Berita  

Dekat dengan Warga! Begini Aksi Mahasiswa Hukum UIC Saat Lakukan Penyuluhan & KKN di Sabilulhuda

Sabilulhuda, Yogyakarta: Dekat dengan Warga! Begini Aksi Mahasiswa Hukum UIC Saat Lakukan Penyuluhan & KKN di Sabilulhuda – Universitas Ibnu Khaldun (UIK) Jakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan penyuluhan hukum dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang digelar di PP/PA Sabilul Huda pada 23 November 2025.

Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, serta seluruh keluarga besar Pondok Pesantren dan Panti Asuhan Sabilul Huda.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah berbagi ilmu, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi, dialog pemikiran, dan penguatan nilai kemasyarakatan. Dalam suasana yang penuh dengan kekeluargaan, acara dimulai dengan sesi perkenalan dan penyampaian informasi mengenai kampus. Disusul sambutan dari pihak fakultas dan pimpinan pondok pesantren.

Memperkenalkan Kampus Ibnu Khaldun Jakarta kepada Generasi Muda

Acara dibuka dengan sambutan dari Ibu Asti Asiska, S.M., Dekan Fakultas Hukum dan Humaniora UIK Jakarta. Beliau memperkenalkan UIK sebagai salah satu kampus yang berdiri kokoh di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur. Tepatnya di Jalan Pemuda 1 No. 97, berseberangan dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Dengan jumlah tujuh fakultas yang terus berkembang, UIK Jakarta hadir sebagai kampus yang membuka pintu bagi generasi muda untuk menapaki masa depan pendidikan tinggi.

Tujuh fakultas tersebut meliputi:

  • Fakultas Agama Islam
  • Fakultas Hukum dan Humaniora
  • Fakultas Ekonomi
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Ilmu Komunikasi
  • Fakultas Pertanian
  • Fakultas Farmasi (program terbaru)

Selain itu, UIK Jakarta juga telah membuka program Pascasarjana (S2) Hukum, yang menjadi salah satu unggulan dalam pengembangan akademik di bidang hukum.

Ibu Dekan menegaskan bahwa kampus menyediakan tiga jenis kelas perkuliahan:

  • Reguler pagi (Senin–Jumat)
  • Kelas khusus/karyawan (Kamis–Sabtu, sistem hybrid)
  • Kelas full online melalui kerja sama dengan mitra kampus

Tak hanya itu, UIK Jakarta juga telah bekerja sama dengan program Kartu Indonesia Pintar (KIP Kuliah). Yang memberi kesempatan bagi para siswa berprestasi dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa hambatan biaya.

Dosen Praktisi, Pembelajaran Bernilai Pengalaman

Salah satu keunggulan yang disampaikan dalam acara ini adalah komposisi tenaga pengajar UIK Jakarta, khususnya di Fakultas Hukum dan Humaniora. Mayoritas dosen merupakan praktisi profesional, bukan hanya akademisi murni. Mahasiswa dapat belajar langsung dari para:

  • Lawyer
  • Notaris
  • Konsultan Hak Kekayaan Intelektual
  • Mediator
  • Kurator

Keberadaan tenaga pengajar praktisi memberikan pengalaman belajar yang lebih realistis karena mahasiswa dapat mempelajari kasus nyata sekaligus memahami dinamika dunia profesi hukum.

UIK Jakarta juga memiliki rekam jejak alumni yang membanggakan. Beberapa tokoh nasional, seperti Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma’ruf Amin, serta Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, tercatat sebagai lulusan kampus ini. Hal ini menjadi bukti bahwa kampus memiliki kontribusi yang nyata dalam melahirkan pemimpin bangsa.

Baca Juga: Dekat dengan Warga! Begini Aksi Mahasiswa Hukum UIC Saat Lakukan Penyuluhan & KKN di Sabilulhuda

Sambutan Hangat dari Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Huda

Sambutan berikutnya di sampaikan oleh Kepala Pondok Pesantren Sabilul Huda, Bapak Sigit Hidayat Nuri. Beliau menyampaikan rasa syukur dan penghargaan atas kedatangan rombongan UIK Jakarta. Beliau menekankan pentingnya silaturahmi, dialog, dan pencerdasan sebagai bagian dari pembangunan generasi bangsa.

Dalam sambutannya, beliau juga mengangkat nama besar Ibnu Khaldun, yaitu tokoh ilmuwan Islam abad ke-14 yang menjadi inspirasi nama kampus UIK Jakarta. Beliau menjelaskan secara singkat biografi Ibnu Khaldun. Yaitu seorang sejarawan, sosiolog, filosof, ahli ekonomi, dan pemikir besar yang karyanya melampaui zamannya.

Karya monumental dari Ibnu Khaldun, Al-Muqaddimah, yang menjadi dasar ilmu sejarah dan teori sosial modern. Beberapa pokok pemikiran Ibnu Khaldun yang disampaikan antara lain:

  • Siklus bangkit-runtuhnya peradaban
  • Pentingnya ikatan nilai dan solidaritas sosial
  • Pengaruh ekonomi terhadap kestabilan politik
  • Konsep produktivitas, penawaran-permintaan, dan keadilan dalam kepemimpinan

Beliau menekankan bahwa generasi muda harus memiliki semangat untuk membaca, menganalisis, dan berdialog, bukan hanya sebatas belajar untuk mendapatkan ijazah. Pencerdasan bangsa hanya akan terwujud jika melalui kepekaan dalam berpikir, keberanian berdiskusi, dan kesadaran untuk menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.

Dialog, Edukasi, dan Penyuluhan Hukum yang Aplikatif

Setelah sambutan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi penyuluhan hukum yang dibawakan oleh mahasiswa Fakultas Hukum UIK Jakarta. Penyuluhan ini memberikan edukasi tentang berbagai isu hukum yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mulai dari hak-hak masyarakat, pentingnya pemahaman hukum sejak dini, hingga bagaimana generasi muda dapat berperan dalam menjaga keadilan sosial.

Sesi tanya jawab berlangsung sangat interaktif. Para santri dan peserta terlihat antusias mengajukan pertanyaan tentang persoalah hak cipta, hokum tanah, budaya, pernikahan dini, hingga hal-hal yang berkaitan dengan perkuliahan di UIK Jakarta.

Dari pihak fakultas, disampaikan pula bahwa UIK Jakarta membuka ruang seluas-luasnya bagi siswa dari daerah untuk melanjutkan pendidikan, termasuk melalui sistem hybrid yang memudahkan mereka agar tetap dapat kuliah tanpa harus selalu berada di Jakarta.

Menjalin Pertemanan, Menguatkan Nilai, dan Mengabdi kepada Masyarakat

Acara penyuluhan hukum dan KKN ini bukan hanya menjadi kegiatan formal. Tetapi juga menjadi jembatan hubungan baik antara dunia kampus dan masyarakat. Pondok pesantren menyambut dengan gembira, sementara para mahasiswa UIK mendapatkan pengalaman langsung berinteraksi, berdialog, dan mengabdikan ilmu yang mereka miliki.

Bapak Sigit Hidayat nuri menutup sambutannya dengan pesan penting: bahwa kebangkitan sebuah bangsa dimulai dari semangat kebersamaan, nilai-nilai keadilan, dan produktivitas yang dibangun oleh generasi mudanya.

Kegiatan ini menjadi bukti  bahwa pendidikan bukan hanya sebatas ruang belajar di kelas, tetapi sebuah pengabdian yang berdampak bagi masyarakat luas.