Berita  

Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia

Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia
Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia
Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia
Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia

Gudang Garam Megap-megap! Padahal Indonesia Juara Perokok Dunia – Gudang Garam, salah satu produsen rokok legendaris dari Kediri yang dulu jadi simbol tongkrongan bapak-bapak sejati. Kini sedang menghadapi masa-masa sulit.

Padahal, menurut WHO, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah perokok pria tertinggi di dunia yang mencapai 73,2%!

Didirikan tahun 1958 oleh Surya Wonowidjojo, Gudang Garam tumbuh dari usaha kecil menjadi raksasa industri yang pernah merajai pasar rokok nasional, bersaing dengan Djarum dan Sampoerna. Tapi kini, semua berubah.

Baca Berita Juga:

Dua Perusahaan Rokok Stop Beli Tembakau - Petani Dan Ekonomi Daerah Terancam

Dua Perusahaan Rokok Stop Beli Tembakau – Petani Dan Ekonomi Daerah Terancam https://sabilulhuda.org/dua-perusahaan-rokok-stop-beli-tembakau-petani-dan-ekonomi-daerah-terancam/

Apa yang terjadi?

Laba Anjlok, Dari Rp5,3 triliun pada 2023 jadi hanya Rp104 miliar di 2025. Turunnya lebih dari 80%!

Saham Nyungsep, Dari Rp90.000 per lembar tahun 2019 menjadi sekitar Rp9.000 an pada 2025.

Gudang Penuh Tembakau, Perusahaan bahkan sudah berhenti membeli tembakau dari petani karena stok menumpuk.

Persaingan Rokok Ilegal, Rokok tanpa cukai yang murah merajalela, sehingga menyulitkan produsen rokok resmi.

Beban Pajak Tinggi, Setiap batang rokok resmi dikenai pajak hingga lebih dari 50%, yang bikin harga makin mahal.

Meski begitu, Gudang Garam belum bangkrut. Ekuitas masih sehat dan utang berhasil ditekan. Tapi jelas, perusahaan ini butuh strategi baru dari segi efisiensi, digitalisasi, hingga mungkin inovasi produk.

Tetapi jika Gudang Garam tumbang, dampaknya bukan main. Puluhan ribu orang bisa kehilangan pekerjaan, mulai dari petani tembakau, buruh linting, hingga pengecer.

Semoga saja Gudang Garam bisa keluar dari krisis ini dan tetap menjadi bagian dari sejarah industri Indonesia. Tapi satu hal penting, tulisan ini bukan ajakan untuk merokok, ya!

Baca Juga: Industri Rokok Nasional Turun, Legislator Khawatir Berdampak ke Tenaga Kerja