Sabilulhuda, Yogyakarta: Dongeng Anak Tentang Kisah Nabi Idris & Nabi Nuh AS – Pada zaman dulu jauh sebelum kita lahir, bahkan sebelum kakek buyut kita ada di dunia ini, hiduplah dua nabi yang sangat mulia. Mereka adalah Nabi Idris dan Nabi Nuh AS. Keduanya diutus oleh Allah untuk membimbing manusia pada masa-masa awal kehidupan.
Walaupun hidup di zaman yang berbeda, tetapi kisah keduanya ini terdapat pelajaran yang begitu istimewa.
Kedua Nabi tersebut merupakan dua tokoh yang luar biasa yang selalu taat kepada Allah. Sekaligus juga memberikan contoh bagaimana menjadi seorang manusia yang baik, sabar, dan cinta kepada kebenaran.
1. Kisah Nabi Idris, Nabi yang Diangkat ke Langit
Masyarakat yang Mulai Lupa pada Allah
Nabi Idris hidup sekitar seribu tahun setelah Nabi Adam. Pada masa itu, manusia sudah banyak dan hidup tersebar di berbagai wilayah. Mereka bahkan telah berbicara dalam banyak bahasa. Namun, sayangnya, sebagian dari mereka mulai lupa kepada Allah.
Mereka kemudian membuat patung-patung dan menyembah dewa-dewa, seperti dewa api, ketika menghadapi masalah.
Suatu hari, datanglah musim kemarau yang panjang. Sehingga tanahnya menjadi kering, tanaman mati, sungai mengecil, dan hewan-hewan mulai kehausan. Manusia pada saat itu kebingungan, tetapi tetap tidak kembali kepada Allah. Mereka malah memohon hujan kepada dewa api. Tentu saja, hujan tidak akan turun setetes pun.
Melihat keadaan yang sedih ini, Nabi Idris mengajak kepada mereka agar kembali berdoa kepada Allah. Dengan lembut beliau berkata, “Hanya Allah yang mampu menurunkan hujan. Marilah kita memohon kepada-Nya dengan keikhlasan.”
Sebagian orang mengikutinya. Mereka berdoa bersama Nabi Idris. Dan benar saja, tidak lama kemudian, Allah menurunkan hujan yang lebat. Tanah menjadi subur kembali, tanaman tumbuh hijau, dan semua orang merasa bahagia.
Baca Juga:
Nabi Yang cerdas Dan Penyabar
Selain rajin beribadah, Nabi Idris adalah nabi yang sangat cerdas. Allah memberinya banyak keahlian. Beliau adalah manusia pertama yang bisa menulis, menghitung, dan memahami ilmu perbintangan. Tidak hanya itu, Nabi Idris juga ahli dalam menjahit!
Dahulu manusia memakai pakaian dari kulit hewan, tetapi Nabi Idris memperkenalkan pakaian berjahit yang rapi dan indah.
Setiap kali selesai menjahit pakaian, Nabi Idris tidak menjualnya. Ia selalu memberikan pakaian itu secara cuma-cuma kepada orang yang membutuhkan. Hatinya sangat lembut dan penuh belas kasih.
Beliau juga menerima 30 sahifah (lembaran wahyu) yang berisi petunjuk hidup. Setiap lembaran itu disampaikan kepada umatnya agar mereka kembali berjalan di jalan Allah.
Pertemuan dengan Malaikat Izrail
Karena sering melihat kebaikan Nabi Idris, Malaikat Izrail memohon kepada Allah untuk bertemu dengannya. Allah mengizinkannya, dan Izrail menemui Nabi Idris dalam bentuk manusia biasa.
Keduanya berbicara banyak hal. Nabi Idris sangat senang bisa berbincang langsung dengan makhluk mulia yang taat kepada Allah. Namun suatu hari, Nabi Idris menyampaikan keinginannya yang paling besar kepada Malaikat Izrail. Ia ingin merasakan kematian sekali saja, agar ia tahu seperti apa proses mencabut nyawa.
Allah mengizinkannya. Kemudian Izrail mencabut nyawa Nabi Idris ketika ia sedang tidur. Setelah itu, atas izin Allah pula, Nabi Idris dihidupkan kembali. Pengalaman itu membuat beliau semakin taat dan semakin kuat ibadahnya.
Nabi Idris Mengunjungi Surga dan Neraka
Tidak berhenti sampai di situ, Nabi Idris kemudian ingin melihat surga dan neraka. Ia memohon kepada Izrail, dan permohonannya kembali diizinkan oleh Allah. Izrail membawa Nabi Idris naik menembus langit.
Neraka tampak sangat menakutkan. Api yang besar, penjaga-penjaga yang menyeramkan, dan suasana yang gelap membuat Nabi Idris pingsan saat melihatnya.
Namun ketika mereka mengunjungi surga, Nabi Idris melihat pemandangan yang begitu indah. Sungai yang jernih, buah-buahan segar, tempat-tempat yang memancarkan cahaya, dan penjaga surga yang sangat rupawan.
Ketika tiba waktunya kembali ke bumi, Nabi Idris memohon untuk tinggal di surga. Karena kemuliaan dan cintanya kepada Allah, doa itu dikabulkan. Nabi Idris pun tinggal di surga, dan ia menjadi nabi yang Allah angkat ke tempat yang sangat tinggi.
Baca Juga:
2: Kisah Nabi Nuh yang Membawa Kapal Penyelamat
Setelah masa Nabi Idris berakhir, generasi demi generasi manusia kembali hidup di bumi. Namun lama-kelamaan, manusia kembali membangkang. Mereka membuat patung-patung besar, menyembahnya, dan lupa bahwa Allah adalah Pencipta segala sesuatu.
Kemudian Allah kemudian mengutus seorang nabi yang penyabar, yaitu Nabi Nuh A.S.
Nabi Nuh Mengajak Manusia Kembali ke Jalan Allah
Selama ratusan tahun, Nabi Nuh selalu mengingatkan kaumnya untuk kembali menyembah Allah. Beliau berbicara dengan lembut, rasa kasih sayang, sabar. Namun sebagian besar kaumnya menolak. Mereka mencemooh, mengejek, bahkan melemparkan batu kepada Nabi Nuh.
Walaupun begitu, beliau tidak pernah marah. Nabi Nuh terus berdakwah, berharap mereka bisa berubah. Ia ingin semua manusia diselamatkan dari kesalahan mereka sendiri.
Perintah Allah untuk Membuat Kapal
Setelah bertahun-tahun menasehati kaumnya tanpa hasil, lalu Allah memberi perintah kepada Nabi Nuh untuk membuat sebuah kapal besar. Ukurannya sangat besar, seperti sebuah rumah yang bisa bergerak di atas air.
Nabi Nuh membangunnya dengan penuh semangat. Namun kaumnya mengejek. “Untuk apa kapal di tengah gurun?” kata mereka sambil tertawa.
Namun Nabi Nuh tetap bekerja. Ia tahu bahwa apa pun yang Allah perintahkan pasti mengandung kebaikan.
Banjir Besar yang Mengubah Dunia
Ketika kapal tersebut selesai dibuat, Allah lalu memerintahkan Nabi Nuh untuk membawa pengikutnya yang beriman serta sepasang hewan dari setiap jenis. Tak lama setelah mereka naik ke kapal, hujan turun sangat deras. Air memancar dari tanah, sungai meluap, dan bumi tertutup air.
Kapal Nabi Nuh pun mengapung dengan tenang di tengah banjir besar yang dahsyat. Semua orang yang mengejek Nabi Nuh akhirnya tenggelam karena tidak mau mengikuti ajaran Allah.
Setelah berhari-hari berada di atas air, banjir itu akhirnya surut. Kapal Nabi Nuh mendarat di sebuah gunung bernama Gunung Judi. Dari sini, kehidupan manusia dimulai kembali melalui orang-orang yang beriman.
Pelajaran Indah dari Nabi Idris & Nabi Nuh
- Selalu taat kepada Allah, apa pun keadaan kita.
- Ilmu dan kebaikan adalah cahaya yang membuat hidup kita lebih indah.
- Kesabaran akan membawa kita pada kemenangan.
- Jangan sombong dan jangan lupa kepada Allah.
- Ikuti petunjuk Allah, karena itulah jalan keselamatan.
Kisah Nabi Idris dan Nabi Nuh mengajarkan bahwa setiap hamba yang taat kepada Allah akan dijaga dan diberikan jalan keluar dari setiap masalah. Untuk anak-anak, kisah ini menjadi contoh agar kita selalu berbuat baik, taat, dan tidak mudah menyerah.













