Birrul Walidain (Berbuat baik terhadap kedua Ibu Bapak)

Minggu, 16 Juni 2013 23:22 KH. Drs. Ashadi E-mail Cetak PDF
Oleh: Bpk. KH. Drs. Ashadi

Al Birr yaitu kebaikan berdasarkan sabda Rasullullah SAW : ” Al Birr adalah baiknya akhlaq” (HR. Muslim)

Birrul Walidain merupakan kebaikan kebaikan yang dipersembahkan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya, kebaikan tersebut mencakup dzahiran wa batinan dan hal tersebut didorong oleh nilai-nilai fitrah manusia meskipun mereka tidak beriman. Manakala wajibatul walid (kewajiban orang tua) adalah untuk mempersiapkan anak anaknya agar dapat berbagkti kepada seperti sabda Nabi SAW, ” Allah merahmati orang tua yang menolong anaknya untuk boleh berbakti kepadanya”

Sedangkan ‘Uquud Walidain bermaksud durhaka terhadap mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.

Berkata Imam Al Qurtubi – mudah mudahan Allah merahmatinya – : “Termasuk ‘Uquuq (durhaka) kepada orang tua adalah menyelisihi/menentang keinginan-keingingan mereka dari (perkara-perkara) yang mubah, sebagaimana Al Birr (berbkti) keapda keduanya adalah memenuhi apa yang menjadi keinginan mereka. Oleh karena itu, apabila salah satu atau keduanya memerintahkan sesuatu, wajib engkau menaatinya selama hal itu bukan perkara maksiat, walaupun apa yang mereka perintahkan bukan perkara wajib tapi mubah pada asalnya, demikian pula apabila apa yang mereka perintahkan adalah perkara yang mandub (disukai/disunnahkan). “[i]

Berkata Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah – mudah-mudahan Allah merahmatinya – : Berkata Abu Bakr didalam kitab Zaadul Musaafir “Barangsiapa yang menyebabkan kedua orang tuanya marah dan menangis, maka dia harus mengembalikan keduanya agar bisa tertawa (senang) kembali ” [ii]

Hukum Birrul Walidain

Para Ulama’ islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnnya adalah wajib selain terhadap perkara yang haram. Syari’at Islam meletakkan kewajib an birrul walidain menempati ranking ke-dua setelah beribadah kepada Allah SWT. dengan mengesakan-Nya. Dalil -dalil sharih (jelas) banyak sekali, diantaranya terdapat tiga ayat yang menunjukkan kewajiban yang khusus untuk berbuat baik kepada kedua orang tua:

“Dan hendaklah kamu beribadat kepada Allah dan janganlah kamu sekutukan Dia dengan sesuatu apa pun jua dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibu bapak (QS. AN Nisa’ :36)

“Dan tuhanmu telah perintahkan, supaya engkau tidak menyembah melainkan kepadaNya semata-mata dan Hendaklah engkau berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sekali, sampai kepada umur tua dalam jagaan dan peliharaanmu, maka janganlah engkau berkata kepada mereka (sembarang perkataan kasar) sekalipun perkataan “Ah” dan janganlah engkau menentang menyergah mereka, tetapi katakanlah kepada mereka perkataan yang mulia (yang bersopan santun) (Qs. Al Isra’: 23)

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dengan menanggung kelemahan demi kelemahan (dari awal mengandung hingga akhir menyusunya) dan tempoh menceraikan susunya (mensapih) ialah dalam masa dua tahun ; (dengan yang demikian) bersyukurlah kepadaKu dan kepada kedua ibu bapakmu; dan (ingatlah), kepada Akulah jua tempat kembali ( untuk menerima balasan). (Qs. Lukman : 14)

Berkaitan dengan ini, Rasulullah SAW bersabda”Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua ” (HR. Tirmidzi)[IV]

Al Mughirah bin Syu’bah – mudah-mudahan ALlah meridhainya – meriwatkan daripada Nabi SAW. beliau bersabda “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakannya) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang – buang harta” (HR. Muslim)

Keutamaan Birrul Walidain

1. (Amal yang paling dicintai disisi Allah SWT selepas Sholat) sebagai mana dalam hadist yang diriwatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra “Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal yang paling dicintai disis Allah ? ” Rasulullah bersabda “Sholat tepat pada waktunya” kemudian aku tanya lagi ” Apa lagi selain itu?”bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua ” Aku tanya lagi “Apa lagi ?” Jawab Rasulullah “Jihad dijalan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim )

Ini tidak berarti jika melakukan Sholat tepat pada waktu dan jihad fisabilillah menafikan kewajiban birrul walidain karena Rasulullah SAW. Pernah menolak permohonan salah seorang sahabat untuk jihad fisabilillah karena masalah hubungan dengan kedua ibu bapaknya. Lantas Rasulullah SAW, memerintahkan beliau segera pulang menyelesaikan permasalahn tersebut dahulu.

2. (Doa mereka mustajab) Diantara buktinya adalah kisah ulama besar hadist yang sudah ma’ruf ditengah-tengah kaum muslimin, Imam Bukhari rahimahullah. Beliu buta sewaktu kecil lalu ibunya seringkali berdoa agar Allah SWT. memulaikan penglihatan beliau.

Suatu malam didalam mimpi, ibunya melihat Nabi Allah, al-Khalil, Ibrahim ‘alaihis salam yang berkata kepadanya, ‘wahai wanita, Allah telah mengembalikan pengelihatan ankmu karena begitu banyaknya kamu berdoa.”

Pada pagi harinya, ia melihat anaknya dan ternyata benar, Allah telah mengembalikan pengelihatannya. [v]

Hal diatas menunjukkan benarnya sabda Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam akan manjurnya do’a orang tua pada anaknya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaiji wa sallam bersabda,

“Tiga doa yang tidak tertoalk yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir” (HR. Al Baihaqi [vi]

3. (sebab turunnya rahmat)

Rasullullah Shallallhu’alaihi Wasallam berdabda, “Barang siapa yang ingin rezkinya diperluas, dan agar usianya diperpanjang (dipenuhi berkah), hendaklah ia menjaga tali silaturahim” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. (Bukan berarti membalas budi karena jasa mereka tidak mungkin terbalas)

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Seorang anak tidak akan dapat membalas budi baik ayahnya, kecuali bila ia mendapatkan ayahnya sebagai hamba, lalu dia merdekakan.” (HR. Muslim)

5. Al ummu hiya ahaqu suhbah (prioriti untuk mendapat perlakuan yang lebih dekat dari kedua orang tua ialah ibu)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, “Datang seseorang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali ? Nabi SAW menjawab, “Ibumu!” orang tersebut kembali bertanya, “Kemudian siapa lagi?” Nabi SAW menjawab “Ibumu!” ia bertanya lagi, “Kemudian siapa lagi?” Nabi SAW menjawab, “Ibumu!”, orang tersebut bertanya kembali, “Kemudian siapa lagi ?”, Nabi SAW menjawab “Bapakmu!” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Taat kepada orang tua adalah salah satu penyebab masuk syurga.

Rasulullah SAW bersabda,”sungguh kasiham, sungguh kasihan, sungguh kasihan,” salah seorang sahabat bertanya, “Siapa yang kasihan, wahai Rasulullah?” Beliau menajwab, “Orang yang sempat berjumpa dengan orang tuanya, kedua – duanya, atau salah seorang di antara keduanya, saat umur mereka sudah tua, namun tidak dapat membuatnya masuk Surga”. (HR. Muslim)

7.Durhaka kepada orang tua, termasuk dosa yang terbesar.

Dari Abu Bakrah diriwatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Maukah kalian kuberitahukan dosa besar yang terbesar?” Para sahabat menjawab, “Tentu mau, wahai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam,” Beliau bersabda, “Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka terhadap orang tua.” Kemudian, sambil bersandar, beliau bersabda lagi, “ucapkan dusta, persaksian palsu..” Beliau terus meneruskan mengulang sabdanya itu, sampai kami (para sahabat) berharap beliau segera terdiam (HR. Bukhari dan Muslim)

bersambung…………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *