Cara Merawat Dan Membuahkan Anggur Arra 15 – Pada artikel kali ini, saya ingin berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana cara merawat sekaligus membuahkan jenis anggur Arra 15.
Banyak para penghobi bilang kalau varian ini agak sulit berbuah. Padahal, kalau tahu triknya, sebenarnya tidak sesulit apa yang di bayangkan.
Saya akan share mulai dari teknis perawatan, pemangkasan, hingga pencegahan penyakit agar anggur Arra 15 bisa tumbuh sehat dan berbuah lebat. Penasaran? Yuk, kita mulai!

Merawat Tanaman Subur Itu Kunci Utama
Sebelum memikirkan buah, hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyuburkan tanaman. Tanaman anggur yang sehat, batang besar, dan daunnya yang hijau lebar jauh akan lebih mudah kita buahkan.
Ciri ciri tanaman yang kurang subur biasanya batangnya kecil, cabang lemah, dan daun pucat. Kalau kondisinya begini, jangan buru-buru melakukan pembuahan.
Solusinya?
- Tambahkan unsur nitrogen di masa pertumbuhan supaya daun lebar dan batang cepat membesar.
- Gunakan pupuk organik sederhana seperti air POC beras atau pupuk kimia
- Jika tanah kurang subur, tambahkan pupuk kandang/kompos secara rutin.
Intinya, tanaman harus benar-benar siap dulu baru bisa dipaksa berbuah.
Teknik Penjarangan Buah
Salah satu kesalahan pemula adalah membiarkan tandan anggur terlalu rapat.
Padahal, buah yang tumbuh rapat biasanya kecil, mudah terserang jamur, dan tidak maksimal manisnya.
Solusinya adalah penjarangan.
- Lakukan penjarangan saat buah masih kecil.
- Idealnya, satu tandan berisi buah yang jarang-jarang, tidak berdempetan.
- Ulangi penjarangan tiap 2 minggu sekali hingga buah mulai membesar.
Lebih baik buah sedikit tapi besar dan sehat, daripada banyak tapi kecil-kecil.
Baca Juga:

Cara Merawat Agar Anggur Everest Cepat Berbuah https://sabilulhuda.org/cara-merawat-agar-anggur-everest-cepat-berbuah/
Kurangi Daun Di Sekitar Tandan
Selain penjarangan, langkah lain yang penting adalah mengurangi daun.
Tujuannya agar sinar matahari bisa langsung menembus tandan, sekaligus menurunkan kelembaban.
Caranya sederhana:
- Pangkas daun yang menutupi tandan.
- Sisakan daun secukupnya sebagai “dapur” tanaman, tapi jangan sampai buah tertutup rapat oleh daun.
Dengan begitu, risiko jamur bisa ditekan dan buah bisa matang sempurna.
Pencegahan Serangan Jamur
Jamur adalah musuh utama anggur Arra 15. Biasanya muncul dari sisa-sisa penyerbukan yang menempel di tandan. Kalau di biarkan, tandan jadi kotor, lembab, dan akhirnya jamuran.
Triknya:
- Saat buah masih kecil, semprot dengan fungisida kontak sesuai dosis.
- Setelah buah mulai besar, hentikan penggunaan fungisida dan cukup bilas dengan air bersih.
Ingat, kelembaban tinggi adalah pemicu utama jamur. Jadi selain fungisida, langkah pengurangan daun juga sangat membantu.
Waktu Yang cocok Untuk Membuahkan Anggur
Banyak pemula gagal membuahkan anggur Arra 15 karena terlalu terburu-buru.
Padahal, usia tanaman minimal 6 bulan ke atas baru ideal untuk dibuahkan, dengan batang yang sudah keras dan mencoklat.
Kalau dipaksa saat masih muda (3–4 bulan), hasilnya sering hanya keluar bunga PHP alias gagal jadi buah. Jadi, sabar lebih baik daripada kecewa.
Teknik Pemangkasan Yang Tepat
Nah, bagian ini cukup krusial. Untuk Arra 15, pemangkasan sebaiknya dilakukan di mata tunas bagus terakhir.
Artinya, pilih mata tunas yang berada setelah deretan tunas jelek, bukan yang paling depan atau paling ujung.
Kenapa begitu?
Karena kalau salah pilih mata tunas, hasilnya bisa keluar bunga PHP lagi. Dengan teknik ini, peluang berhasil berbuah akan lebih tinggi.
Memang Merawat dan membuahkan anggur Arra 15 memang butuh kesabaran lebih dibanding varian lain seperti Jupiter.
Tapi kalau dilakukan dengan cara yang benar, hasilnya sangat memuaskan: buah besar, manis, dan mulus.
Jadi, Kunci suksesnya Ada Pada:
- Menyuburkan tanaman lebih dulu.
- Pemangkasan di mata tunas yang benar.
- Melakukan penjarangan buah secara rutin.
- Mengurangi daun di sekitar tandan.
- Mengendalikan jamur sejak dini.
- Memilih waktu pembuahan yang tepat.
Ingat, jangan terlalu terburu-buru. Rawatlah anggur Arra 15 dengan sabar dan penuh rasa senang. Karena hobi berkebun itu bukan hanya soal hasil, tapi juga menikmati prosesnya.
Baca Juga: Budidaya Anggur Sistem Lahan Terbatas dI dalam Gang













