Cerita Anak Muslim (Part-6): Pencuri Yang Bertaubat

Ilustrasi bergaya Aladdin menampilkan Fuḍail bin ‘Iyāḍ sedang terkejut di bawah sinar bulan, mengenakan jubah cokelat dan sorban abu-abu, memegang pisau di dekat kandang domba.
Fuḍail bin ‘Iyāḍ saat hendak mencuri seekor domba di malam hari, sebelum hatinya tersentuh oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengubah seluruh hidupnya.

Cerita Anak Muslim (Part-6): Pencuri Yang Bertaubat – Pada suatu malam yang sunyi, di tengah gelapnya kampung kecil, tampak seorang lelaki sedang berjalan perlahan lahan. Namanya Fuḍail bin ‘Iyāḍ. Ia dikenal sebagai seorang pencuri yang lihai dan juga pemberani. Malam itu, ia berniat mencuri seekor domba milik seorang saudagar kaya.

Dengan membawa pisau tajam yang di tangannya, Fuḍail lalu menyelinap masuk ke kandang dan menyembelih seekor domba tanpa suara. Ia tahu betul setiap gerakannya akan berisiko. Bila ia sampai ketahuan, nyawanya bisa melayang.

Namun pada malam itu, keberuntungan masih berpihak padanya. Ia berhasil membawa pulang hasil curiannya dengan selamat.

Ilustrasi bergaya Aladdin menampilkan Fuḍail bin ‘Iyāḍ sedang terkejut di bawah sinar bulan, mengenakan jubah cokelat dan sorban abu-abu, memegang pisau di dekat kandang domba.
Fuḍail bin ‘Iyāḍ saat hendak mencuri seekor domba di malam hari, sebelum hatinya tersentuh oleh lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengubah seluruh hidupnya.

Dari Pencuri Kecil Menjadi Perampok Yang Ditakuti

Beberapa tahun pun sudah berlalu. Fuḍail tidak lagi hanya mencuri domba saja. Tetapi ia kini sudah terkenal sebagai perampok jalanan yang ditakuti. Banyak dari kafilah dagang yang gentar bila mereka itu mendengar namanya.

Karena Ia merampok, bahkan ia terkadang membunuh tanpa ragu. Di matanya, hidup hanyalah sebuah permainan antara keberanian dan ketakutan.

Teman-temannya sering menasihati, “Wahai Fuḍail, hentikanlah perbuatanmu. Kembalilah ke jalan Allah.”
Namun ia hanya tertawa. “Aku tidak takut pada siapa pun, bahkan pada Tuhan yang kalian sembah,” jawabnya dengan angkuh.

Rencana Perampokan Yang Mengubah Hidup

Suatu hari, Fuḍail mendengar kabar tentang seorang saudagar kaya yang baru saja pindah ke kota. Rumahnya megah, penuh dengan perhiasan dan barang yang berharga. Tanpa pikir panjang, Fuḍail pun menyiapkan rencana untuk merampok rumah itu di malam harinya.

Baca Juga:

Ilustrasi Hindun binti Utbah r.a di depan Ka'bah setelah Fathu Makkah dengan suasana damai bergaya animasi Aladdin.

Cerita Anak Muslim (Part-5): Kisah Teladan Hindun binti Utbah r.a https://sabilulhuda.org/cerita-anak-muslim-part-5-kisah-teladan-hindun-binti-utbah-r-a/

Dengan kelincahannya, ia memanjat pagar dan naik ke lantai dua di rumah itu. Tapi langkahnya langsung terhenti ketika ia mendengar suara yang begitu merdu. Suara itu bukan nyanyian, melainkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an yang di bacakan dengan penuh penghayatan.

Hatinya lalu bergetar. Ia terpaku. Ayat-ayat itu seakan menembus kerasnya hati seorang perampok yang selama ini tak kenal takut. Ia tak bisa lagi bergerak. Tubuhnya lemas, dan air matanya mulai menetes tanpa sadar.

Tangisan Taubat Di Tengah Malam

Malam itu menjadi titik balik dalam hidupnya. Fuḍail segera meninggalkan tempat itu dan berlari menuju reruntuhan bangunan di tepi kota. Di sana ia bersujud, menangis sejadi-jadinya sambil berdoa,

“Ya Allah, apakah Engkau masih akan mengampuniku? Aku telah terlalu lama melupakan-Mu…”

Sejak malam itu, hidup Fuḍail pun mulai berubah. Ia meninggalkan dunia kelamnya dan berangkat ke Kufah untuk menuntut ilmu agama. Dengan tekadnya yang kuat dan hati yang benar-benar bertaubat, ia belajar dari para ulama besar di sana.

Waktu pun berlalu. Siapa sangka, Fuḍail yang dulu perampok kini menjadi seorang ulama besar yang ahli dalam ilmu hadis. Namanya dikenang bukan lagi sebagai pencuri, melainkan sebagai hamba Allah yang bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Hikmah Yang Bisa Kita Ambil

Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni Allah, selama kita benar-benar menyesal dan bertaubat. Allah Maha Pengampun, dan pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan yang benar.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud