Cerita Anak Muslim (Part-7): Kisah Qithmir Anjing Ashabul Kahfi

Ilustrasi Qithmir, anjing setia Ashabul Kahfi, menjaga para pemuda beriman yang beristirahat di dalam gua dengan suasana hangat bergaya animasi Aladdin.
Qithmir, anjing setia yang menjaga para pemuda Ashabul Kahfi di mulut gua, menjadi simbol kesetiaan dan keimanan yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

Cerita Anak Muslim (Part-7): Kisah Qithmir Anjing Ashabul Kahfi – Di sebuah negeri yang makmur bernama Afsus, hiduplah seekor anjing yang besar bernama Qithmir. Tubuhnya yang gagah dan juga suaranya sangat lantang, tapi siapa sangka, hati si anjing tersebut sangat lembut dan setia.

Ia bukanlah anjing biasa, ia adalah sahabat para pemuda beriman yang kisahnya diabadikan Allah dalam Al-Qur’an, yaitu Ashabul Kahfi.

Ilustrasi Qithmir, anjing setia Ashabul Kahfi, menjaga para pemuda beriman yang beristirahat di dalam gua dengan suasana hangat bergaya animasi Aladdin.
Qithmir, anjing setia yang menjaga para pemuda Ashabul Kahfi di mulut gua, menjadi simbol kesetiaan dan keimanan yang diabadikan dalam Al-Qur’an.

Negeri Afsus Dan Raja Yang Zalim

Pada masa itu, negeri Afsus di pimpin oleh seorang raja yang zalim bernama Dikyanus. Ia sangat sombong dan ingin di sembah layaknya tuhan. Semua rakyatnya tunduk kepada sang raja karena mereka takut, namun masih ada dari sekelompok pemuda yang menolak.

Mereka hanya ingin menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi.

Raja Dikyanus menjadi murka. Ia lalu memerintahkan pasukannya untuk menangkap para pemuda tersebut. Di dalam rasa ketakutannya tersebut, kemudian para pemuda itu berdoa agar Allah dapat melindungi mereka. Dan di situlah Qithmir lalu hadir, anjing setia yang Allah kirimkan untuk menemani dan menjaga mereka.

Qithmir, Sahabat Setia yang Dikirim Allah

Dengan langkahnya yang mantap, kemudian Qithmir menuntun para pemuda itu menuju ke sebuah gua di daerah Aman, Yordania. Di sanalah mereka semua bersembunyi, berlindung dari kejaran prajurit sang raja.

Setiap kali ada orang yang mendekat, Qithmir berdiri di depan mulut gua dengan tubuh yang tegap dan suara gonggongan yang keras, membuat siapa pun takut untuk masuk ke dalam gua tersebut.

Baca Juga:

Ilustrasi bergaya Aladdin menampilkan Fuḍail bin ‘Iyāḍ sedang terkejut di bawah sinar bulan, mengenakan jubah cokelat dan sorban abu-abu, memegang pisau di dekat kandang domba.

Cerita Anak Muslim (Part-6): Pencuri Yang Bertaubat https://sabilulhuda.org/cerita-anak-muslim-part-6-pencuri-yang-bertaubat/

Tidur Panjang Di Dalam Gua

Hari demi haripun berlalu. Para pemuda tersebut mereka semuanya berdoa dan berzikir di dalam gua, sementara sang anjing Qithmir berjaga tanpa merasa lelah. Hingga pada suatu hari, rasa kantuk yang amat berat datang menghampiri para pemuda tersebut.

Perlahan, satu per satu mereka tertidur. Qithmir pun ikut terlelap di depan pintu gua, demi menjaga sang tuannya.

Allah menidurkan mereka selama 300 tahun lebih. Waktu terus berjalan, sampai raja yang zalim telah tiada. Dan negeri Afsus sudah berubah menjadi tempat yang di pimpin oleh raja yang beriman dan juga bijaksana.

Terbangun Setelah Ratusan Tahun

Ketika para pemuda itu terbangun, mereka merasa heran. Rambut dan jenggot mereka telah panjang, dan dunia di sekitar mereka tampak sangat asing. Salah satu pemuda pun turun ke kota untuk membeli makanan, namun penduduk tersebut langsung terkejut karena melihat uang yang di bawanya.

“Dari mana kau mendapatkan uang ini? Uang ini sudah tidak berlaku sejak 300 tahun yang lalu!” kata salah seorang pedagang.

Barulah mereka sadar bahwa Allah telah menidurkan mereka begitu lama. Sebuah mukjizat besar yang menunjukkan kekuasaan-Nya.

Kisah ini mengajarkan kita bahwa Allah selalu menolong hamba-Nya yang beriman dan sabar.

Dari cerita ini, kita bisa belajar bahwa kesetiaan, iman, dan keberanian adalah nilai yang tak lekang oleh waktu. Bahkan seekor anjing yang tulus bisa mendapatkan tempat mulia karena keimanannya dan kesetiaannya kepada orang-orang saleh.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud