Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil Lereng Gunung Sumbing

Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil Lereng Gunung Sumbing
Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil Lereng Gunung Sumbing
Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil Lereng Gunung Sumbing
Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil Lereng Gunung Sumbing

Profil Desa Adipuro Kaliangkrik! Surga Kecil di Lereng Gunung Sumbing – Jika hidup adalah sebuah buku, maka Desa Adipuro di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, layak menjadi bab khusus yang penuh warna.

Desa ini seperti lukisan alam yang hidup dengan hijaunya perkebunan, udara sejuk, dan senyum hangat warganya menyambut siapa pun yang datang.

letaknya di lereng Gunung Sumbing, menjadikan Adipuro destinasi yang mempesona bagi yang rindu ketenangan dan keasrian pedesaan.

Desa yang Menghidupi

Adipuro bukan sekedar pemandangan yang indah. Desa seluas 500 hektar ini di huni sekitar 3.430 orang yang sebagian besar adalah berprofesi sebagai petani sayur dan wiraswasta di sektor pertanian.

Adipura sendiri, karena sudah cukub luas maka di bagi menjadi 2 dusun yaitu dusun Prampelan 1 dan Prampelan 2.

Tonton Video Lengkapnya: Profil Desa Adipuro, Kaliangkrik, Kab. Magelang

Yang menjadi pusat aktivitas warga, dengan hamparan kebun yang subur dan tertata rapi. Hasil bumi di sini bukan hanya menghidupi penduduk lokal, tapi juga berkontribusi untuk daerah di sekitarnya.

Untuk memperkuat ekonomi petani, Adipuro memiliki kelompok tani yang aktif mendukung kesejahteraan warga. Kerja keras mereka terbayar dengan panorama perkebunan yang selalu hijau, di hiasi aktivitas bertani yang berdenyut setiap hari.

Pendidikan dan Toleransi yang Mengakar

Meski berlokasi di pedesaan, Adipuro tak ketinggalan dalam hal pendidikan. Desa ini mempunyai tiga PAUD yaitu KB Tunas Melati, TK Amungsiwi, dan TK Bustanul Asfal. Serta satu SD Negeri, MI Al-Islam Muhammadiyah,  SMP dan SMK.

Di desa ini para generasi muda di ajak untuk kreatif dan berwawasan luas, tanpa harus ke kota besar.

Uniknya, meski masyarakatnya majemuk dengan dua ormas besar yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, tetapi kerukunan masih tetap terjaga. Perbedaan ini justru memperkaya kehidupan sosial, dengan toleransi yang di bangun sejak dini.

Kegiatan keagamaan seperti pengajian anak-anak di masjid menjadi pemandangan biasa, di iringi tawa ceria mereka usai belajar.

Kesehatan dan Tradisi yang Hidup

Kesehatan warga juga di perhatikan dengan adanya Puskesdes lengkap dengan bidan desa dan ambulans. Rutinitas Posyandu dan Posbindu di setiap RW menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat.

Budaya dan tradisi juga masih kental terasa di Adipuro. Berbagai acara adat dan keagamaan selalu di nanti. Yang menjadi wadah berkumpulnya warga dalam kebhinekaan. Desa ini membuktikan bahwa modernitas tidak harus menghilangkan nilai-nilai asli.

Alam yang Menyapa Jiwa

Yang paling bikin betah di Adipuro tentu saja alamnya. Udara segar, gemericik air, dan panorama Gunung Sumbing menjadi latar sehari-hari. Desa ini seperti reminder bahwa kebahagiaan bisa datang dari hal sederhana.

Melihat matahari terbit di antara kabut pagi, atau menikmati hasil panen langsung dari kebun.

Baca Juga: Belajar Dari Kota Petra

Seperti kata pepatah, “Tuhan menciptakan desa, manusia menciptakan kota.” Adipuro adalah bukti bahwa desa bukan hanya sekedar tempat untuk pulang. Tetapi juga ruang di mana kehidupan berjalan selaras dengan alam.

Untuk yang sedang mencari ketenangan, atau sekedar hanya ingin lari dari keramaian kota, Adipuro selalu membuka pintunya dengan senyuman.