Cara Merawat Agar Anggur Everest Cepat Berbuah – Pada artikel sebelumnya kita sudah sering membahas berbagai jenis anggur yang bisa ditanam di Indonesia. Nah, kali ini saya akan share pengalaman pribadi saya tentang merawat salah satu varietas yang cukup populer, yaitu anggur Everest.
Anggur ini mempunyai keunggulan dengan buahnya yang besar, rasanya manis, dan bisa dibuahkan sejak usia muda. Bahkan pada usia 5–8 bulan saja, anggur everest sudah mampu menghasilkan belasan dompol. Menarik, kan?
Kalau begitu, mari kita bahas cara merawat agar anggur Everest cepat berbuah. Yuk, kita mulai!

Mengenal Anggur Everest
Anggur Everest termasuk varietas yang cukup favorit di kalangan penghobi tabulampot. Rata-rata ukuran buahnya besar, dengan berat 10–12 gram per berry. Daging buahnya tebal, manis, dan tidak ada rasa asam.
Dalam uji tingkat kemanisan (brix), anggur Everest bisa mencapai 15–16 brix. Walaupun angkanya tidak terlalu tinggi, tapi rasanya tetap enak karena bebas asam.
Kebanyakan buah Everest memiliki biji 2–3 butir, meski kadang ada juga yang cuma satu, bahkan tanpa biji. Hal ini di karena saya menggunakan GA3, kemiduan dari segi kondisi wilayahnya juga. Jadi selain cocok untuk dikonsumsi, anggur ini juga menarik sebagai koleksi.
Kapan Anggur Everest Bisa Berbuah?
Pengalaman saya, Everest bisa mulai di buahkan di usia 5 bulan lebih. Pada pembuahan pertama saja sudah mampu menghasilkan 16 dompol walaupun batangnya belum terlalu besar.
Secara struktur tanaman, panjang sekunder bisa mencapai 1,5 meter dengan 10 cabang tersier. Dari situ, tiap tersier rata-rata menghasilkan 1–2 dompol. Jadi cukup produktif meski masih muda.
Pemupukan Anggur Everest
Sama seperti jenis anggur lainnya, Everest butuh nutrisi yang cukup supaya bisa tumbuh sehat dan cepat berbuah. Ada dua fase pemupukan yang perlu diperhatikan:
1. Fase Vegetatif (Pertumbuhan)
Pada fase ini fokus kita ada pada pembesaran batang dan pelebaran daun. Caranya:
- Gunakan pupuk NPK 16-16-16 merek apapun.
- Tambahkan POC (Pupuk Organik Cair) untuk melengkapi unsur mikro.
Kombinasi ini membuat tanaman lebih kuat dan siap masuk ke fase generatif.
Baca Juga:

Jenis Anggur Everest! Buah Yang Tahan Pecah https://sabilulhuda.org/jenis-anggur-everest-buah-yang-tahan-pecah/
2. Fase Generatif (Persiapan Berbuah)
Sebelum dilakukan pemangkasan, tanaman di beri pupuk generatif sebanyak 4 kali dalam sebulan.
Setelah itu lakukan pemangkasan pada mata tunas ke-4 sampai ke-8 (medium pruning).
Dengan cara ini, Everest bisa menghasilkan hingga belasan dompol di pembuahan pertama.
Perawatan Hama & Penyakit
Salah satu tantangan dalam menanam anggur adalah hama dan penyakit, termasuk jamur. Supaya aman, lakukan penyemprotan rutin:
- Insektisida untuk mengendalikan hama.
- Fungisida untuk mencegah jamur.
Frekuensinya cukup seminggu sekali. Dengan perawatan disiplin, tanaman akan tetap sehat dan produksi buah lebih maksimal.
Kapan Panen Anggur Everest?
Umur buah Everest sejak pemangkasan sampai matang panen adalah sekitar 95–100 HSP (Hari Setelah Pruning).
- Usia 95 hari: buah sudah bisa di petik walaupun belum maksimal.
- Usia 100 hari ke atas: rasa lebih manis dan tekstur lebih padat.
Ciri buah siap panen antara lain kulit berubah merah, daging tebal, dan biji mulai berwarna kecokelatan.
Membuat Bibit Dari Entres
Menariknya, entres sisa pemangkasan bisa di manfaatkan untuk membuat bibit baru. Caranya dengan menyambung entres Everest ke batang bawah seperti Red Master atau Isabella.
Hasilnya? Bibit bisa tumbuh sehat dengan batang seukuran jempol orang dewasa di usia 8 bulan. Ini jadi peluang bagus buat memperbanyak koleksi atau bahkan di jual sebagai bibit.
Nah, jadi dalam merawat dan membuahkan anggur Everest sebenarnya cukup mudah. Kuncinya ada pada:
Pemupukan rutin sesuai fase tanaman.
- Pemangkasan yang tepat di mata tunas ke-4 sampai ke-8.
- Pencegahan hama & penyakit dengan penyemprotan teratur.
- Panen sabar di atas 100 hari setelah pruning untuk rasa maksimal.
Dengan teknik pengalaman saya ini, mudah mudahan bermanfaat bagi teman teman semuanya. Jangan lupa share artikel ini ke teman teman terdekat anda siapa tahu sangat bermanfaat. Selamat mencoba!
Baca Juga: Budidaya Anggur Sistem Lahan Terbatas dI dalam Gang













