Cara Merawat Anggur Setelah Pangkas Pembuahan Yang Benar – Tanaman anggur di kenal sebagai salah satu buah yang membutuhkan perawatan secara khusus agar bisa menghasilkan buah yang lebat dan manis. Salah satu tahap penting dalam budidaya anggur adalah proses pangkas pembuahan atau pruning.
Setelah proses pemangkasan ini selesai, perawatan yang benar akan sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan tunas baru hingga terbentuknya bunga dan buah.

Nah, bagi Anda yang baru belajar membuahkan anggur, berikut adalah panduan lengkap cara merawat anggur setelah pangkas pembuahan yang benar.
1. Kapan Tanaman Anggur Boleh Disiram Kembali?
Setelah dilakukan pruning, sebaiknya tanaman anggur tidak langsung disiram. Biarkan dulu kondisi media tanam agak kering terlebih dahulu. Penyiraman baru dilakukan ketika mulai terlihat tanda-tanda tunas baru pecah atau muncul calon tunas kecil seperti kapas.
Jika tunas sudah mulai tumbuh, tanaman bisa disiram secara rutin. Namun, perhatikan kondisi media tanamnya. Bila media masih lembap, penyiraman bisa ditunda agar akar tidak terlalu basah.
Untuk anggur yang ditanam di tanah langsung (grounding), biasanya penyiraman dilakukan setiap 4 hari sekali. Sedangkan untuk tanaman anggur yang cepat kering, bisa dilakukan 2 hari sekali.
2. Pupuk yang Tepat Setelah Pangkas Pembuahan
Penyiraman setelah pruning sebaiknya langsung di kombinasikan dengan pemupukan. Tujuannya agar tunas baru tumbuh serempak dan kuat. Beberapa pupuk yang umum digunakan adalah:
- MKP (Mono Kalium Phospat): untuk merangsang pembungaan.
- KNO3 Putih: sebagai sumber kalium dan nitrogen.
- Borax atau Boron: membantu pembentukan bunga.
- Asam Humat: meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap nutrisi.
- Asam Amino (opsional): untuk mempercepat pertumbuhan tunas dan daun.
Baca Juga:

Perbedaan Anggur Akademik Rootstock Alfonso vs Isabella: Mana Yang Lebih Unggul? https://sabilulhuda.org/perbedaan-anggur-akademik-rootstock-alfonso-vs-isabella-mana-yang-lebih-unggul/
Pemupukan bisa diberikan dengan cara dikocor bersamaan dengan penyiraman. Lakukan secara rutin sampai tunas tumbuh sehat dan merata.
3. Pola Penyiraman dan Pemupukan Selanjutnya
Ketika tunas sudah mulai tumbuh, penyiraman bisa dilakukan rutin sesuai kelembapan tanah. Saat brokoli (calon bunga anggur) sudah muncul, pemupukan tetap diberikan, biasanya setiap 1 minggu sekali.
Namun, jika tanaman sudah mulai masuk fase mekar bunga dan polinasi, maka pemupukan dan penyiraman dihentikan sementara.
Hal ini bertujuan agar bunga tidak mudah rontok akibat kelembapan yang terlalu tinggi. Cukup pantau kondisi tanah, jangan sampai terlalu kering atau terlalu basah.
4. Penyemprotan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit
Selama fase tunas hingga brokoli, tanaman masih boleh diberikan penyemprotan fungisida atau insektisida untuk pencegahan hama dan penyakit.
Namun dosisnya harus lebih rendah dari biasanya. Misalnya, jika biasanya 1 ml per liter air, maka bisa dikurangi menjadi 0,25–0,5 ml saja.
Dengan cara ini, tanaman tetap terlindungi tetapi tidak terganggu pertumbuhan tunas dan bunganya.
Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur













