Evan Si Gajah Yang Pelupa Dengan Janjinya – Di sebuah hutan yang rindang, hiduplah seekor gajah bernama Evan. Evan terkenal baik hati, ramah, dan selalu ceria. Namun, ada satu sifat yang sering membuat teman-temannya gemas yaitu Evan sangat pelupa.
Suatu hari, saat matahari bersinar dengan teriknya. Evan berjalan-jalan dan melihat sebuah danau yang jernih. “Wah, segarnya air ini! Enaknya kalau berenang!” katanya sambil berlari menuju danau tersebut. Ia pun lalu bermain air dengan sangat gembira.

Tiba-tiba, datanglah temannya, Cici si Rusa. Dengan wajah sedikit kesal, Cici berkata,
“Evan, tidakkah kamu ingat kalau kau punya janji denganku?”
Evan kebingungan. “Janji? Janji apa ya?” tanyanya dengan polos.
“Astaga, Evan! Kamu berjanji akan membantuku mengangkut kayu untuk memperbaiki rumahku,” jawab Cici.
Evan tertunduk malu. “Aduh, maafkan aku, Cici. Aku benar-benar lupa. Tadi sudah menuju ke rumahmu, tapi malah tergoda untuk berenang.”
Akhirnya, Evan pun menepati janjinya. Ia membantu Cici membawa kayu-kayu besar dengan belalainya. Setelah selesai, Cici tersenyum lega. “Terima kasih, Evan. Tapi lain kali, cobalah jangan mudah lupa ya.”
Undangan Pesta Dari Mili
Tak lama kemudian, datanglah Mili si Kelinci. Ia melompat dengan ceria sambil membawa keranjang bunga.
“Teman-teman, besok sore aku akan mengadakan pesta di rumahku untuk menyambut musim semi. Jangan lupa datang ya!” katanya dengan riang.
Baca Juga:

Cerita Part 13: Asal Usul Burung Beo Si Peniru Suara https://sabilulhuda.org/cerita-part-13-asal-usul-burung-beo-si-peniru-suara/
Evan pun bersemangat. “Wah, pesta! Aku pasti datang!”
Cici mengingatkan, “Benarkah kamu tidak akan lupa lagi, Evan?”
Evan tersenyum, “Kalau soal pesta, aku pasti ingat!”
Namun, saat ia pulang, pikirannya kembali melayang-layang. Ia takut lupa lagi. “Bagaimana supaya aku tidak lupa? Ah, aku harus membuat tanda.”
Karena tidak punya kertas dan pensil, Evan mengambil pita kecil. Ia mengikatkannya di belalainya. “Kalau aku melihat pita ini, aku akan ingat ada janji penting!”
Sayangnya, keesokan harinya Evan malah bingung. “Pita ini artinya apa ya? Janji dengan siapa?” Ia pun berkeliling hutan mencari teman-temannya.
Ia bertanya pada Rubah dan Tupai, tetapi ternyata tidak ada janji dengan mereka. Hingga akhirnya, Tupai menyarankan, “Coba saja pergi ke rumah Mili. Dia pasti tahu.”
Evan Tidak Lagi Lupa
Evan pun segera berlari menuju rumah Mili. Betapa terkejutnya ia saat tiba, rumah Mili sudah dihias meriah dengan bunga warna-warni dan makanan yang lezat.
Mili menyambutnya dengan senyum lebar. “Selamat datang, Evan! Untung kamu ingat pestaku.”
Evan tertawa kecil, “Ah, iya… akhirnya aku ingat janji denganmu, Mili.”
Teman-temannya bersorak gembira karena Evan berhasil datang tepat waktu. Mereka lalu menari, bernyanyi, dan menikmati hidangan bersama.
Di tengah pesta, Evan belajar sesuatu yang sangat berharga. Ia sadar bahwa janji adalah hal penting yang harus dijaga. Meski ia pelupa, tetapi ia berusaha mencari cara agar tidak mengecewakan teman-temannya lagi.
Sejak hari itu, setiap kali membuat janji, Evan selalu mencari cara untuk mengingatnya—entah dengan tanda, catatan, atau bantuan dari teman-temannya.
Pesan Dari Dongeng Ini
Anak-anak, dari kisah Evan Si Gajah yang Pelupa ini, kita bisa belajar bahwa menepati janji adalah tanda tanggung jawab dan kasih sayang kepada teman. Kalau kamu sering lupa, buatlah catatan kecil atau tanda agar janji yang sudah diucapkan tidak terabaikan.
Dengan begitu, semua teman akan senang, dan kita pun bisa menjadi pribadi yang dapat dipercaya.













