Budidaya Tanaman Jeruk Dengan Teknik Cangkok Di PP/PA Sabilulhuda – Salah satu kegiatan entrepreneur santri putri di Pondok Pesantren/Panti Asuhan Sabilulhuda, Pakem, Sleman, adalah dengan belajar budidaya tanaman jeruk dengan teknik mencangkok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan Pesantren Entrepreneur yang tidak hanya fokus pada ilmu agama. Tetapi juga memberikan keterampilan praktis kepada para santri agar kedepanya memiliki bekal untuk hidup secara mandiri.
Santri putri mendapat bimbingan langsung dari KH. Sigit Hidayat Nuri yang memberikan penjelasan secara detail mengenai langkah-langkah mencangkok yang benar. Sehingga tanaman jeruk siap tumbuh menjadi bibit baru yang produktif.
Pemilihan Cabang Yang Tepat
Para santri putri pertama kali diarahkan untuk memilih cabang tanaman jeruk yang sehat dan kuat. KH. Sigit menjelaskan bahwa cabang yang di gunakan sebaiknya tidak terlalu tua maupun terlalu muda, agar hasil cangkok lebih optimal.
Pemilihan cabang ini sangat penting agar bibit hasil cangkok nantinya mampu tumbuh dengan subur dan cepat menghasilkan buah.

Proses Pencangkokan
Setelah menentukan cabang, kemudian santri belajar mengupas kulit batang dengan hati-hati. Lalu membersihkannya dari lapisan lendir yang dapat menghambat pertumbuhan akar.
Langkah berikutnya adalah dengan menutup bagian batang yang sudah di kelupas dengan media tanah yang lembap. Kemudian dibungkus menggunakan plastik transparan, dan diikat agar rapat.
Proses ini menjadi praktik yang pertama bagi santri supaya mereka lebih memahami bagaimana cara mencangkok yang benar.
Keterlibatan Santri Putri
Kegiatan ini dilaksanakan secara partisipatif. Santri putri tidak hanya menyimak dari penjelasan saja. Tetapi mereka juga langsung mempraktikkan teknik mencangkok pada cabang-cabang tanaman jeruk di kebun pesantren.
Dengan metode belajar aktif seperti ini, santri merasa lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan. Suasana belajar pun menjadi menyenangkan.
Baca Juga: Interpreneur Inspiratif – Budidaya Ikan di Pondok Sabilulhuda
Arah Entrepreneur Pesantren
Budidaya jeruk dengan teknik mencangkok di PP/PA Sabilulhuda bukan hanya sebatas keterampilan untuk bercocok tanam saja. Melainkan juga sebagai bagian dari pengembangan entrepreneur di pesantren.
Bibit jeruk hasil mencangkok tersebut dapat dijadikan juga sebagai usaha kecil yang bermanfaat. Baik itu untuk kebutuhan internal di pesantren, maupun sebagai peluang ekonomi bagi para santri setelah mereka lulus nantinya.
KH. Sigit juga menekankan bahwa santri harus memiliki keahlian produktif yang dapat membuka peluang usaha danmandiri secara finansial. Tanpa meninggalkan peran utama mereka sebagai santri untuk menuntut ilmu agama.
Perawatan Dan Pemeliharaan
Setiap santri diarahkan untuk merawat bibit hasil cangkoknya dengan baik. Perawatan ini meliputi penyiraman rutin, pengecekan kelembapan media tanam, serta pemindahan bibit ke polybag atau tanah setelah akar tumbuh dengan kuat.
Kegiatan perawatan ini menjadi bagian dari rutinitas pembelajaran di pesantren. Sehingga santri terbiasa dengan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam merawat tanaman.
Manfaat Kegiatan
Kegiatan budidaya jeruk dengan teknik cangkok di PP/PA Sabilulhuda memberikan banyak manfaat. Santri putri mendapatkan pengalaman langsung, kemudian menumbuhkan jiwa entrepreneur, serta belajar bagaimanacara memanfaatkan potensi alam di sekitarnya.
Lebih jauh, kegiatan ini menanamkan nilai kebermanfaatan ilmu, di mana santri tidak hanya pandai dalam ilmu agama. Tetapi juga mereka siap menghadapi tantangan hidup dengan bekal keterampilan yang mereka miliki.
Dengan adanya program ini, PP/PA Sabilulhuda membuktikan bahwa pesantren mampu menjadi pusat pembelajaran holistik. Dapat menyatukan nilai spiritual dan keterampilan bagi para santri setelah mereka lulus.
Budidaya jeruk dengan teknik mencangkok menjadi salah satu pembelajaran yang membuka jalan besar untuk menuju kemandirian santri di masa depan.
Bisnis Budidaya Ikan Air Tawar: https://dkpp.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/31_bisnis-budidaya-ikan-air-tawar













