Birrul Walidain: Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya

Birrul Walidain Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya
Birrul Walidain Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya

Birrul Walidain: Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya – Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban seorang anak. Apalagi saat orangtua sudah semakin renta, sakit, disitulah surga seorang anak.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Kisah Uwais Al qarni ini  sangat menyentuh hati. Bagaimana baktinya seorang anak dengan segala keterbatasannya, berusaha mewujudkan keinginan ibunya.  Walaupun serasa tak mungkin, tapi dia berusaha sekuat tenaga demi membahagiakan ibunya.

Birrul Walidain Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya
Birrul Walidain Kisah Bakti Uwais Alqarni kepada Ibunya

Kisah Uwais Al Qarni

 Di suatu negara Jazirah Arab, tinggallah seorang pemuda bersama dengan ibunya. Pemuda ini bernama Uwais Al qarni. Dia adalah penduduk dari Qaran di Yaman.

Kala itu, Uwais mendapatkan ujian dari Allah berupa penyakit sopak. Tubuhnya belang-belang. Uwais Alqorni merupakan pemuda yang sholeh dan sangat berbakti kepada orang tuanya.

Sejak kecil ayahnya sudah wafat sehingga Ia di besarkan seorang diri oleh ibunya. Ibu Uwais Alqorni adalah seorang perempuan tua yang lumpuh. Dengan sangat sabar, Uwais Al qarni merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya.

Suatu hari, ibunya berkata kepada Uwais:

“Anakku, mungkin Ibu tak lama lagi akan menemanimu.  Ikhtiarkan agar ibu dapat mengerjakan Haji”.

Uwais tercengang mendengar permintaan sang ibu. Dalam benaknya, perjalanan ke Mekah sangatlah jauh, melewati padang pasir tandus namun panas. Orang-orang biasanya menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan. namun Uwais sangat miskin dan tak memiliki kendaraan.

Baca Juga:

Birrul Walidain Kisah Kilab Bin Umaiyah Bin ‘Askar

Birrul Walidain: Kisah Kilab Bin Umaiyah Bin ‘Askar https://sabilulhuda.org/birrul-walidain-kisah-kilab-bin-umaiyah-bin-askar/

Uwais terus berpikir mencari jalan keluar. Kemudian Uwais A lqarni membeli seekor anak lembu. lembu itu dibuatkan kandang di puncak bukit.

Latihan Keras Mengendong Lembu

Setiap pagi, Uwais Alqorni bolak-balik menggendong anak lembu itu naik-turun bukit. Orang-orang disekitarnya mengatakan: “Uwais gila kau,ya”!

Tiada satu haripun yang Uwais lewatkan untuk menggendong lembu itu. Semakin hari anak lembu itu makin besar sehingga makin besar pula tenaga yang diperlukan Uwais. Delapan bulan berlalu, sampailah pada musim Haji, lembu Uwais telah mencapai berat 100 kg. Begitupun juga dengan otot Uwais yang kian membesar.

Tahukah sekarang Apa maksud Uwais menggendong lembu setiap hari? Ternyata menggendong lembu setiap hari merupakan latihan yang ia lakukan untuk menggendong ibunya supaya bisa melakukan ibadah haji ke Mekah.

Kemudian Uwais menggendong ibunya berjalan kaki dari Yaman ke Mekah. Perjalanan jauh dan sulit ia tempuh demi memenuhi keinginan ibunya. Uwais berjalan tegap menggendong ibunya thowaf di Ka’bah. Ibunya terharu dan bercucuran air mata.

Telah melihat Baitullah dihadapan Ka’bah ibu dan Uwais berdoa:

“ya Hai Allah, Ampunilah semua dosa Ibuku”

 Sang Ibu menimpali,” Bagaimana dengan dosamu, Nak ?”

Bulatan Putih Sebagai Tanda

Uwais menjawab, “ Dengan terampuni nya dosa Ibu, maka ibu akan masuk surga. cukuplah Ridho dari ibu yang akan membawa aku kesurga”

Ketulusan penuh cinta Uwais terhadap ibunya mendatangkan karunianya. Uwais seketika itu juga sembuh dari penyakit sopak nya hanya tertinggal bulatan putih di tengkuknya.

Bulatan putih yang tersisa itu menjadi tanda untuk Umar Bin Khattab dan Ali bin Abi Tholib, Dua Sahabat utama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk mengenali Uwais.

Beliau berdua sengaja mencari Uwais di sekitar Ka’bah, karena Rosululloh Shallallahu Alaihi Wasallam berpesan,” Di zaman kamu nanti akan lahir seorang manusia yang doanya sangat makbul. kamu berdua Pergilah mencarinya.

Dia akan datang dari arah Yaman, dia dibesarkan, di aman. dia akan muncul di zaman kamu. Kalau berjumpa dengan dia minta tolong dia berdoa untuk kamu berdua.”

Begitulah karena bakti yang tulus penuh cinta kepada ibunya membuat Uwais Al qarni mendapatkan karunia dari Allah dan namanya pun terkenal di langit, meski di bumi ia bukan siapa-siapa.

Baca Juga: Kisah Sya’ban, Sahabat Nabi yang Menyesal Saat Sakaratul Maut