, khususnya saat hujan turun di sekitar puncak Merapi.
Bersiap menghadapi gangguan abu vulkanik, terutama bagi yang berada di luar radius 3 km dari puncak gunung.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status Merapi akan segera di tinjau ulang.
Laporan ini di susun oleh Alzwar Nurmanaji, A.Md, berdasarkan data resmi dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG, dan BPPTKG.













