Cara Merawat Pohon Anggur Dari Vegetatif hingga Panen Buah

Cara Merawat Pohon Anggur Dari Vegetatif hingga Panen Buah
Cara Merawat Pohon Anggur Dari Vegetatif hingga Panen Buah
Cara Merawat Pohon Anggur Dari Vegetatif hingga Panen Buah
Cara Merawat Pohon Anggur Dari Vegetatif hingga Panen Buah

Cara Merawat Pohon Anggur dari Fase Vegetatif hingga Panen Buah – Menanam anggur di rumah kini semakin banyak di gemari, baik untuk penghobi maupun peluang bisnis. Namun, banyak yang masih bingung bagaimana cara merawat pohon anggur, terutama setelah keluar bunga.

Supaya tanaman anggur tumbuh sehat dan menghasilkan buah yang berkualitas. Kita perlu memahami tiga fase penting dalam perawatannya, yaitu fase vegetatif, generatif, dan fase pengisian nutrisi buah.

1. Mengenal Tiga Fase Penting pada Tanaman Anggur

Di dalam budidaya anggur, pemupukan dan perawatan dibagi menjadi tiga fase utama:

Fase Vegetatif

Ini adalah fase pertumbuhan awal, mulai dari bibit hingga pohon terlihat subur. Pada tahap ini, tujuan utama adalah memperkuat akar, batang, dan daun. Tanda pohon siap dipupuk fase vegetatif adalah ketika muncul sulur baru setelah bibit ditanam.

Fase Generatif (Persiapan Pembuahan)

Setelah pohon cukup subur dan batang sudah kokoh, masuklah ke fase generatif. Fase ini bertujuan menyiapkan tanaman untuk berbunga dan berbuah. Pada tahap ini, pupuk yang diberikan harus kaya akan unsur fosfor (P) dan kalium (K) untuk merangsang pembungaan.

Baca Juga:

Fase Pengisian Nutrisi Buah (Fase 3)

Fase ini dimulai ketika bunga telah menjadi buah kecil atau biasa di sebut berry set. Pada tahap ini, pemupukan di fokuskan untuk mengisi nutrisi buah agar ukurannya maksimal, rasanya manis, dan kualitasnya terjaga.

2. Penyiraman Yang Tepat Setelah Pemangkasan

Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah kapan waktu penyiraman terbaik setelah pemangkasan. Menurut pengalaman para praktisi, penyiraman jenuh sebaiknya di lakukan sebelum pemangkasan, bukan setelahnya. Tujuannya agar tanaman tidak kekurangan air saat memasuki masa pembentukan bunga.

Ketika bunga sudah muncul dan membentuk cluster (mirip brokoli), penyiraman harus lebih intens. Kekurangan air bisa mengganggu proses polinasi, sehingga buah yang di hasilkan tidak maksimal.

Untuk satu pot berdiameter 40–50 cm, biasanya di butuhkan 4–5 gayung air, tergantung kondisi media tanam. Pastikan air mengalir hingga keluar dari bawah pot sebagai tanda media benar-benar basah.

3. Pemupukan Fase Vegetatif

Pada fase vegetatif, gunakan pupuk yang kaya unsur nitrogen (N) untuk mendukung pertumbuhan daun dan batang. Campuran pupuk yang bisa di gunakan antara lain:

NPK 16 16 – 3 sendok makan

Magnesium Sulfat – 1 sendok makan

Vitoflex – 1 saset

Semua bahan tersebut di larutkan dalam 20–25 liter air, lalu di berikan secara rutin. Pemupukan di lakukan ketika sulur baru sudah muncul, menandakan akar tanaman sudah aktif menyerap nutrisi.

4. Pemupukan Fase Generatif

Memasuki fase generatif, kadar nitrogen di kurangi dan di ganti dengan fosfor (P) dan kalium (K) yang lebih tinggi. Pupuk yang di sarankan antara lain:

MKP (Mono Kalium Fosfat) – 3 sendok makan

Kalsium Nitrat – 1 sendok makan

Magnesium Sulfat – 1 sendok makan

Boron – 3 sendok makan

Campurkan ke dalam 20–25 liter air, aduk rata, lalu berikan pada tanaman. Pemupukan fase generatif biasanya di lakukan seminggu 2 kali agar hasil lebih maksimal.

5. Pemupukan Fase Pengisian Nutrisi Buah

Saat buah sudah terbentuk, gunakan pupuk yang kaya nitrat dan kalsium. Nitrat berfungsi mengisi buah agar ukurannya maksimal, sementara kalsium memperkuat tangkai dan menjaga kualitas buah. Formula yang bisa di gunakan antara lain:

KN3 Putih – 3 sendok makan

Kalsium Nitrat – 1 sendok makan

Magnesium Sulfat – 1 sendok makan

boron – 3 sendok makan

Larutkan ke dalam 20–25 liter air. Berikan setelah media di basahi terlebih dahulu dengan air biasa agar nutrisi lebih mudah terserap. Pemupukan fase ini di lakukan hingga buah mencapai tahap veraison (perubahan warna menuju kematangan).

Setelah itu, hentikan pupuk kimia dan ganti dengan pupuk organik ringan seperti kohe kambing fermentasi.

6. Perawatan Tambahan: Fungisida dan Insektisida

Agar tanaman terhindar dari penyakit dan hama, semprotkan fungisida dan insektisida secara rutin.

Pada fase vegetatif, gunakan fungisida sistemik seperti Amistar Top dan insektisida Demolis.

Pada fase generatif, gunakan fungisida kontak seperti Antrakol dan insektisida Agrimax.

Penyemprotan cukup di lakukan seminggu sekali dengan dosis ringan.

Jadi merawat anggur sebenarnya membutuhkan ketelatenan dan pemahaman fase pertumbuhannya. Mulai dari fase vegetatif, generatif, hingga fase pengisian nutrisi buah. Setiap tahap memiliki perlakuan berbeda baik dari segi pemupukan maupun penyiraman.

Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur