Terakhir diperbarui: 26 Januari 2026
Sabilulhuda, Yogyakarta – Siapa sih yang pernah meminta sakit? Dalam doa pun kita meminta di beri kesehatan. Tetapi kalau sudah takdirnya sakit, kita juga tidak bisa menolaknya. Sakit merupakan salah satu bentuk ujian dari Nya.
Mukmin yang baik, saat sakit datang, bukan keluhan yang muncul, tetapi doa kepada Yang Maha Kuasa yang dipanjatkan.
Dalam islam sakit bisa menjadi wasilah penggugur dosa-dosa kita. Sebagaimana di jelaskan dalam hadis Al-Bukhari dan Muslim.
“Tidaklah seorang muslim di timpa suatu musibah berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sakitnya itu, sebagaimana sebatang pohon yang menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).
Oleh karenanya harus ikhlas menerima dan sabar dengan rasa sakit tersebut. Selain berikhtiar, tidak lupa panjatkan doa-doa kesembuhan kepada Allah SWT, dan memohon keberkahan dengan sakit tersebut.
Baca Juga: Doa Menjenguk Orang Sakit: Dan Keutamaan Menurut Islam
Doa Meminta Kesembuhan yang Bisa Dipanjatkan Saat Sakit:
1. Doa kesembuhan untuk diri sendiri
Di kutip dari laman NU Online, berikut bacaan doanya.
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillāh, (di baca 3 kali).
Artinya: “Dengan nama Allah.”
أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A’ūdzu billāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uhādziru, (di baca 7 kali).
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan.”
Baca Juga: Doa Agar Diberi Kesehatan
2. Doa kesembuhan untuk keluarga
Doa kesembuhan yang di baca Rasulullah SAW untuk keluarganya sebagaimana di riwayatkan dalam Bukhari dan Muslim dari Aisyah RA.
اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syāfi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman.
Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan rasa nyeri,”
Baca Artikel Berikut:

Waktu-Waktu Mustajab Untuk Berdoa https://sabilulhuda.org/waktu-waktu-mustajab-untuk-berdoa/
3. Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW membaca doa ini ketika meruqyah salah seorang sahabat.
امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ
Imsahil ba’sa rabban nāsi. Bi yadikas syifā’u. Lā kāsyifa lahū illā anta.
Artinya: Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau.
Baca Juga: SAKIT? BERDOA DAN BEROBATLAH
4. Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan baca doa berikut ini sebanyak 7 kali di hadapan orang yang sakit.
أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
As’alullāhal azhīma rabbal ‘arsyil ‘azhīmi an yassfiyaka.
Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”
5. Doa kesembuhan saat menjenguk orang yang sakit
Rasulullah SAW saat menjenguk Sa‘ad bin Abi Waqqash sebagaimana riwayat Imam Muslim berikut. Hanya saja kita mengganti nama Sa‘ad dengan nama orang sakit di hadapan kita.
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan. Allāhummasyfi Sa‘dan.
Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,”
Rasulullah SAW ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam sebagai riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.
لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ
Lā ba’sa thahūrun insyā’allāhu.
Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah,”
Baca Juga: Paling Menyentuh! 6 Doa untuk Orang Tua yang Wajib Diamalkan
Doa ini yang di baca oleh Rasulullah SAW ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni berikut ini.
شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ
Syafākallāhu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘āfāka fī dīnika wa jismika ilā muddati ajalika.
Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,”
Selain dengan doa Bahasa arab, kita juga bisa berdoa mohon keberkahan, kesabaran dan kesembuhan dengan bahasa sehari-hari , karena Allah Maha Mendengar apapun bahasanya.
Baca Juga: Memperbanyak Istighfar: Kunci Kehidupan yang Bersih dan Bermakna













