Pada hati yang entah untuk siapa..
Aku menengadah pada hati yang entah untuk siapa
Kesana-kemari mencari celah
Pada rindu yang kujadikan pijakan
Langit sedang muram kala itu
Warnanya biru, namun seperti abu-abu
Ditataplah olehku, malah semakin kelabu
Serpihan debu pun menghampiriku
Berbisik tentang rasa yang kian menjadi lara
Aku mengadu pada tuan yang berdiri di sana
Di ujung jalan yang kutatap
Punggungnya semakin jauh, tak menetap
Aku berbalik arah dan mencoba tuk melangkah
Tapi tak ada yang berubah
Masih terdiam di tempat yang sama
Pada rasa yang kini hanyalah luka
Ramai-ramai bergumam di atas diam
Siapa tahu rindu membawamu kembali, ucapku. (Eva)
Entah Untuk Siapa











