Cerita Part 21: Kisah Raja Parkit Yang Cerdik

Ilustrasi Raja Parkit yang cerdik memakai mahkota emas bersama burung-burung kecil di hutan, gaya kartun ceria seperti Cocomelon.
Raja Parkit yang cerdik sedang tersenyum di dahan pohon, dikelilingi burung-burung kecil yang gembira di hutan penuh bunga.

Kisah Raja Parkit Yang Cerdik – Dongeng anak memang mengandung banyak sekali dengan pesan moral yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup. Salah satunya adalah dongeng anak tentang kisah Raja Parkit yang Cerdik.

Cerita ini berasal dari ujung pulau Sumatera, tepatnya dari daerah Aceh. Kisah ini juga mengajarkan kepada kita tentang kecerdikan, kerja sama, dan pentingnya untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah apapun.

Ilustrasi Raja Parkit yang cerdik memakai mahkota emas bersama burung-burung kecil di hutan, gaya kartun ceria seperti Cocomelon.
Raja Parkit yang cerdik sedang tersenyum di dahan pohon, dikelilingi burung-burung kecil yang gembira di hutan penuh bunga.

Pertemuan Yang Menyenangkan

Alkisah, di sebuah hutan yang hijau nan rimbun, hiduplah seekor burung parkit yang bijaksana. Ia dikenal sebagai Raja Parkit karena selalu melindungi teman-temannya. Suatu hari, ada seekor ibu burung sedang memperlihatkan anaknya yang baru saja menetas.

Raja Parkit pun merasa sangat gembira. Ia kemudian bernyanyi dengan merdu bersama dengan semua parkit yang lain. Sampai suara nyanyian mereka itu terbawa angin hingga jauh, yang membuat hutan tersebut terasa semakin hidup.

Namun dengan kebahagiaan itu ternyata membawa malapetaka. Suara yang merdu dari kawanan parkit tersebut terdengar oleh seorang pemburu yang rakus. Pemburu tersebut dengan cepatnya, ia lalu  memasang jaring dan kemudian berhasil menangkap banyak burung, termasuk Raja Parkit sendiri.

Kecerdikan Sang Raja Parkit

Kawanan parkit merasa panik karena terjebak di dalam sangkar. Namun Raja Parkit tidak kehilangan akal. Ia meminta semua burung tersebut untuk berpura-pura mati.

Ketika pemburu itu melihat sangkar menjadi sepi tanpa suara, ia mengira semua burung itu sudah mati. “Ah, rugi sekali! Daripada tidak dapat uang, lebih baik aku kuburkan mereka,” gumam si pemburu. Maka saat itulah, ketika sangkar itu dibuka, semua parkit segera terbang bebas.

Sayangnya, Raja Parkit belum sempat keluar karena kakinya tersangkut oleh jaring. Ia kembali ditangkap dan dibawa pulang oleh si pemburu.

Baca Juga:

Ilustrasi kartun gaya Cocomelon menampilkan dua kelinci kecil memegang telur Paskah berwarna-warni dengan wajah gembira dan malu, sementara seekor kelinci lain berdiri di dalam gua dengan ekspresi marah.

Cerita Part 20: Kisah Kelinci Dan Pencuri Telur Hias https://sabilulhuda.org/cerita-part-20-kisah-kelinci-dan-pencuri-telur-hias/

Ditukar Dengan Uang Yang Banyak

Raja Parkit kemudian dimasukkan ke dalam sangkar dan digantung di depan rumah. Ia pun kembali memutar otak. Ketika ada seorang saudagar kaya yang lewat, Raja Parkit bernyanyi dengan suara yang sangat merdu.

Saudagar itu langsung terpikat dan menawarkan uang yang sangat banyak kepada si pemburu untuk membeli burung tersebut.

Sang pemburu tentu saja senang sekali karena mendapatkan keuntungan yang besar. Raja Parkit kemudian dibawa oleh saudagar ke rumahnya.

Bebas Dengan Cara Yang Cerdik

Selama dua hari, Raja Parkit tidak pernah berkicau lagi. Ia berpura-pura sakit dan lemah. Saudagar yang baik hati itu pun merasa kasihan. Ia mengira burung itu sudah tua dan tidak mampu bernyanyi lagi. Akhirnya, sang saudagar melepaskan Raja Parkit kembali ke alam bebas.

Begitu pintu sangkar telah di buka terbuka, Raja Parkit langsung terbang tinggi ke langit dengan penuh semangat. Ia kemudian kembali berkumpul bersama teman-temannya di hutan. Semua burung parkit bersorak gembira menyambut kepulangan sang raja.

Pesan Moral Kisah Raja Parkit

Dongeng anak dari Kisah Raja Parkit yang Cerdik ini mengajarkan kita bahwa kecerdikan bisa menjadi penyelamat dalam situasi yang sulit. Selain itu, cerita ini juga memberi pelajaran yang penting tentang:

  • Pentingnya kerja sama ketika menghadapi masalah.
  • Jangan mudah menyerah meskipun dalam keadaan terdesak.
  • Kebaikan hati akan membawa kebahagiaan, sebagaimana saudagar kaya yang rela melepaskan burung parkit.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud