Goresan Gelas Di Dinding Rumah

Hancur sudah
Bukan rasa yang terpisah
Bukan pula hati yang gundah

Seperti gelas kaca yang pecah menghantam dinding rumah, sebuah kepercayaan akan luluh lantah apabila kau ingkar diatas kertas sumpah

Malang nian nasibmu ibu, kau tangkis segala pukulan dan tendangan demi diriku, tembok usang nan berdebu, menjadi saksi yang bisu atas prahara rumah tangga mu

Masih teringat di ruang memoriku
Kau tatap lembut wajahku
Dengan tangan membalut luka
Dan bibirmu nampa bersuara

“Tumbuhlah nak,menjadi sosok apa yang kau inginkan, tapi satu pesanku, jangan pernah kau sakiti wanitamu, karena apabila kau sakiti, di sini waktu ini kau juga menyakiti ibumu”
(Eva)

Artikel yang Direkomendasikan