Update terakhir: 25 Januari 2026
Ditulis oleh:
Tim Editorial Herbal Nusantara – Penulis konten kesehatan berbasis literatur ilmiah dan pengobatan tradisional Indonesia.
Disclaimer:
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan diagnosis maupun saran medis dari dokter. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk kebutuhan nutrisi khusus.
Sabilulhuda, Yogyakarta – Osteoporosis kerap dijuluki sebagai silent disease. Penyakit ini berkembang secara perlahan tanpa adanya gejala yang jelas, hingga akhirnya tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Tak sedikit orang baru menyadarinya saat usia tak lagi muda, padahal upaya pencegahan seharusnya sudah dimulai sejak dini.
Salah satu faktor penting untuk mencegah osteoporosis adalah memastikan asupan makanan tinggi kalsium tercukupi setiap hari. Sayangnya, masih banyak orang yang mengira kalsium hanya bisa diperoleh dari susu. Padahal, sumber kalsium alami sebenarnya cukup beragam dan mudah ditemukan di sekitar kita.
Berikut 15 makanan tinggi kalsium terbaik untuk cegah osteoporosis, dilengkapi penjelasan ilmiah, tips konsumsi, serta panduan praktis agar kalsium terserap optimal oleh tubuh.
Mengapa Kalsium Sangat Penting untuk Cegah Osteoporosis?
Sekitar 99 persen kalsium dalam tubuh tersimpan di tulang dan gigi. Sisanya berperan penting dalam fungsi otot, kerja jantung, sistem saraf, dan pembekuan darah.
Menurut National Institutes of Health (NIH), kekurangan kalsium dalam jangka panjang dapat mempercepat pengeroposan tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada perempuan pascamenopause dan lansia.
Prof. Dr. Robert P. Heaney, ahli nutrisi tulang dari Creighton University, menjelaskan bahwa kepadatan tulang sangat dipengaruhi oleh kecukupan kalsium sejak usia muda. Semakin dini menabung kalsium untuk tulang, semakin kuat pula perlindungannya saat memasuki usia lanjut.
Baca Juga: Makanan Tinggi Kalsium, Ini Daftar Lengkap & Manfaatnya
15 Makanan Tinggi Kalsium Terbaik untuk Kesehatan Tulang
1. Susu sapi
Satu gelas susu sapi (sekitar 250 ml) mengandung kurang lebih 300 mg kalsium. Selain itu, susu juga kaya vitamin D yang berperan membantu penyerapan kalsium di dalam tubuh.
2. Yogurt
Yogurt mengandung kalsium yang cukup tinggi sekaligus probiotik yang baik untuk kesehatan pencernaan. Dalam sekitar 250 gram yogurt, terkandung kurang lebih 260–400 mg kalsium.
3. Keju
Keju, seperti cheddar dan parmesan, mengandung kalsium dan protein yang baik untuk tubuh. Makanan ini cocok dikonsumsi sebagai camilan sehat, tentu dengan porsi yang wajar.
4. Ikan Teri
Ikan teri dikonsumsi bersama tulangnya, sehingga menjadi salah satu sumber kalsium alami tertinggi. Dalam 100 gram ikan teri kering, terkandung lebih dari 1.000 mg kalsium.
5. Ikan Sarden
Sarden kalengan yang dikonsumsi bersama tulangnya juga sangat kaya kalsium. Selain itu, sarden mengandung vitamin D yang membantu penyerapan kalsium.
Baca Juga: Bukan Tanaman Biasa, Ini Manfaat Meniran untuk Kesehatan
6. Tahu
Tahu yang dibuat menggunakan kalsium sulfat dapat mengandung hingga 350 mg kalsium per 100 gram.
7. Tempe
Selain mengandung kalsium, tempe juga kaya protein dan isoflavon yang bermanfaat untuk kesehatan tulang, terutama pada perempuan.
8. Brokoli
Sayuran hijau ini mengandung kalsium, vitamin K, dan antioksidan yang berperan mendukung kepadatan tulang.
9. Pakcoy
Pakcoy termasuk sayuran rendah oksalat, sehingga kandungan kalsiumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan bayam.
10. Kale
Kale dikenal sebagai superfood berkat kandungan kalsium, vitamin C, dan antioksidan yang cukup tinggi.
Baca Juga: 10 Manfaat Sirih Cina, Tanaman Liar yang Disepelekan Tapi Ampuh
11. Kacang Almond
Dalam satu genggam kacang almond terkandung sekitar 75–80 mg kalsium, sekaligus lemak sehat yang baik untuk jantung.
12. Kacang Kedelai
Kedelai merupakan sumber kalsium nabati yang baik dan banyak diolah menjadi berbagai makanan sehari-hari.
13. Wijen
Biji wijen mengandung sekitar 90 mg kalsium per sendok makan, sehingga kerap digunakan dalam masakan tradisional.
14. Chia Seed
Selain kalsium, chia seed juga kaya magnesium dan fosfor yang penting untuk menjaga struktur tulang.
15. Susu Nabati Fortifikasi
Susu almond, oat, atau kedelai fortifikasi umumnya diperkaya kalsium setara susu sapi, sehingga cocok dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa.
Baca Juga: Rutin Konsumsi Rempah, Ternyata Bisa Perpanjang Usia
Cara Agar Kalsium Terserap Optimal
Mengonsumsi makanan tinggi kalsium saja tidak cukup. Tubuh membutuhkan dukungan nutrisi lain agar penyerapannya maksimal.
Peran Vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam membantu penyerapan kalsium di usus. Sumber alaminya cukup mudah ditemui, seperti sinar matahari pagi, ikan berlemak, dan telur.
Mengutip dari laman Boston University Medical Campus, Profesor kedokteran dari Boston University, Dr. Michael F. Holick, menjelaskan bahwa kekurangan vitamin D dapat membuat kalsium tidak dimanfaatkan secara optimal oleh tulang.
Dampak Kekurangan Kalsium yang Sering Diabaikan
Kekurangan kalsium dapat menimbulkan berbagai dampak bagi kesehatan, mulai dari tulang yang menjadi rapuh dan mudah patah, meningkatnya risiko osteoporosis, kram serta nyeri otot, gangguan irama jantung, hingga masalah pertumbuhan pada anak.
Kementerian Kesehatan RI juga menyebutkan bahwa osteoporosis banyak dipicu oleh asupan kalsium yang kurang sejak usia muda.
Tips Praktis Memenuhi Kebutuhan Kalsium Sehari-hari
Untuk memenuhi kebutuhan kalsium sehari-hari, cobalah mengombinasikan sumber kalsium hewani dan nabati dalam menu harian, serta pastikan asupan vitamin D tercukupi agar penyerapannya optimal.
Batasi konsumsi kopi, minuman bersoda, dan makanan tinggi garam, imbangi dengan olahraga beban ringan secara rutin, serta utamakan kalsium yang berasal dari makanan alami dibandingkan suplemen.
FAQ Seputar Makanan Tinggi Kalsium
1. Apakah minum susu saja sudah cukup?
Belum tentu. Kalsium sebaiknya berasal dari berbagai sumber agar nutrisinya seimbang.
2. Apakah suplemen kalsium aman?
Aman jika sesuai anjuran dokter. NIH menyarankan kalsium dari makanan alami sebagai pilihan utama.
3. Apakah bayam sumber kalsium yang baik?
Bayam mengandung kalsium, namun juga oksalat yang menghambat penyerapannya.
Sumber Referensi
National Institutes of Health – Calcium Fact Sheet
https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/
Harvard T.H. Chan School of Public Health – Calcium and Milk
https://www.hsph.harvard.edu
Kementerian Kesehatan RI – Osteoporosis
https://www.kemkes.go.id













