Cerita 8: Roti Isi Lada Si Kucing Miu

dongeng anak cerita
Cerita 10: Pesta Dansa Bohongan di Hutan
dongeng anak cerita
Cerita 8: Roti Isi Lada Si Kucing Miu

Cerita 8 Roti Isi Lada Si Kucing Miu – Di sebuah dapur kecil di belakang rumah tua desa Sukunan Pakembinangun, tinggallah seekor kucing bernama Miu. Miu seekor kucing yang pintar memasak dan selalu menyiapkan  sarapan paginya.

Setiap pagi, Miu bangun, mencuci mukadengan menjilat matanya dari tahimata, lalu meracik sarapan spesial: roti isi lada super pedas. Kenapa pedas? Karena Miu sangat suka lada. “Pedas itu bikin melek!” katanya setiap hari sambil mengeong riang.

Tapi ada yang mengintai dari balik celah dinding: Raja Tikus Mikiu dan pasukan tikusnya, bernama Promik Pasukan Rompak Tikus.

“Hei, anak-anak! Malam ini kita pesta!” bisik Mikiu kepada Promik. “Kucing itu punya roti sarapan besar. Kita ambil sebelum dia bangun!”

“Tapi… roti itu penuh lada, Raja,” bisik salah satu tikus kecil.

“Lada-ladain! Itu hanya bumbu. Tikus kuat tak takut lada!” jawab Mikiu sombong.

Pencurian Di malam hari

Baca Juga:

Malam harinya, saat Miu tidur mendengkur pelan “tiktiktiktkkitik serserser …”

Pasukan Promik menyelinap ke atas meja. Mereka bergerombol berebut untuk mengambil roti sarapan Miu dan rencana besar dijalankan.

“Roti terlihat aman, Raja!”

“Angkut!” teriak Mikiu.

Dengan kerja sama yang kompak, mereka gotong roti besar itu keluar dapur.

Mereka tak tahu bahwa Miu sengaja menaruh banyak lada karena tahu ada maling tikus berkeliaran.

Bencana Lada Super Pedas

“Ini dia! Roti lembut dengan isian… aaaaapaaa pun itu!” seru Mikiu penuh semangat.

Begitu gigit pertama…

“AAAUUAAAHHHH!! API!!!”

“LIDAAAH AKU PANAAAS!!”

“AAAK! MATAKU KENA ASAP LADA!!”

Satu per satu tikus Promik melompat-lompat. Ada yang jungkir balik, ada yang nyebur ke ember, ada yang lari sambil menjulurkan lidah.

Mikiu sendiri mengguling-gulingkan tubuhnya sambil jerit-jerit, “ROTI TERKUTUK!!”

Sementara itu, dari jendela, Miu membuka satu mata. Ia duduk santai sambil menyeruput teh.

“Hmmm… sarapanku dicuri, tapi para pencurinya malah belajar pelajaran berharga,” gumamnya.

Esok paginya, tikus-tikus Promik lesu dan terbatuk-batuk di sarangnya.

“Raja… kita… kita kapok…”

Mikiu mengangkat tangannya. “Mulai hari ini, kita pensiun dari dunia pencurian. Kita buka usaha… usaha… jual air minum saja!”

Sejak saat itu, tidak ada tikus yang berani menyentuh dapur Miu. Dan Roti Isi Lada pun jadi legenda.

Mencuri roti bisa bikin lidah terbakar, mata berair, dan pantat kepanasan.

Lebih baik kerja jujur dan… kalau bisa, bawa air minum ke mana-mana

Baca Juga: Buku Dongeng Gratis Tersedia di Situs Kemdikbud

Oleh: Izzayumna