Daily Live 6: Al quran.

Kamis, 21 Oktober 2010 14:08 M.Ihsaan E-mail Cetak PDF
Assalamu alaikum, hai saudara-ku sesama Muslim, dimanakah engkau meletakkan Al-quran mu? Apakah engkau mengetahuinya? mengingatnya? atau engkau melupakan sama sekali dimana engkau meletakannya?

Al Quran, adalah Kitab suci umat muslim, yang seperti kita kenal selama ini. Al Quran, sebagai sebuat kitab suci, sering kali kita tanpa sadar memberlakukan Al quran sebagai kitab yang benar benar suci, yang saking sucinya, sampai-sampai kita menyentuhnya pun tidak. Sehingga sering kita lihat di rumah kita, atau saudara saudara kita, Al quran tersebut tersimpan di lemari buku. Terjaga, terpelihara, jauh dari debu, lembab, jamur dan tersimpan rapi.
Padahal Allah SWT berfirman;
“ Dan apabila engkau membaca Al-Quran, Kami adakan suatu dinding yang tidak terlihat antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan Kami jadikan hati mereka tertutup dan telinga mereka tersumbat, agar mereka tidak dapat memahaminya, Dan apabila engkau menyebut Tuhanmu saja dalam Al-Qur;an, mereka berpaling kebelakang melarikan diri (karena benci)” (Q (17) S. Al-Isra’ : 45-46)

Apakah kita ingin dikatakan Allah, sebagai seseorang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, atau sebagai orang yang berpaling kebelakang melarikan diri karena benci? Sungguh, Alquran adalah petunjuk hidup kita, penuntun kita dalam mencari keselamatan dunia akhirat, tetapi mengapa kita lebih suka mendengarkan pendapat manusia dibandingkan membaca dan memahami “manual book” yang telah diturun oleh pencipta kita. Belum lagi kita membaca Hadist hadist nabi Muhammad SAW, sebagai contoh orang yang telah mengaplikasikan Al Quran secara sempurna di kehidupannya sebagai manusia seperti kita.

Apakah sebegitu beratnya membaca ayat – ayat quran? Apakah sebenarnya kita ini masih beriman (percaya) kepada Allah? Bagaimana kita bisa dikatakan beriman(percaya) kepada Allah, petunjuknya saja kita simpan dengan baik di lemari lemari kita.

Diriwayatkan dari Utsman r.a., dia berkata: Nabi SAW. Pernah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling utama diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran kemudian mengajarkannya kepada orang lain.” Riwayat Al Bukhari no. 5028

Apakah kita tidak ingin menjadi orang yang paling utama? Atau kita ingin menjadi orang yang paling kaya? Atau orang yang paling terkenal? Mana yang lebih tinggi menurut kita, lebih utama kah, atau lebih kaya, atau lebih terkenal, atau lebih baik atau lainnya?

Sungguh, membaca dan memahami Al Quran adalah hal yang tidak mudah, kami pun sebagai penulis juga sedang berusaha untuk melakukan dan membiasakan itu, tetapi mengapa kita tidak berusaha untuk mencoba mencari tahu, bagaimana kah menghadapi kehidupan dunia yang semakin mengkhawatirkan ini dengan membaca dan memahami Al Quran. Karena biar bagaimanapun bagi orang yang beriman kepada Allah, Al Quran adalah petunjuk utama dalam mencari keselamatan dunia akhirat.

Marilah kita sama sama budayakan membaca dan memahami Al Quran, semampu kita, kalau perlu mencari guru untuk membantu kita. Agar kita dapat dikatakan sebagai orang yang utama, dan yang paling penting agar kita tidak tersesat di kehidupan kita ini, sekarang dan nanti di akhirat.
Semoga kita mendapatkan rahmat, ridho dan barokahnya dari Allah SWT. Amiin.
Terakhir Diperbaharui pada Kamis, 21 Oktober 2010 14:12

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *