Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat

Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat
Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat
Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat
Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat

Cara Merawat Pohon Anggur Fase Vegetatif Agar Subur Dan Sehat – Merawat pohon anggur saat fase vegetatif adalah hal yang sangat penting agar tanaman tersebut tumbuh dengan subur, sehat, dan siap berbuah lebat.

Fase ini biasanya berlangsung saat pohon berusia sekitar 2 sampai 3 bulan setelah tanam. Pada fase ini, fokus utama adalah pertumbuhan daun, batang, dan akar yang kuat sebagai fondasi utama tanaman ke depan.

Di Kebun Anggur Wisma MGF Jogja, perawatan tanaman anggur dilakukan dengan telaten. Mulai dari pemilihan pupuk, pencahayaan, penyiraman, hingga teknik pemangkasan. Berikut adalah langkah-langkah merawat pohon anggur saat fase vegetatif.

1. Awal setelah tanam dengan fokus Perkembangan Akar yang Kuat

Di masa ini, prioritas utama adalah perkembangan akar. Supaya akar menjadi kuat yang kedepan akan menjadi fondasi utama bagi serapan nutrisi dan pertumbuhan daun di fase selanjutnya.

Untuk mendukung pertumbuhan akar tersebut, kami menggunakan pupuk mikoriza, agen hayati yang membantu akar menyerap nutrisi dengan lebih efektif. Dua minggu setelah tanam, selanjutnya tanaman diberi pupuk yang mengandung unsur fosfat tinggi.

Salah satu yang kami gunakan di Wisma MGF adalah pupuk basic yang fokus pada akar, bukan daun. Daunnya kecil di awal tidak jadi masalah, karena memang akar yang sedang dipacu tumbuh duluan.

Baca Juga:

Teknik Grafting Tanaman Anggur! Peluang Sukses 90%  Gampang Anti Gosong

Teknik Grafting Tanaman Anggur! Peluang Sukses 90%  Gampang Anti Gosong https://sabilulhuda.org/teknik-grafting-tanaman-anggur-peluang-sukses-90-gampang-anti-gosong/

2. Pemberian Nutrisi Vegetatif Setelah Akar Kuat

Setelah akar tumbuh dengan optimal, barulah tanaman diberi pupuk vegetatif. Hasilnya pun terlihat jelas, daun menjadi lebar, hijau merata, dan batang tumbuh tinggi. Tanaman terlihat lebih sehat dan vigor (tumbuh aktif).

Ciri-ciri lainnya adalah munculnya banyak sulur dan pucuk yang melengkung ke bawah sebagai tanda pertumbuhan yang aktif.

3. Cukup Air dan Cahaya Matahari

Air dan cahaya matahari ini adalah dua faktor kunci utama yang tidak boleh diabaikan, karena jika kamu memupuk dengan kandungan Nitrogen yang tinggi saat fase vegetatif akan efektif jika disertai penyiraman cukup. Tanpa air, nutrisi tidak bisa terserap optimal.

Kemudian Proses fotosintesis yang sempurna hanya bisa terjadi jika tanaman mendapat sinar matahari cukup. Daun yang hijau dan lebar menjadi pertanda bahwa proses ini berjalan dengan baik.

4. Buang Tunas Air Agar Pertumbuhan Optimal

Salah satu teknik di Wisma MGF adalah membuang tunas air yang tumbuh di batang primer. Tunas air ini mengganggu distribusi nutrisi karena menarik energi ke arah samping, bukan ke atas. Dengan membuangnya, pertumbuhan bisa lebih fokus ke batang utama.

Teknik ini juga membuat pekerjaan lebih efisien, terutama jika jumlah tanaman cukup banyak. Bila hanya menanam 1 atau 2 pohon, bisa saja mempertahankan dua daun di setiap tunas air. Namun, untuk skala kebun, metode buang total lebih di sarankan.

5. Teknik Pemangkasan untuk Batang Sekunder

Ada dua metode membentuk cabang sekunder:

Metode belok: batang primer langsung di tekuk.

Metode potong: batang primer di potong saat mencapai tinggi ±2 meter.

Di Wisma MGF sendiri hanya menggunakan metode potong saja, tujuanya untuk menyeragamkan tinggi seluruh pohon. Tunas baru yang tumbuh biasanya lebih besar dan vigor, meski harus menunggu sedikit lebih lama. Namun hasil akhirnya lebih kuat dan seragam.

6. Cegah Serangan Hama dan Penyakit

Perawatan tidak hanya soal pupuk dan pemangkasan. Tetapi Pengendalian hama dan penyakit juga sangat penting. Gejala seperti daun keriting, pertumbuhan stagnan, atau perubahan warna daun bisa menjadi tanda awal serangan.

Lakukan penyemprotan pestisida secara rutin, baik yang organik maupun nonorganik, untuk melindungi tanaman dari kerusakan.

Jadi dalam merawat pohon anggur di fase vegetatif ini membutuhkan ketelatenan. Mulai dari akar, air, cahaya, hingga pengendalian hama, semuanya berperan penting. Teknik-teknik yang di terapkan di Kebun Anggur Wisma MGF terbukti efektif menghasilkan tanaman anggur yang subur, sehat, dan siap memasuki fase generatif.

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur

Jika kamu memiliki kebun anggur atau baru memulai, silakan coba praktik-praktik ini. Semoga bermanfaat!