Dapur Berantakan? Gunakan 7 prinsip Menata Ala Jepang

Dapur modern bernuansa cerah dengan kabinet putih, jendela besar, dan meja dapur yang rapi serta tertata minimalis.
Dapur rumah yang tertata rapi dengan pencahayaan alami, kabinet putih, dan meja dapur yang bersih menciptakan suasana nyaman dan lapang.

Sabilulhuda, Yogyakarta – Apakah dapur rumahmu  berantakan? Pernahkah terpikir bagaimana caranya merapikannya? trus mulia dari mana? Saking bingungnya akhirnya malah tidak bergerak. Dapur yang berantakan ternyata membawa pengaruh ke suasana hati.

Jadi hari terasa berantakan dan berat. Untuk menata dapur kitab isa meniru cara orang Jepang. Ada  Tujuh aturan beberes ala Jepang yang bikin hidup tenang.

Sering kita bangun dengan pikiran yang sebenarnya cukup bahagia. Tapi begitu masuk ke dapur, rasanya bahagia itu langsung kabur, karena dapur yang berantakan. Kita mencari satu barang malah ketemu yang laian, atau mencari wadah yang tutupnya entah kemana. Bahkan tidak jarang kita menyimpan barang yang sebenarnya tidak perlu hanya karena di buang sayang

 Semua barang yang tidak perlu itu ternyata menyimpan energi yang tidak enak. Mungkin inilah alasan kenapa orang Jepang begitu fokus pada decluttering. Karena mereka percaya rumah rapi itu bukan untuk gaya-gaya, tapi untuk menjaga ketenangan pikiran.

Decluttering adalah kegiatan menyortir barang-barang yang dimiliki sesuai dengan funginya guna membuat keadaan rumah menjadi lebih nyaman untuk ditempati.

Tujuh prinsip beberes yang sering dibahas dalam metode hidup rapi ala Jepang yang bisa di praktekkan

Baca Juga:

1. Simpan saja barang yang benar-benar sering dipakai.

Menyimpan barang yang hampir tidak pernah dipakai sebenarnya menjadi  beban. Begitu barang tersebut dilepasin, maka akan terasa lega. Seperti melepaskan beban yang menghimpit selama ini.

2. Satu kategori harus berada dalam satu tempat.

Di dapur banyak sekali barang, untuk memudahkan mencari, tata barang sesuai kategorinya. Dengan begitu tidak ada lagi drama mencari barang.

3. Barang yang datang harus lebih sedikit dari barang yang pergi.

Ini paling sulit terutama untuk ibu-ibu. Kadang kita lihat spatula lucu dan merasa seolah hidup kita akan lebih baik kalau punya itu. Padahal setelah dibeli ya akhirnya hanya membuat laci makin penuh.

Mulai sekarang belajarlah menahan diri. Setiap mau beli sesuatu, tanyakan pada diri sendiri apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut atau tidak.

4. Permukaan dapur harus dibiarkan lapang.

Seringkali banyak barang yang ada dimeja dapur, mungin toples-toples atau barang lain yang harus segera disimpan setelah digunakan. Saatnya kamu beresi barang-barang tersebut dan disimpan di tempat yang benar.

Biarkan hanya benda yang benar-benar sering di pakai yang ada di meja dapur. Maka mejanya terasa seperti bernapas. Dan kamu juga merasa ikut bernapas lebih lega.

5. Bahan makanan harus terlihat.

Dengan menyimpan bahan makanan atau bumbu-bumbu  di tempat yang bening maka akan mudah terlihat jelas, sehingga akan mencegah barang  sampai kadulawarsa tidak habis terpakai. Selain hemat, hal ini bikin dapur kelihatan lebih estetik walau wadahnya murah meriah.

Baca Juga:

6. Bersihkan sambil melakukan.

Seringkali kita mempunyai kebiasaan menumpuk cucian sampai selesai makan. Akibatnya mood langsung turun begitu melihat tumpukan itu.

Sekarang pelan-pelan mulailah membersihkan sedikit demi sedikit. Ternyata energi yang terbuang jauh lebih sedikit.

7. Jangan menyimpan barang yang menyimpan beban emosional.

Ini merupakan hal yang paling susah dan beban bagi sebagian orang. Kadang kita masih menyimpan barang kenangan, mungkin dari orang tua atau seseorang yang istimewa, sedangkan barang tersebut sudah tidak layak di pakai. Misalnya wajan atau panci atau alat lainnya. Untuk menyingkirkannya ada rasa bersalah dalam hati.

Dengan tidak menyimpan benda tersebut di dapur, maka kamu akan merasa menutup bab lama dan membuka ruang yang baru.

Dengan menerapkan hal-hal diatas maka suasana akan berubah. Bangun pagi rasanya lebih tenang. Tidak ada lagi rasa takut melihat dapur. Tidak ada lagi energi yang tersedot. Hanya karena pemandangan berantakan.

Perlu disadari kita para ibu sering membawa beban yang tidak terlihat. Kadang bukan masalah besar, hanya sudut-sudut kecil di rumah yang tidak pernah kita benahi. Ternyata sudut-sudut kecil itu bisa membawa pengaruh besar pada ketenangan batin kita.

Jadi, kalau merasa hidup sedang sumpek atau kepala terasa penuh, coba mulai dari dapur. Tidak perlu langsung banyak. Mulai dari satu laci, satu rak, satu kebiasaan kecil, perlahan rumah menjadi rapi, sementara hati pun ikut rapi.

Baca Juga: Kementerian PU dan BUMN Karya Percepat Pembangunan Tiga Dapur Makan Bergizi Gratis