Semua orang pasti tau apa itu tanaman mawar. Mawar adalah tanaman hias yg di gemari oleh banyak orang. Hampir seluruh negara di dunia di tumbuhi oleh tanaman mawar. salah satunya adalah di indonesia. Indonesia adalah negara tropis yg memiliki dua musim,yaitu musim hujan dan musim panas. Mawar juga bisa dijadikan sebagai usaha bisnis, seperti budidaya mawar untuk bibit, bunga mawar yang di jadikan karangan bunga,dll.
Sabilul huda adalah pondok pesantren sekaligus panti asuhan yang membudidaya tanaman mawar. Rencananya tanaman mawar akan di jadikan usaha bisnis santri putri dan akan di jual. Tanaman mawar di sabilul huda adalah tanaman mawar untuk pembuatan bibit mawar impor.
Cara pembuatan bibit mawar impor adalah mawar lokal terlebih dahulu di tanam. mawar lokal kemudian distek selam kurang lebih dua bulan. Mawar lokal yang hidup kemudian di Grafting. Grafting adalah penyambungan batang atas mawar impor dengan batang bawah mawar lokal. Grafting sendiri bertujuan agar mawar impor bisa hidup di iklim tropis indonesia. Sedangkan mawar lokal sendiri digunakan karena akarnya sudah beradaptasi dengan iklim di indonesia. Seperti yang dijelaskan oleh Toni pengajar di sabilul huda.
“Jadi pembuatan bibitnya itu harus pake batang bawah,batang bawah itu make’ mawar-mawar lokal. Jadi mawar lokal itu di tanem dulu,di stek dulu,selama kurang lebih dua bulan. Setelah mawar lokalnya hidup di grafting dengan mawar yang impor.”kata toni saat wawancaranya pada senin(13/7/2020).
Sementara mawar impor yang akan di jadikan induk mawar yang nantinya diambil batang bagian atasnya ada 15 jenis. Beberapa diantaranya adlah White Rose, Red Rose, Yellow Rose, Pink Rose, Purple Rose,dll. Untuk jumlahnya kira-kira ada sekitar 100 sampai 200 tanaman mawar induk. Dalam wawancaranya Toni juga mengatakan bahwa bulan depan sudah bisa mulai memproduksi mawar impor dan di jual.
Santri putri akan menyirami mawar dua kali sehari yaitu setiap pagi dan sore. Tapi jika tanah masih basah saat akan disiram maka tidak disiram. karena, jika tanah terlalu basah maka batang mawar akan membusuk. Santri putri juga akan memotong bunga yang layu dan membuang daun yang kering. Karena bagian bunga yang layu atau daun yang kering dapat menyebabkan tanaman mawar rusak atau malah mati.
Pemilik ide pembudidayaan ini adalah Kyai Nuri. Tujuan beliau adalah untuk kegiatan lain bagi santri putri juga agar santri putri memiliki pemasukan sangu tambahan
“keinginan pak kyai untuk kegiatan santri putri . Jadi kalo yang santri putra alpukat dan anggur. Nah,kalo yang putri mawar. Juga supaya bisa untuk belajar usaha santri putri. Selain belajar nanm,membibitkan,dan merawat juga menjualnya. Harapan pak kyai yg putri juga ada pemasukan tambahan seperti yang putra.” kata Hirni Indira istri kyai Nuri sekaligus pengasuh di pp/pa sabilul huda pada senin(13/7/2020).
Harapan dan tujuan lainnya dari Toni adalah agar sabilul huda bisa menjadi petani mawar yang sukses. Juga agar para santri memiliki pengalaman dan menciptakan lapangan pekerjaan. Seperti yang di katakan Toni.
“harapan kedepannya ya… sabilul huda bisa menjadi petani mawar yang sukses.agar di saat santri pulang itu ada penglaman yang lebih.jadi,tidak perlu mencari lapangan kerja,tapi santri-santri itu bisa menciptakan lapangan kerja sendiri”.***
(Cya)











