Bupati Pati Sudewo Didesak Mundur Meski Batalkan Kenaikan PBB! Demo Besar Tetap Digelar 13 Agustus – Bupati Pati Sudewo, kini tengah berada dalam sorotan tajam dan menghadapi tekanan besar dari warganya. Meskipun ia sudah mengakui kesalahan serta membatalkan kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang sempat menuai protes, tuntutan agar dirinya mundur dari jabatan justru semakin menguat.
Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar pada Selasa, 13 Agustus, disebut menjadi momen krusial yang bisa menentukan nasib kepemimpinan Sudewa. Demo ini di inisiasi oleh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang menilai langkah pembatalan kenaikan pajak tersebut belum cukup untuk menghapus kekecewaan warga.
Baca Berita:

Bupati Pati Jelaskan Alasan Kenaikan PBB Hingga 250 Persen, Ini Faktanya https://sabilulhuda.org/bupati-pati-jelaskan-alasan-kenaikan-pbb-hingga-250-persen-ini-faktanya/
Awal Mula Masyarakat Pati Bergejolak
Gejolak bermula dari kebijakan penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di Kabupaten Pati yang berimbas pada kenaikan PBB-P2 sebesar 200% hingga 250%. Kenaikan drastis ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama kalangan petani dan pelaku usaha kecil yang masih berjuang pulih pascapandemi.
Kebijakan tersebut langsung memicu gelombang protes dari berbagai elemen masyarakat. Sejak awal Agustus, warga bersama organisasi kemasyarakatan mulai menyuarakan penolakan. Mereka menilai pemerintah daerah kurang mempertimbangkan kondisi ekonomi rakyat sebelum mengambil keputusan.
Posko Donasi Dan Persiapan Aksi
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu tidak tinggal diam. Mereka membuka posko donasi untuk mendukung aksi damai sejak 1 Agustus hingga 12 Agustus. Posko ini menjadi pusat koordinasi sekaligus tempat menggalang partisipasi warga yang ingin ikut serta dalam aksi 13 Agustus nanti.
Menurut keterangan panitia, aksi tersebut akan diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati. Mereka berencana melakukan long march menuju kantor Bupati sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan.
Sudewa Batalkan Kebijakan, Warga Tetap Kecewa
Di tengah memanasnya situasi, Bupati Sudewa akhirnya mengumumkan pembatalan kebijakan kenaikan PBB-P2. Ia mengakui bahwa kebijakan tersebut kurang tepat dan menimbulkan keresahan masyarakat.
“Kami telah memutuskan untuk membatalkan kenaikan PBB-P2 sebesar 200% hingga 250%. Kami mendengar aspirasi rakyat dan akan mencari solusi lain yang lebih adil,” ujar Sudewa dalam pernyataannya.
Namun, pengumuman ini belum mampu meredakan gejolak. Banyak warga menilai keputusan pembatalan sudah terlambat dan tidak menghapus ketidakpercayaan terhadap kepemimpinan Sudewa.
Tuntutan Mundur Semakin Kuat
Beberapa tokoh masyarakat yang tergabung dalam aliansi menyatakan bahwa permasalahan ini bukan hanya soal pajak, tetapi juga soal akuntabilitas dan kepedulian terhadap rakyat.
“Ini masalah kepercayaan. Kami sudah terlalu sering kecewa. Batalkan pajak boleh, tapi tuntutan mundur tetap jalan,” ungkap salah satu perwakilan aliansi.
Dengan situasi yang semakin memanas, demo 13 Agustus diprediksi akan menjadi salah satu aksi terbesar dalam sejarah Kabupaten Pati. Aparat keamanan pun mulai menyiapkan pengamanan ekstra untuk memastikan aksi berjalan tertib.
Menunggu Babak Akhir
Nasib politik Bupati Sudewa kini berada di ujung tanduk. Apakah ia mampu mempertahankan jabatannya atau harus menyerah pada tekanan massa, akan banyak ditentukan oleh dinamika yang terjadi pada aksi 13 Agustus mendatang.
Yang jelas, mata publik Pati kini tertuju pada hari tersebut. Warga berharap suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga benar-benar direspons dengan kebijakan yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Baca Juga: Bupati Pati Sebut Pengembangan Kota Pati Bakal Masuk Program Strategis Nasional













