Evakuasi

Jumat, 05 November 2010 08:30 administrator E-mail Cetak PDF
Akhirnya, sampai juga saat itu tiba.

Pada pukul 2.30 Pagi dinihari Tanggal 5 November 2010, seluruh penghuni Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Sabilul Huda, sejumlah 90 orang yang terdiri dari pengasuh, santri, dan beberapa tukang yang bekerja di panti asuhan, mengungsi dari tempat yang biasa kami tinggali. kami menuju ke daerah Colombo, dan Ngawen. Tempat kami sekarang, berjarak kira kira 30 km dari puncak gunung Merapi. Sedangkan tempat kami di pakem berjarak 15 km dari puncak merapi.

Sejak pukul 23.00, di tempat kami berada di Pakem, gempa vulkanik terasa semakin besar, dan gempa tersebut telah terjadi sejak pukul 6.00 pagi. dan pada pukul 24.15 mulai terjadi hujan abu yang dilanjuti dengan hujan pasir. Kemudian salah satu pengasuh kami, berkoordinasi dengan posko pusat yang berada di Kecamatan Pakem, dan mereka menganjurkan untuk melakukan evakuasi.

Memasuki pukul 01.30, Kecamatan pakem sudah mulai sepi dari penduduk, hanya dilalui beberapa mobil dan trus dari arah merapi membawa pengungsi. Setengah jam kemudian Pakem sudah menjadi semakin sepi, yang tertinggal hanyalah kita, dan beberapa puluh anggota TNI yang berkumpul di pinggir jalan sebagai team sweeping terakhir.

Akhirnya pukul 2.20 dinihari, kendaraan yang mengangkut kita datang, meskipun di perjalanan ke tempat kami, kendaraan tersebut mengalami kesulitan karena banyak nya jalan yang ditutup dan dilarang dilewati oleh TNI.

Alhamdulilah sekarang seluruh santri dan pengasuh, Insya Allah telah berada di tempat yang aman, meskipun dari para pengasuh tidak berpengaruh besar dari sisi mental dan trauma, tetapi banyak santri santri kita yang sedikit shock dengan apa yang terjadi pada saat evakuasi tersebut. Untuk sementara ini para santri akan tetap tinggal di tempat evakuasi sampai pemerintah mengumumkan kondisi aman untuk kembali.

Biar bagaimana pun bencana besar itu datang, Allah telah menentukan Qodho dan Qodar Nya, Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah untuk bertawakallah kepada Nya – karena hanya hal tersebut lah yang paling baik kita kerjakan, kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi nanti meskipun hanya beberapa detik kedepan saja.

“Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Kalau begitu tahukan kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya-lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri.” (QS.Az Zumar 38:39)

Terakhir Diperbaharui pada Jumat, 05 November 2010 08:36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *