
Gemuruh Takbir Menyambut Hari Raya Kurban 2025 – Gemuruh takbir menggema di sepanjang Jalan turi pakem. Mengiringi langkah ratusan warga yang berkumpul dalam ajang festival takbir keliling menyambut hari raya Idul Adha 1446 H.
Acara yang di inisiasi oleh Angkatan Muda Muhammadiyah pakem ini di gelar di lapangan pojok kamis 5 juni 2025.
Takbir Keliling sebagai Sarana Edukasi dan Budaya
Ketua panitia Mahmud Fauzi mengatakan, ”menurutnya takbir keliling yang melibatkan anak-anak merupakan sarana edukasi yang sangat baik. Kegiatan ini untuk menanamkan nilai-nilai agama yang berkorelasi dengan kehidupan bermasyarakat setempat”.
Selain itu ia juga mengatakan, “festival takbir keliling juga tidak hanya sebagai ritual keagamaan semata. Melainkan menjadi bagian dari kebudayaan yang harus di lestarikan oleh masyarakat pakem terutama”.
Ia menambahkan, “Bukan hanya sebagai ritual keagamaan tapi juga sebagai budaya yang terus di abadikan masyarakat mulai anak-anak hingga dewasa,” katanya.
Mahmud Fauzi berharap festival takbiran tersebut bisa di gelar rutin tiap tahunnya karena dapat menjadi sarana syiar islam dan pelestarian kebudayaan.
Usai di lepas, masing-masing kontingen dari perwakilan pondok pesantren dan panti asuhan menunjukkan aksi terbaiknya. Selain itu juga mempertunjukkan berbagai lampion dan replika masjid, bintang, bulan. Para peserta juga memperagakan tarian serta tabuhan musik tradisional yang di iringi dengan gema takbir.
Untuk rutenya, festival ini di mulai di lapangan pojok. Kemudian berjalan menuju jalan kaliurang km 17, Jalan pakem turi, dan berakhir di Jalan Harjobinangun. Ratusan warga tampak memadati di sepanjang rute untuk menyaksikan pawai tersebut.
Baca Artikel Berikut:

Pp Sabilulhuda Bersiap Lomba Takbir Malam Idul Adha 2025 https://sabilulhuda.org/pp-sabilulhuda-bersiap-lomba-takbir-malam-idul-adha-2025/
Kemeriahan Pawai dan Kreativitas Peserta
Sementara itu, Ketua ketua Angkatan Muda Muhammadiyyah Ahmad Fauzi mengatakan. “kegiatan takbir keliling ini di ikuti sebanyak 18 kontingen yang memperebutkan 1 ekor kambing juara 1, piala bergilir dari dari panewu pakem, bibit tanaman pohon, sertifikat apresiasi, danberbagai hadiah menarik.
“Tujuan festival ini selain mengagungkan dan meningkatkan kecintaan terhadap sang maha pencipta Allah SWT. Selain itu Juga dapat memberikan wadah anak-anak untuk mengembangkan kreatifitas dan pola fikir maju,” ungkapnya.
Hadiah Menarik dan Kriteria Penilaian
Ia menjelaskan ada beberapa hal yang menjadi kriteria penilaian dalam kompetisi ini, antara lain bagian takbir, musik, kostum, lampion, lampion maskot, barisan, dan display.
“Kategori lain juga ada yang merupakan kategori hiburan antara lain kontingen terfavorit, pemegang nomor terfavorit, dan mayoret terfavorit, serta akan di pilih juga bilal takbir terbaik,” imbuhnya.
Pesan yang Menguatkan Tali Sosial
Bupati Bistamam dalam sambutannya menekankan pentingnya kekompakan: “Idul Adha mengajarkan kita untuk rela berkorban demi sesama. Mari jadikan momen ini sebagai perekat persatuan, terutama di tengah tantangan ekonomi global.” Pesan ini sejalan dengan tema festival yang mengedepankan solidaritas dan ketakwaan 17.
Acara Festival takbir ini berakhir pukul 23.00 WIB, tetapi gema takbir masih terdengar dari masjid-masjid. Malam ini, sudah membuktikan bahwa tradisi dan nilai-nilai Islam tetap hidup dalam denyut masyarakat modern.
“Taqabbalallahu minna wa minkum,” seru seorang nenek kepada tim kami sambil memeluk cucunya. Dua kata yang sederhana, namun sarat makna: semoga Allah menerima amal kita semua amiin.
Baca Juga: Festival Takbir Keliling Jadikan Syiar Islam dan Pelestarian Kebudayaan













