Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Doa Sholat Dhuha dan Artinya
Doa Sholat Dhuha dan Artinya
Doa Sholat Dhuha dan Artinya
Doa Sholat Dhuha dan Artinya

Doa Sholat Dhuha dan Artinya – Sholat dhuha termasuk salah satu sholat sunnah muakad atau yang sangat di anjurkan untuk di laksanakan. Karena banyak keutamaan dan fadhilahnya bila kita istiqomah melaksanakan sholat dhuha.

Banyak doa yang bisa kita panjatkan untuk bisa meraih keberkahan dalam kehidupan kita.

Sholat dhuha termasuk bentuk sedekah yang di lakukan oleh seluruh anggota tubuh, termasuk semua persendian di dalam tubuh. Seperti dalam hadits berikut:

Dari Abu Buraidah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat bertanya, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Itu bisa di wujudkan dengan menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua rakaat.” (HR. Ahmad, 5:354. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa hadits ini sahih di lihat dari jalur lain).

Berapa Raka’at Sholat Dhuha?

Sholat dhuha adalah sholat yang di lakukan setelah matahari terbit setinggi tombak sampai menjelang Tengah sebelum dhuhur. Sekitar jam 8-11.  Sholat dhuha di lakukan minimal  2 rakaat dan paling banyak  sampai 12 rakaat.

Di sunahkan setelah membaca Al Fatihah membaca surat  Asy Syams atau Al Kafirun pada rakat pertama dan surat Ad-Dhuha atau Al Ikhlas pada rakaat kedua.

Sebagaimana di riwayatkan Muslim, no. 1176, dari hadits Aisyah radhiallahu anha, dia berkata,

 كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللَّهُ.

“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam shalat Dhuha sebanyak empat (rakaat), kadang beliau menambah sesuai keinginannya.

Bacaan niat sholat Dhuha

Cara melakukan sholat dhuha sama sebenarnya dengan shalat sunah pada umumnya. Perbedaanya terletak pada pembacaan niat, doa dan waktunya.

 Berikut bacaan niat sholat dhuha:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushollii sunnatadh dhuhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta’aalaa.

Setelah membacakan niat, lakukan tata cara sholat pada umumnya yang terdiri dari 2 rakaat. Bisa di tambahi sesuai kemampuan masing-masing.

Doa Sholat Dhuha

Sholat dhuha bisa di lakukan secara sendirian maupun berjamaah. Setelah selesai sholat di anjurkan untuk membaca doa-doa.. Di kutip dari jatim.nu.or.id, di antara doa yang demikian di anjurkan sebagaimana di temukan di kitab-kitab fiqih Mazhab Syafii yaitu I’anatut Thalibin, Tuhfatul Muhtaj, dan Hasyiyatul Jamal.


Berikut ini lafal doa dan terjemahannya: 

 اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ


Allāhumma innad dhuhā’a dhuhā’uka, wal bahā’a bahā’uka, wal jamāla jamāluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. 

Artinya: Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu.  

 اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعْسِرًا (مُعَسَّرًا) فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

  Allāhuma in kāna rizqī fis samā’i fa anzilhu, wa inkāna fil ardhi fa akhrijhu, wa inkāna mu’siran (mu‘assaran) fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa inkāna ba‘īdan fa qarribhu, bi haqqi duhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika. ātinī mā atayta ‘ibādakas shālihīn.  

 Artinya: Wahai Tuhanku, jika rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah. Jika sukar atau di persulit (kudapat), mudahkanlah. Jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang salih.  

Anjuran Membaca Doa Berikut Ini

 Setelah itu, kita juga di anjurkan membaca lafal doa berikut ini:

  اَللهُمَّ بِكَ أُصَاوِلُ وَبِكَ أُحَاوِلُ وَبِكُ أُقَاتِلُ  

Allāhumma bika ushāwilu, wa bika uhāwilu, wa bika uqātilu.

  Artinya: Dengan-Mu, aku menerjang. Dengan-Mu, aku berupaya. Dengan-Mu, aku berjuang.  

 Sebagai penutup, kita dianjurkan juga untuk menutup doa shalat dhuha dengan lafal berikut ini sebanyak 40 atau 100 kali jika memungkinkan:

   رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

  Rabbighfir lī, warhamnī, wa tub ‘alayya, innaka antat tawwābur rahīm.  

Artinya: Tuhanku, ampunilah aku. Kasihanilah daku. Terimalah taubatku. Sungguh, Kau maha penerima Taubat dan maha penyayang.   Selamat mengamalkan !