Cara Mengatasi Over Dosis Pupuk & PH Drop Pada Tanaman Anggur – Banyak orang yang tertarik menanam anggur, baik di pot, drum, maupun langsung di lahan. Namun, tidak jarang bagi para pemula yang menghadapi masalah saat merawatnya.
Salah satu yang paling sering terjadi adalah daun menghitam, melengkung ke atas, dan pertumbuhan tanaman yang melambat.
Masalah ini biasanya di sebabkan oleh dua hal utama: pemberian pupuk berlebihan (over dosis) dan pH tanah yang drop (terlalu asam).

Dalam artikel ini, kita akan membahas cara mengatasinya berdasarkan pengalaman langsung, sehingga pemula pun bisa melakukannya dengan mudah.
Mengapa Over Dosis Pupuk Dan PH Drop Berbahaya?
Tanaman anggur membutuhkan pupuk untuk tumbuh, tetapi jika jumlahnya terlalu banyak justru akan meracuni akar. Akibatnya:
- Daun menjadi hitam di ujung dan melengkung.
- Pertumbuhan menjadi terhambat.
- Tanah menjadi terlalu asam (pH di bawah 6) sehingga akar tidak bisa menyerap nutrisi dengan baik.
Idealnya, pH tanah untuk anggur ada di kisaran 6–7. Jika lebih rendah, maka tanaman akan sulit berkembang.
Langkah Pertama Membuat Lubang Tambahan Pada Pot
Salah satu cara praktis mengatasi masalah ini adalah dengan membuat lubang tambahan di sekeliling pot atau drum tempat anggur ditanam.
Fungsinya antara lain:
- Mengurangi risiko tanah terlalu becek.
- Menjaga kelembaban tetap stabil.
- Memberikan sirkulasi udara yang lebih baik untuk akar.
Cara ini sederhana, namun sangat efektif untuk membantu kondisi media tanam kembali sehat.
Langkah Kedua Menetralkan pH Dengan Dolomit
Jika pH tanah terlalu asam, kita perlu menetralkannya. Cara paling mudah adalah menggunakan kapur dolomit. Dolomit murah dan mudah kita dapatkan, harganya sekitar Rp2.000 per kilogram.
Taburkan dua genggam dolomit di permukaan tanah.
- Setelah itu, lakukan penyiraman hingga air meresap sempurna.
- Dolomit akan membantu menstabilkan pH tanah, sehingga berada di kisaran ideal 6–7.
Baca Juga:

Cara Membuat Tajuk Tanaman Anggur Agar Cepat Berbuah & Hasilnya Optimal https://sabilulhuda.org/cara-membuat-tajuk-tanaman-anggur-agar-cepat-berbuah-hasilnya-optimal/
Langkah Ketiga Penyiraman Hingga Jenuh
Setelah pemberian dolomit, siram tanaman hingga tanah benar-benar jenuh air. Manfaatnya:
- Membantu dolomit cepat larut dan meresap ke dalam tanah.
- Membuang kelebihan pupuk yang meracuni akar melalui lubang-lubang di pot.
Air yang digunakan sebaiknya air kolam, karena memiliki pH stabil di atas 6. Air sumur atau bor biasanya terlalu asam (pH rendah sekitar 4).
Hasil Perawatan Setelah Dua Minggu
Dengan langkah-langkah di atas, biasanya dalam waktu dua minggu daun tanaman anggur akan kembali normal. Daun yang sebelumnya hitam dan melengkung akan tumbuh segar, subur, dan sehat.
Selain itu, tanaman yang semula terhambat pertumbuhannya bisa kembali bersemi dan siap menghasilkan bunga serta buah.
Tips Tambahan untuk Pemula
Agar masalah tidak terulang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Gunakan pupuk sesuai takaran, jangan berlebihan.
- Selalu cek kondisi pH tanah secara berkala.
- Pastikan media tanam lembab tapi tidak tergenang.
- Segera tangani jika terlihat tanda-tanda overdosis.
Dengan demikian, Over dosis pupuk dan pH tanah yang drop merupakan masalah yang sudah umum bagi pemula dalam budidaya anggur. Namun, jangan panik, karena solusinya cukup sederhana:
- Buat lubang tambahan di pot untuk sirkulasi.
- Taburkan dolomit untuk menetralkan pH.
- Siram hingga jenuh agar kelebihan pupuk terbuang.
Dengan cara merawat yang sesuai, tanaman anggur akan kembali sehat, subur, dan siap berbuah lebat. Selamat mencoba, semoga berhasil!
Baca Juga Artikel Berikut: Info Teknologi: Kenali Penyakit Utama pada Anggur













