Cerita Anak Muslim (Part-26): Kisah Iblis Jahat Dan Penebang Pohon

Ilustrasi kartun kisah islami anak berjudul Iblis Jahat dan Penebang Pohon, menampilkan penebang pohon yang marah memegang kapak dan kakek tua misterius di bawah pohon besar yang disembah orang.
Adegan dongeng anak muslim “Iblis Jahat dan Penebang Pohon”, saat penebang pohon bertemu kakek tua yang ternyata adalah iblis penyamar.

Sabilulhuda, Yogyakarta: Kisah Iblis Jahat Dan Penebang Pohon – Ada sebuah kisah yang menarik yaitu menceritakan tentang seorang penebang pohon yang saleh dan rajin beribadah. Ia dikenal suka menasihati orang agar tidak berbuat maksiat. Namun, pada suatu hari, ia diuji oleh iblis dalam bentuk yang sangat halus, yaitu ujian tentang keikhlasan hati.

Kisah ini berjudul “Iblis Jahat dan Penebang Pohon”, dan menjadi pelajaran yang berharga bagi setiap muslim, tua maupun muda.

Awal Kisah Pohon Yang Disembah

Pada suatu hari, ada sang penebang pohon yang sedang berjalan menuju kota untuk bekerja. Di tengah perjalanan tersebut, ia mendengar kabar bahwa di dekat kota, ada sekelompok orang yang menyembah sebuah pohon besar. Mereka berdoa dan memohon rezeki pada pohon itu, bukan kepada Allah.

Mendengar hal itu, sang penebang pun langsung marah.
“Ini tidak boleh dibiarkan! Hanya Allah yang berhak disembah,” katanya dalam hati.

Maka dengan membawa kapak di tangannya, ia lalu bergegas menuju tempat pohon besar itu tumbuh. Namun sebelum penebang sampai, datanglah seorang kakek tua yang menghadangnya.

Pertemuan Dengan Kakek Misterius

“Kau mau ke mana, anak muda?” tanya si kakek dengan nada lemah lembut.
“Aku hendak menebang pohon besar itu! Orang-orang telah menjadikannya sebagai sesembahan,” jawab sang penebang dengan tegas.

Si kakek berusaha mencegahnya, “Biarkan saja mereka. Tidak usah ikut campur.”
Namun sang penebang tetap bersikeras. Akhirnya, keduanya terlibat dalam perkelahian.

Baca Juga:

Dengan pertolongan Allah, penebang pohon berhasil mengalahkan si kakek tersebut. Saat itu, kakek tua itu mencoba membujuknya,

“Jika kau bersedia tidak menebang pohon itu, aku akan memberimu dua dinar di bawah bantalmu setiap pagi.”

Tawaran itu membuat sang penebang terdiam. Dua dinar bukanlah jumlah yang sedikit. Ia berpikir, “Dengan uang itu, aku bisa menafkahi keluargaku tanpa harus bekerja berat.”

Akhirnya, ia setuju dan pulang ke rumah tanpa menebang pohon itu.

Dua Dinar Yang Mengubah Hati

Pada keesokan harinya, sang penebang benar-benar menemukan dua dinar di bawah bantalnya. Ia pun bersyukur. Setiap pagi, uang itu terus muncul. Hidupnya menjadi mudah. Ia mulai jarang bekerja, dan pelan-pelan, hatinya dipenuhi rasa nyaman oleh kemalasan dan cinta dunia.

Namun pada hari ketujuh, dua dinar itu tidak muncul lagi. Ia panik.
“Ke mana uangnya?!” teriaknya marah. Ia dan istrinya mencari di setiap sudut rumah, namun tak ada hasilnya.

Karena merasa ditipu, sang penebang pun kembali mengambil kapaknya dan berangkat untuk menebang pohon itu. Ia berniat menepati niatnya yang dulu.

Pertarungan Kedua Dan Terungkapnya Kebenaran

Ketika laki laki tiba di tempat itu, kakek tua kembali lagi muncul dan mencegahnya. Kali ini, saat mereka berkelahi, si penebang dengan mudah dikalahkan. Ia terkejut dan tak bisa melawan.

Kakek tua itu tertawa, lalu berkata dengan suara yang menggelegar.

“Ketahuilah, aku adalah iblis yang menyamar! Saat pertama kali kau datang, niatmu ikhlas karena Allah, maka Allah menolongmu dan aku kalah. Tapi kali ini, kau datang karena marah dan kecewa tidak mendapatkan uang. Maka Allah tidak lagi menolongmu.”

Sang penebang lalu terdiam. Air matanya menetes. Ia menyesal, karena ternyata iblis berhasil menipunya lewat harta yang membuatnya lupa pada niat awal.

Baca Juga:

Hikmah Dari Kisah Iblis Dan Penebang Pohon

Maka sejak hari itu, sang penebang pohon dan istrinya bertaubat kepada Allah. Mereka bertekad untuk hidup sederhana, bekerja dengan jujur, dan tidak lagi tergoda oleh harta yang datang tanpa usaha. Ia belajar satu hal penting bahwa keikhlasan adalah kekuatan terbesar dalam beramal.

Kisah ini mengajarkan kepada kita semua bahwa setan tidak selalu datang dengan rupa yang menakutkan. Kadang, ia datang dengan cara yang manis, menjanjikan kemudahan, dan membisikkan rasa kenyamanan. Namun di balik itu semua, ada jebakan yang bisa mencabut iman dari hati kita.

Pesan Moral Untuk Anak Muslim

  • Ikhlas karena Allah: Setiap amal baik harus diniatkan semata-mata karena Allah, bukan karena dunia.
  • Jangan tergoda harta: Uang memang penting, tapi jangan sampai membuat kita lupa pada tujuan akhir hidup ini.
  • Iblis itu licik: Ia bisa datang dalam bentuk apa saja, bahkan sebagai “kakek yang baik hati”.
  • Kuatkan iman dan doa: Hanya dengan pertolongan Allah kita bisa menang melawan godaan setan.

Dongeng “Iblis Jahat dan Penebang Pohon” ini bukan hanya kisah untuk anak-anak, tapi juga untuk mengingatkan bagi kita semua. Bahwa amal yang kecil namun ikhlas lebih berharga di sisi Allah daripada amal yang besar tetapi tercampur oleh keinginan duniawi.

Semoga kisah ini dapat menumbuhkan semangat untuk terus menjaga niat, bekerja keras dengan jujur, dan selalu berdoa agar hati kita selalu dijaga dari tipu daya setan.

Baca JugaBuku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud