Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi Dan Inspirasi Yani Ambar Polah

Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi Dan Inspirasi Yani Ambar Polah
Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi Dan Inspirasi Yani Ambar Polah
Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi Dan Inspirasi Yani Ambar Polah
Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi Dan Inspirasi Yani Ambar Polah

Oleh:Ki Pekathik

Dari Akar Pertanian Hingga Puncak Kreasi dan Inspirasi Yani Ambar Polah – Di Yogyakarta, kota budaya yang kaya nilai-nilai luhur dan semangat gotong royong, seorang perempuan bernama lengkap Yani Ambar Polah memulai berkarya, yang juga dikenal sebagai Ir. Mursupriyani.

Lahir pada tanggal 28 Maret 1965, Yani adalah bukti nyata bahwa kegigihan, visi, dan kepedulian dapat membentuk sebuah perjalanan hidup yang luar biasa. Memadukan keberhasilan pribadi dengan kontribusi yang mendalam bagi masyarakat dan bangsa.

Kisah Yani Ambar Polah adalah deretan pencapaian yang diawali dari perjuangan yang mengalir, dari akar pendidikan hingga puncak kreasi dan inspirasi.

Fondasi Awal Sang Penggerak Akarnya Di Tanah Pelajar

Yogyakarta adalah kota yang membentuk karakternya dan menjadi saksi setiap langkah pendidikannya. Yani memulai perjalanan belajarnya di SD Kanisius Kumendaman Yogyakarta. Sebuah sekolah yang menanamkan nilai-nilai dasar dan disiplin sejak dini.

Kemudian, ia melanjutkan ke SMP Stella Duce 2 Suryodiningratan Yogyakarta, di mana bakat dan minatnya mulai terasah. Masa SMA di SMA N 2 Yogyakarta semakin memantapkan fondasi akademisnya. Sebelum akhirnya ia melangkah ke jenjang pendidikan tinggi di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

Memilih Jurusan Pertanian di UPN Veteran Yogyakarta pada tahun 1989 mungkin terlihat tidak linear dengan jalur karier yang kemudian ia tekuni. Namun, siapa sangka, latar belakang inilah yang justru membentuk cara pandangnya terhadap pertumbuhan, keberlanjutan.

Dan pentingnya merawat setiap aspek kehidupan, prinsip-prinsip yang kelak akan menjadi benang merah dalam setiap usahanya. Pendidikan di bidang pertanian memberinya pemahaman tentang siklus kehidupan, kesabaran dalam menunggu hasil, serta ketahanan dalam menghadapi tantangan alam.

Nilai-nilai ini, tanpa disadari, menjadi bekal berharga dalam menavigasi dunia bisnis dan organisasi yang penuh dinamika.

Dari Akuntansi ke Puncak Kepemilikan

Setelah menuntaskan studinya, Yani tidak langsung terjun ke dunia pertanian. Ia memulai perjalanan profesionalnya pada tahun 1987 sebagai Accounting di Griya Kriyasta Nugraha Gallery, Yogyakarta. Dua tahun pertama ini memberinya pemahaman mendalam tentang seluk-beluk keuangan dan operasional sebuah bisnis.

Keahlian ini, yang mungkin terlihat sederhana pada awalnya, adalah pijakan penting yang memungkinkannya melangkah lebih jauh.

Baca Juga:

Pada tahun 1989, Yani mengambil lompatan besar. Dengan bekal pengetahuan akuntansi dan pemahaman bisnis yang kian matang, ia dipercaya menjabat sebagai Manager Operasional di Griya Kriyasta Nugraha Gallery.

Delapan tahun di posisi ini (1989-1997) adalah masa yang krusial. Ia  mengelola operasional sehari-hari dan juga terlibat langsung dalam pengembangan strategi, pemasaran, dan pengembangan produk.

Di sinilah ia bersentuhan langsung dengan dunia mebel dan kerajinan, sebuah industri yang kelak akan menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas bisnisnya. Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam leadership, problem-solving, dan pengambilan keputusan di bawah tekanan.

Puncak dari evolusi kariernya datang pada tahun 1997. Dengan keberanian dan keyakinan akan visinya, Yani memutuskan untuk merintis jalan sendiri. Ia mendirikan dan menjadi Owner/Direktur PT. Yogya Indo Global, Yogyakarta, sebuah perusahaan yang fokus pada ekspor furnitur dan handicraft.

Langkah ini bukan tanpa risiko. Dunia ekspor menuntut pemahaman mendalam tentang pasar global, standar kualitas internasional, logistik yang kompleks, dan persaingan yang ketat. Namun, dengan semangat pantang menyerah dan kemampuan adaptasi yang tinggi.

Yani berhasil membangun PT. Yogya Indo Global menjadi pemain penting di industri ini. Perusahaan ini membawa produk-produk lokal ke kancah internasional dan membuka lapangan kerja serta mendukung para pengrajin lokal.

Dengan visi yang tajam melihat potensi pariwisata Yogyakarta, pada tahun 2000, Yani melebarkan sayapnya ke industri perhotelan dengan mendirikan dan menjadi Owner/Direktur PT. Bintang Fajar Hotel (BIFA), Yogyakarta.

Ini adalah bukti kemampuannya dalam diversifikasi bisnis dan melihat peluang di sektor yang berbeda. Kemudian, pada tahun 2018, ia kembali menunjukkan insting bisnisnya dengan menjadi Owner Upala Java Huize Homestay, Bantul, DIY, mengakomodasi tren homestay yang semakin diminati wisatawan.

Dan tak berhenti di sana, pada tahun 2022, ia meluncurkan Kopi Pitoe Resto & Eatery, semakin melengkapi portofolio bisnisnya di sektor pariwisata dan kuliner. Setiap lini bisnis baru adalah babak baru dalam perjuangannya, menunjukkan kemampuannya untuk terus berinovasi dan beradaptasi.

Pengabdian Di Dunia Organisasi

Di balik kesuksesan bisnisnya, Yani Ambar Polah adalah seorang yang sangat aktif dalam berorganisasi. Baginya, organisasi menjadi ajang pertemuan atau networking dan wadah untuk berkontribusi. Berbagi pengalaman serta memberdayakan orang lain.

Dedikasinya di dunia organisasi adalah bagian dari jiwa kepemimpinannya yang kuat dan kepeduliannya terhadap kemajuan bersama.

Dimulai pada tahun 1997, ia aktif sebagai Anggota dan Pengurus Bidang di ASMINDO (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia) Komda DIY selama 20 tahun. Pengalaman ini memberinya pemahaman mendalam tentang tantangan dan peluang di industri mebel dan kerajinan.

Serta memberinya platform untuk menyuarakan kepentingan para pelaku usaha. Kontribusinya di ASMINDO berlanjut hingga kini sebagai Dewan Penasehat DPP ASMINDO (Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia) sejak tahun 2017, menunjukkan pengakuannya sebagai figur senior yang disegani di industri tersebut.

Kiprahnya di organisasi wanita pengusaha juga sangat menonjol. Dari tahun 2007 hingga 2010, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Luar Negeri, IWAPI DIY (Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia). Pengalaman ini mengasah kemampuannya dalam menjalin relasi internasional dan mempromosikan produk-produk wanita pengusaha Indonesia ke pasar global.

Puncaknya, ia memimpin IWAPI DIY sebagai Ketua dari tahun 2012 hingga 2017, sebuah periode di mana ia menggerakkan banyak program pemberdayaan dan pengembangan kapasitas bagi wanita pengusaha di DIY.

Selain itu, Yani juga memiliki peran sentral dalam pengembangan pariwisata melalui keterlibatannya di WIPI (Wanita Industri Pariwisata Indonesia). Ia adalah Anggota WIPI DIY (2010-2015), kemudian menjabat sebagai Sekretaris WIPI DIY (2015-2019).

Bahkan menjadi Pendiri Wanita Industri Pariwisata Indonesia (WIPI) DIY pada tahun 2019. Peran ini terus berlanjut sebagai Sie. Bidang Pendidikan WIPI DIY (2019-2022), Penasehat WIPI DIY (2020-2022), dan saat ini sebagai Dewan Pengawas WIPI DIY (2022-sekarang).

Keterlibatannya yang panjang dan mendalam di WIPI menunjukkan komitmennya untuk memajukan sektor pariwisata yang merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Yogyakarta.

Tak hanya itu, Yani juga menjabat sebagai Ketua Alumni Fakultas Pertanian UPNVY dari tahun 2012 hingga 2017, membuktikan ikatan yang kuat dengan almamaternya. Peran-peran lain yang ia pegang mencakup Dewan Penasehat KKI DIY (Komunitas Kain Kebaya Indonesia) sejak 2019.

Pendiri dan Penasehat DPP KKI (Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia) juga sejak 2019. Ketua DPD Persikindo (Perkumpulan Srikandi Kreatif Indonesia) DIY sejak 2022. Pengawas Yayasan Yatim Piatu ANF sejak 2018.

Sekretaris Dewan Pertimbangan Ikatan Alumni UPN Veteran DIY sejak 2024. Dewan Pembina EPIK (Edukasi Peradaban Indonesia Kita) sejak 2024. Deretan organisasi ini menggambarkan betapa luasnya jangkauan pengaruh Yani Ambar Polah, dari ekonomi, pariwisata, budaya, hingga sosial dan pendidikan.

Proyek Dan Pengabdian Dalam Karya Dan Menginspirasi

Perjalanan Yani Ambar Polah terlihat dari jabatan-jabatan yang dipegangnya dan dari berbagai proyek yang berhasil ditanganinya. Sebagai eksportir furnitur dan handicraft, ia telah membawa produk-produk Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Ia juga terlibat dalam berbagai proyek interior, mulai dari interior furnitur rumah tinggal Anggota Dewan di Jakarta, kantor salah satu Partai di Yogyakarta, apartemen di Sudirman Tower, Rasuna Said. Hingga beberapa kafe dan restoran di Yogyakarta, Jakarta, Bekasi, dan Sumatera. Proyek-proyek ini menunjukkan kepercayaan klien terhadap kualitas dan profesionalisme Yani.

Yani juga menunjukkan kepeduliannya terhadap seni dan budaya dengan menangani furnitur untuk Cual Ishadi Museum, Pangkal Pinang. Ia juga berkontribusi pada pengembangan pariwisata lokal dengan mengerjakan furnitur untuk Tempat Wisata di Telogo Bawen, Semarang.

Bahkan, ia memperluas jangkauannya ke sektor kesehatan dengan mengerjakan interior dan furnitur untuk Klinik Mata di Yogyakarta.

Yani juga seorang narasumber yang aktif berbagi ilmu dan pengalamannya. Ia menjadi narasumber Kewirausahaan dan UMKM di Fakultas Ekonomi Janabadra DIY. Serta di beberapa Universitas dan Dinas DIY (UGM, Mercubuana, UPN).

Perannya sebagai praktisi untuk desa wisata di Kulon Progo DIY menunjukkan komitmennya pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Ia juga menjadi narasumber Mebel dan Kerajinan di Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah, berbagi pengetahuannya untuk kemajuan daerah lain.

Yani bahkan menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan sebagai motivator untuk pengelolaan sampah di Kulon Progo. Selain itu, ia juga menjadi narasumber untuk beberapa SMK Kriya Kayu dan beberapa kegiatan vokasi, mencerminkan perhatiannya pada pendidikan kejuruan.

Di atas semua itu, ia adalah seorang pemerhati dan mentoring UMKM serta pemerhati dan penggiat perusahaan, senantiasa siap membimbing dan mendukung para pelaku usaha muda.

Simfoni Perjuangan Yang Menginspirasi

Kisah Yani Ambar Polah adalah kisah tentang perjuangan yang tak pernah usai. Dari seorang mahasiswi pertanian, ia bertransformasi menjadi pebisnis ulung, pemimpin organisasi yang di segani, dan seorang inspirator.

Setiap tantangan yang ia hadapi di ubah menjadi peluang, setiap kegagalan menjadi pelajaran, dan setiap keberhasilan menjadi pijakan untuk melangkah lebih tinggi.

Hidup Yani adalah bukti bahwa kesuksesan sejati tdiukur dari dampak positif yang di berikan kepada sesama. Ia adalah sosok yang merangkul keberagaman, menjalin kolaborasi, dan senantiasa berinovasi.

Dari furnitur hingga kuliner, dari ekspor hingga homestay, dari ASMINDO hingga WIPI, dari mentoring UMKM hingga pengelolaan sampah, Yani Ambar Polah telah menorehkan jejak yang dalam dan bermakna.

Di usianya yang kini genap 59 tahun, Yani Ambar Polah tetap aktif dan bersemangat. Energi dan dedikasinya seolah tak pernah pudar. Ia adalah mercusuar inspirasi bagi banyak wanita pengusaha, bukti bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan hati yang tulus, setiap mimpi bisa menjadi kenyataan.

Yani Ambar Polah seorang pejuang yang terus mengabdi dan menginspirasi, pengusaha sukses dan terus merajut perjuangan yang tak akan pernah lekang oleh waktu. Perjalanan Ibu Yani adalah pengingat bahwa di setiap langkah yang kita ambil, ada potensi untuk tidak hanya membangun diri sendiri, tetapi juga memberikan kontribusi berarti bagi bangsa dan sesama.

Baca Juga: Eny Yaqut Dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Sumber Inspirasi 2021