Bersikap Lemah Lembut Dalam Mendidik Anak Sesuai Perintah Allah – Mendidik anak bukan hanya soal orang tua memberi makan, pakaian, atau sekolah yang baik. Lebih dari itu, mendidik anak adalah untuk membentuk hati, karakter, dan akhlaknya.
Dalam hal ini, Al-Qur’an sudah memberikan petunjuk yang berharga. Salah satunya terdapat dalam QS. Ali Imran ayat 159 yang berbunyi:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَۖ
Artinya: “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh dari sekelilingmu…”
Ayat ini menegaskan bahwa kelembutan adalah kunci dalam membangun hubungan, termasuk antara orang tua dan anak.

Mengapa Lemah Lembut Itu Penting?
Banyak orang tua yang berusaha keras dalam mendidik anak dengan aturan yang ketat. Bahkan terkadang dengan nada suara yang tinggi dan wajahnya tegang.
Niatnya memang baik, yaitu orang tua menginginkan anak menjadi disiplin dan tidak salah jalan. Namun dengantanpa sadar, sikap kasar itu justru dapat membuat anak menjauh dari orang tuanya.
Anak yang sering dikerasin akan mencari pelarian di luar. Bisa ke lingkungan pertemanan yang keliru, atau terjerumus dalam pergaulan yang bebas. Bahkan bisa terjebak pada hal-hal yang sangat berbahaya seperti narkoba dan pengaruh buruk lainnya.
Padahal, anak-anak sebenarnya hanya butuh kelembutan. Maka dengan cara sikap lembut, anak akan merasa diterima, dihargai, dan dicintai. Dari sinilah hubungan hati menjadi terjaga.
Bedakan Tegas Dan Kasar
Sering kali orang tua itu bingung, bagaimana bisa tegas tapi tetap lembut? Tegas bukan berarti kasar. Tegas berarti konsisten, jelas, dan penuh kasih sayang.
Contohnya:
Anak berkata, “Bunda, aku mau nonton sampai jam 12 malam, ya?”
Jawaban tegas dan lembut: “Tidak, Nak. Itu terlalu malam, berbahaya untukmu. Nonton cukup sampai jam 9 malam saja.”
Nada suara tetap halus, wajah tetap ramah, tapi keputusan tidak berubah. Inilah ketegasan yang disukai oleh Allah.
Baca Juga:

Metode Menegur Anak Dengan Teguran Satu Menit Yang Efektif https://sabilulhuda.org/metode-menegur-anak-dengan-teguran-satu-menit-yang-efektif/
Langkah-Langkah Dalam Mendidik Anak
Berdasarkan nasihat dari para ahli parenting islami, berikut beberapa langkah yang bisa orang tua terapkan:
1. Minta kelembutan dari Allah
Kelembutan adalah rahmat dari Allah. Maka orang tua harus sering berdoa:
“Ya Allah, lembutkan hati saya untuk anak-anak saya. Ya Allah, lembutkan lidah saya dalam berbicara kepada mereka.”
2. Belajar memaafkan anak
Anak sering kali melanggar aturan, misalnya main gadget lebih lama dari yang di janjikan. Jangan hanya marah. Sebelum menegur, doakan mereka:
“Ya Allah, saya maafkan anakku. Ampuni dia, ya Rabb.”
Dengan begitu hati orang tua akan lebih tenang saat menasihati.
3. Ajak musyawarah dengan anak
Anak perlu keterlibatkan dalam mengambil suatu keputusan kecil, misalnya lama bermain game, waktu belajar, atau kegiatan akhir pekan. Musyawarah ini akan membuat anak merasa di hargai dan belajar untuk bertanggung jawab.
4. Tawakal setelah keputusan dibuat
Setelah musyawarah, jangan ragu-ragu. Jika keputusan sudah sepakat anak boleh bermain gadget 2 jam, maka jalankan dengan yakin. Jangan besoknya dimarahi lagi karena orang tua berubah pikiran. Konsistensi inilah yang akan menanamkan kedisiplinan.
Memahami Perbedaan Anak Laki-laki Dan Perempuan
Allah berfirman:
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰىۚ
Artinya: “Dan laki-laki tidaklah sama dengan perempuan” (QS. Ali Imran: 36).
Dari sisi perkembangan otak pun, anak laki-laki dan perempuan juga berbeda.
Anak perempuan lebih cepat matang, otak kiri dan kanan seimbang mulai sejak dini, sehingga mereka jauh lebih cepat dalam hal bahasa dan analisa.
Tetapi anak laki-laki lebih dominan otak kanan, suka bermain, bergerak, dan berimajinasi. Tidak heran kalau anak laki-laki lebih lambat dalam hal membaca atau berhitung. Tetapi lebih cepat menguasai teknologi dan permainan.
Dengan memahami perbedaan ini, orang tua bisa lebih sabar. Jangan membandingkan anak laki-laki dengan anak perempuan, karena cara belajarnya memang berbeda.
Baca Juga: PRINSIP DALAM MENDIDIK ANAK













