Curhatan Menyentuh Kalbu.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, kali ini saya akan bercerita tentang isi curhatan teman sekamar saya. isi curhatan itu begitu menyentuh hati saya dan saya serasa ingin menangis karena terharu atas curhatan nya, karena isinya itu adalah ketika dia rindu pulang ke kampung halaman. Jika kalian ingin mengetahui apa saja isi isinya kita baca sampai akhir yaa.

Isi curhatan tersebut adalah ketika dia rindu pulang ke rumah untuk menemui bapak/ ibunya berserta adik dan kakaknya yang sama sama rindu atas kepulangannya tersebut. Setelah lamanya waktu,kira kira kurang lebihnya sekitar satu tahun,ia pun belum bisa juga untuk pulang kembali ke kampung halamannya. Namun dia tetap sabar dan tabah,karena dia percaya akan ada senyuman setelah perjuangan nya.

ketika teman saya itu curhat,mata nya nampak berlinang air mata terpancar dimatanya. pernah dia bertekad ingin menerobos pondok pesantren demi untuk bisa pulang ke kampung halamannya sekadar untuk bertemu keluarga kecilnya itu. lalu saya sadarkan bahwa jika ia menerobos pondok pesantren untuk pulang, maka sesampainya di kampung halaman,pulangnya akan mendapatkan banyak cobaan.

Bagaimana tidak, kampung rumahnya berada si provinsi Jawa tengah lebih tepatnya di kota Banjarnegara yang kira kira jika pulangnya hanya berjalan kaki dia akan merasa capai,haus dan kelaparan suatu dia sedang melakukan perjalanan. Namun Alhamdulillah nya  setelah saya berikan saran dan nasehat yang cukup lama dan Cukup panjang dan banyak memakan waktu,akhirnya dia pun sadar setelah berpikir lebih mantap dan lebih dewasa,dan dia pun sadar bahwa apa yang saya ucapkan itu benar.lalu dia pun tersadarkan dan berjuang dengan cara memperbesar rasa bersabar,berdoa kepada Tuhan yang maha esa dan  mencoba untuk tetap tabah ketika dia belum bisa pulang ke rumahnya untuk bertemu keluarga  kecil nya yang sangat ia rindukan dan sangat ia sayangi.itulah usia curhatan teman sekamar saya yang sangat-sangat ingin pulang ke rumah untuk bertemu keluarga kecil nya. Sekian dari saya  dan terimakasih, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.***

(RISKI)