Demo Ribuan Massa Di DPR Berujung Ricuh, Lalu Lintas Sempat Lumpuh – Aksi demonstrasi ribuan massa di depan gedung DPR/MPR RI pada Senin, 25 Agustus, berakhir ricuh. Aksi yang berlangsung hampir 10 jam itu diikuti oleh pelajar, mahasiswa, hingga sejumlah warga dan pengemudi ojek online (ojol).
Mereka menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari desakan pembubaran DPR hingga percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset.

Kericuhan pecah ketika massa berhadapan dengan aparat kepolisian yang memasang pagar besi setinggi 4 meter dan barikade beton di depan gedung DPR. Dorongan massa membuat sebagian barikade beton rusak, sementara sejumlah peserta aksi mengalami luka akibat benturan.
Massa bahkan sempat masuk ke jalur tol dalam kota dan melempar batu serta bambu runcing ke arah polisi. Kondisi ini menyebabkan lalu lintas di sekitar Jalan Gatot Subroto sempat terhambat.
Pagar DPR Dilumuri Cairan Licin
Di tengah aksi, pagar besi DPR juga dilumuri cairan menyerupai oli sehingga membuat permukaannya licin. Hal itu membuat massa kesulitan memanjat pagar untuk masuk ke gedung DPR. Aparat menyebut masih menyelidiki siapa pihak yang melakukan tindakan tersebut.
Baca Juga: Demo DPR RI: Massa Tuntut Transparansi Gaji Dan Tolak Tunjangan Fantastis
Mobil Hyundai Jadi Sasaran Amukan Massa
Bentrok berlanjut hingga kawasan Gerbang Pemuda, tepat di bawah flyover Senayan. Massa menyerang sebuah mobil Hyundai berwarna gelap yang melintas di tengah kerumunan. Kaca mobil pecah akibat lemparan batu.
Sementara seorang wanita berhijab yang menjadi penumpang terlihat ketakutan dan berusaha berlindung. Situasi makin panas setelah ada provokator yang berteriak bahwa mobil tersebut milik pejabat, meski faktanya tidak berpelat merah.
Polisi segera memukul mundur massa untuk mencegah kerusuhan meluas.
Kerusuhan ini menyebabkan sejumlah ruas jalan menuju Semanggi lumpuh. Namun menjelang malam, kondisi perlahan kembali normal dan lalu lintas di tol dalam kota bisa dilalui kembali.
Rapat DPR Terpaksa Dihentikan
Di saat kericuhan terjadi di luar gedung, Komisi I DPR RI sejatinya tengah menggelar rapat dengar pendapat terkait RUU Penyiaran. Namun rapat terpaksa dihentikan hanya setelah 30 menit berlangsung demi alasan keamanan.
Sementara itu, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengaku tidak mengetahui adanya aksi demo besar di DPR. Ia berdalih sejak pagi hingga sore mengikuti rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan.
Tuntutan Massa Jadi Sorotan Publik
Aksi 25 Agustus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan banyak pelajar dan mahasiswa. Tuntutan keras terhadap DPR dinilai sebagai bentuk kekecewaan rakyat terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada masyarakat.













