Drama Baju Lap Idul Adha! Dari Paris ke Pondok Pesantren

Drama Baju Lap Idul Adha! Dari Paris ke Pondok Pesantren
Drama Baju Lap Idul Adha! Dari Paris ke Pondok Pesantren

Drama Baju Lap Idul Adha! Dari Paris ke Pondok Pesantren – Di balik kemeriahan Idul Adha di pondok pesantren, ada satu drama ritual unik yang tak luput dari perhatian, yaitu memilih baju lap, Bukan baju baru dari paris, bukan sarung bermotif elegan, melainkan drama menyortir baju lap.

Sebagai senjata andalan para santri dan pengasuh pondok pesantren dalam menghadapi peperangan menyambut hari kurban 6 juni besok.

Pencarian Di mulai dari Fashion Show Ala Gudang Bekas

H-2 Idul Adha, gudang tempat pakaian bekas di pondok berubah menjadi ajang thrifting yang paling sengit. Dua pengasuh dan seorang santri kecil sudah siap dengan misinya, yaitu mencari baju yang layak untuk lap.

Pengasuh Bunda Siti, dengan gaya fashion curator, ia mengangkat daster warna merah dan bermotif bunga, yang mungkin pernah tampil di Paris Fashion Week 1997. “Ini masih bagus, cuma sobek dikit di ketiak. Cocok buat lap kepala sapi”, katanya dengan sangat yakin.

Sementara itu, Bunda Rina mengernyit saat melihat tumpukan baju yang lebih mirip sisa-sisa garage sale. Celana legging zebra, piyama Hello Kitty, dan kaos oblong bergambar I ♡ Jogja“Astaghfirullah… ini celana atau kain pel?” gumamnya karena bingung.

Baca Artikel Berikut:

Di pojok ruangan, Rani salah satu santri kecil yang paling chill, hanya bermain HPsambil scroll – scroll. “Itu bagus bajunya Bun,… warnanya kayak feed di TikTok saya.”

Kriteria Baju untuk Lap Idaman para ibu ibu

Tidak sembarang baju bisa lolos seleksi,  Ada standar yang ketat:

  1. Harus bisa menyerap darah bukan hanya menyerap keringat dan rasa malas.
  2. Tidak terlalu bagus karena nanti malah di sayang, tidak jadi di pakai untuk lap.
  3. jangan terlalu jelek karena nanti dikira lapnya bekas tukang bengkel.
  4. Harus multifungsi sebagai  lap, alas duduk, atau hoodie darurat saat hujan.

Perang Bersejarah Rebutan Kemeja Flanel

Drama memuncak saat di temukan kemeja flanel bermerk ternama, yaitu sisa zaman kejayaan santri 2024. “baju Ini adalah saksi bisu saat pemotongan sapi 400 kilo tahun lalu!” seru Bunda siti, sambil tarik-tarikan baju dengan Bunda Rani.

Setelah dua jam penuh tawa, debat akhirnya terpilihlah 50 baju lap utama plus 20 cadangan yang statusnya masih di pertanyakan, ini baju atau taplak meja ya.

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Besok, ketika  darah hewan kurban sudah mengalir, para baju lap akan beraksi. Tidak ada sorotan kamera, tak ada pujian, tapi mereka tahu: tanpa baju lap, Idul Adha di pondok  pesantren menjadi berbeda dari tahun sebelumnya.

Karena, setiap hewan kurban yang tersungkur, terdapat selembar kaos bolong yang rela berkorban.

Kalau kamu tertawa, berarti pernah mengalami drama ini. Kalau belum? Ayo gabung tim pencari baju lap tahun depan di jamin ketawa dan bau amis yang tak terlupakan!

Baca Juga: Catat! Inilah 27 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025