Cerita Part 16: Guru Baru Untuk Kelinci

Ilustrasi bergaya Cocomelon menampilkan kelinci kecil Cici dan Bu Beru si beruang sedang membuat es krim cokelat bersama di dapur ceria.
Cici si kelinci dan Bu Beru si beruang terlihat gembira membuat es krim cokelat bersama di dapur penuh warna.

Guru Baru Untuk Kelinci – Pada suatu hari di sebuah sekolah hutan yang penuh dengan keceriaan, Cici si kelinci kecil selalu bersemangat untuk belajar. Ia memiliki guru kesayangannya yang bernama Bu Keki. Setiap hari, Bu Keki mengajar dengan penuh kasih sayang.

Namun, waktu terus berjalan. Hari itu akhirnya telah tiba, Bu Keki harus pensiun dan digantikan oleh guru yang baru.

Ilustrasi bergaya Cocomelon menampilkan kelinci kecil Cici dan Bu Beru si beruang sedang membuat es krim cokelat bersama di dapur ceria.
Cici si kelinci dan Bu Beru si beruang terlihat gembira membuat es krim cokelat bersama di dapur penuh warna.

Kecemasan Cici Yang Takut Guru Baru

Mendengar kabar tersebut, hati Cici pun penuh dengan rasa kecemasan. Ia teringat akan kejadian yang menakutkan ketika bertemu hewan buas sepulang dari sekolah. Maka sejak saat itu, Cici menjadi trauma dan takut jika harus berhadapan dengan hewan berbadan besar.

“Bagaimana jika guru baruku hewan yang buas? Bagaimana kalau dia ingin memakanku?” pikir Cici dengan perasaan takut.

Perkenalan Dengan Bu Beru Si Beruang

Keesokan harinya, para murid murid lalu dikumpulkan di dalam kelas. Kepala sekolah kemudian memperkenalkan guru baru mereka, yaitu Bu Beru si beruang. Melihat tubuhnya yang besar, Cici langsung panik.

Ia berteriak ketakutan dan langsung lari keluar kelas. Bu Beru merasa sedih. Ia tidak ingin murid-muridnya itu takut padanya, apalagi Cici.

Baca Juga:

Ilustrasi ubur-ubur hitam ceria dikelilingi ikan badut, kura-kura laut, dan hewan laut berwarna-warni di bawah laut bergaya animasi Cocomelon.

Cerita Part 15: Kisah Ubur-Ubur Hantu Di Laut Dalam https://sabilulhuda.org/cerita-part-15-kisah-ubur-ubur-hantu-di-laut-dalam/

Karena melihat kejadian itu, kemudian Bu Keki memberikan sebuah ide. Ia tahu bahwa Cici sangat menyukai es krim, terutama rasa cokelat. Maka, Bu Beru pun berinisiatif untuk membuat es krim khusus untuk Cici agar ia merasa nyaman.

Cici Dan Bu Beru Bekerja Sama

Pada keesokan harinya, Bu Beru datang ke rumah Cici dengan membawa bahan-bahan membuat es krim. Sayangnya, Bu Beru terlihat kikuk dan hampir mengacaukan adonannya.

karena melihat hal itu, lalu cici merasa kasihan dan dengan ragu-ragu menawarkan bantuan. “Boleh aku membantumu, Bu?” tanyanya dengan pelan.

Ketakutan Yang Perlahan Hilang

Dengan rasa gembira, Bu Beru mengizinkan. Mereka pun kemudian membuat es krim bersama. Ternyata, Cici sangat pandai dalam mengolah adonan. Perlahan-lahan ketakutan Cici mulai hilang. Ia justru merasa senang karena bisa memasak bersama gurunya.

“Wah, pintar sekali kamu, Cici. Sepertinya aku harus berguru padamu,” kata Bu Beru sambil tersenyum. Mendengar itu, Cici tertawa kecil. Es krim cokelat yang mereka buat pun akhirnya jadi. Rasanya manis dan segar, cocok sekali dimakan di hari yang panas.

Hari itu menjadi awal perubahan besar bagi Cici. Ia mulai melihat bahwa Bu Beru bukanlah hewan buas yang menakutkan, melainkan sosok guru yang baik hati dan menyenangkan. Sejak saat itu, Cici kembali bersemangat untuk sekolah lagi.

Hari Baru Yang Penuh Keceriaan

Keesokan harinya, Bu Beru mengajak semua murid belajar di luar kelas. Cici ikut bergabung dengan wajah yang ceria. Teman-temannya pun senang melihat Cici kembali berani. Hutan kembali dipenuhi dengan tawa dan keceriaan.

Pesan Moral Dari Kisah Guru Baru Untuk Kelinci

Dari kisah ini, anak-anak bisa belajar bahwa tidak semua yang tampak menakutkan itu benar-benar berbahaya.

Kadang, kita hanya perlu mengenal lebih dekat untuk mengetahui kebaikan seseorang. Seperti Cici yang akhirnya bisa menerima guru barunya dengan hati terbuka.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud